Toilet wanita di gerbang kedatangan Bandar Udara Internasional Sisingamangaraja XII, Siborong-borong, Tapanuli Utara, Sumatra Utara, Senin (29/7/2019).
Toilet wanita di gerbang kedatangan Bandar Udara Internasional Sisingamangaraja XII, Siborong-borong, Tapanuli Utara, Sumatra Utara, Senin (29/7/2019). Ronna Nirmala / Beritagar.id
INDUSTRI PARIWISATA

Mendongkrak pariwisata Danau Toba

Kawasan Danau Toba bukan destinasi wisata baru, tapi pengembangan potensinya tak maju-maju. Pemerintah pusat turun tangan. Siapkan Rp3,5 triliun.

Detik-detik pendaratan terasa tiga kali lebih menegangkan dari saat pesawat lepas landas. Gumpalan awan berwarna abu gelap dan embusan angin membuat badan pesawat mengayun ringkih.

Embusan napas panjang terdengar saat pesawat berhasil menyentuh landasan pacu. Rosita Nababan, warga asli Siborong-Borong, Silangit, Sumatra Utara, menyebut situasi tadi sebagai hal yang biasa.

“Kalau mendarat sama lepas landas di sini selalu gitu, goyang-goyang karena nabrak awan,” kata Rosita sambil mengangkat satu kardus besar berisi kain oleh-oleh dari Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Tak banyak pesawat yang lalu-lalang di Bandara Internasional Sisingamangaraja XII, Siborong-borong, Tapanuli Utara, Sumatra Utara, Senin (29/7/2019) siang. Hanya satu Batik Air yang tiba dari Cengkareng, Tangerang, dan bersiap lepas landas lagi menuju Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Petugas bandara setempat bilang, dalam satu hari maksimalnya lima pesawat mendarat di situ. Batasnya pun hanya sampai jam 3 sore. Masalah cuaca paling utama karena dataran tinggi Silangit akrab dengan angin kencang serta awan tebal.

Di luar persoalan cuaca, Bandara Silangit memang belum siap menampung banyak tamu. Renovasi bandara yang diresmikan Presiden Susilo “SBY” Bambang Yudhoyono pada 2005—lalu diresmikan ulang pada November 2017 oleh Presiden Joko “Jokowi” Widodo—berjalan lamban.

Panjang landasannya berkisar 2.400 meter, belum cocok menampung pesawat berbadan lebar. Luas lapangan parkirnya mungkin hanya cukup untuk perpaduan tiga pesawat jenis Airbus A320/A330 atau Boeing 737.

Fasilitas terminal kedatangan masih ekstra-minim. Tanpa garbarata. Toilet kedatangan portable. Kereta bagasi hanya satu, di ruang sempit dekat pintu keluar bandara.

Di terminal keberangkatan, keadaannya sedikit lebih manusiawi. Meski hanya ada satu gate, namun toiletnya sudah permanen, di dalam gedung. Gerai penjual kopi lokal dan oleh-oleh juga ada, begitu pula ruang duduk menunggu pesawat.

Selebihnya, pemandangan di sekitar bandara ini lebih banyak didominasi alat-alat berat pengeruk tanah dan mesin pemotong besi cakar ayam.

Peresmian ulang oleh Jokowi, dua tahun silam, bukan tanpa alasan. Selain statusnya naik jadi internasional, bandara ini sengaja disiapkan sebagai pintu gerbang destinasi pariwisata super-prioritas dan paling berkelas.

Maka cita-citanya adalah memperpanjang landasan pacu bandara hingga total 10.500 meter, demi target kedatangan 1 juta wisatawan per tahunnya.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan rencana perluasan itu “pasti” selesai dalam dua tahun. "Uangnya sudah ada, tinggal dikerjakan saja," katanya. "Memang belum kelihatan sekarang, tapi pasti selesai."

Kampung Ulos Huta Raja, Desa Lumban Suhi-suhi Toruan, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Selasa (30/7/2019).
Kampung Ulos Huta Raja, Desa Lumban Suhi-suhi Toruan, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Selasa (30/7/2019). | Ronna Nirmala /Beritagar.id

Kalau berbicara soal potensi pariwisata di kawasan Danau Toba, Sumatra Utara, Menteri Pariwisata Arief Yahya punya argumentasinya.

Di tengah perkebunan jeruk di Kabupaten Humbang Hasundutan, Rabu (31/7/2019), Arief mengklaim kunjungan wisatawan ke Danau Toba melonjak sejak bandara Silangit diresmikan ulang.

Dari catatan yang dipunyanya, jumlah orang yang mendarat di Silangit naik 300 persen pada rentang tahun 2016-2017, rentang tahun 2017-2018 naik lagi 50 persen.

“Dulu, ketika didesain untuk 100 ribu orang, banyak yang tak percaya. Lalu saya minta naik (target) 200 ribu, Pak Luhut (Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman) minta 500 ribu. Tambah gak percaya. Tapi buktinya sekarang 2018, jumlah kedatangannya sampai 420 ribu orang,” kata Arief kepada Beritagar.id.

Tentu saja, dari 420 ribu orang yang datang, tidak semuanya pelancong. Arief mengakui, separuh dari jumlah itu adalah warga lokal sekitar Silangit.

Adapun jumlah wisatawan asing dan nusantara yang tercatat jalan-jalan di Danau Toba pada tahun 2018 mencapai 250 ribu orang.

Angka itu diklaim signifikan bagi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Samosir. Bupatinya, Rapidin Simbolon, mencatat kenaikan PAD dari sektor pariwisata pada tahun 2018 sebesar 81 persen, tepatnya dari Rp34 miliar menjadi Rp54 miliar.

Oleh karenanya, jumlah kunjungan wisatawan diwajibkan naik tiga kali lipat dalam periode lima tahun ke depan. Caranya dengan promosi habis-habisan destinasi wisata di kawasan Danau Toba.

Presiden Jokowi bilang, ada 28 titik destinasi wisata di Danau Toba yang punya potensi untuk mengejar target itu.

(Kanan) Kios makanan dan miniman di Sipinsur Geosite, Humbang Hasundutan. (Kiri) Salah satu tenda glamping di The Kaldera, Ajibata, Toba Samosir.
(Kanan) Kios makanan dan miniman di Sipinsur Geosite, Humbang Hasundutan. (Kiri) Salah satu tenda glamping di The Kaldera, Ajibata, Toba Samosir. | Ronna Nirmala /Beritagar.id

Tapi tidak semua titik itu sudah siap, sebagian besarnya benar masih potensi. Sebagai contoh, destinasi terdekat dari Bandara Silangit, Sipinsur Geosite di Kabupaten Humbang Hasundutan, pada dasarnya sudah siap.

Tapi Jokowi mau itu dipercantik lagi. Akses jalan menuju taman pinus dengan panorama kaldera Toba ini harus lebih mulus. Tatanan pos-pos pemantauan Danau Toba mesti artistik. Tak ketinggalan, pojok usaha kecil menengah (UKM) juga harus dibuat selaras dengan atmosfer di sekitarnya.

Wisatawan tak harus selalu menyeberang ke Pulau Samosir untuk meraih suasana Danau Toba. Cukup banyak atraksi wisata yang ditawarkan kabupaten-kabupaten di sekeliling danau.

Udara sejuk, berkisar 12 hingga 24 derajat Celsius, menjadi warna yang menemani para turis menikmati Danau Toba. Aplikasi AirVisual memberi warna hijau untuk kualitas udara di sini.

Jangan lupa, di sekitar danau ada Kabupaten Dolok Sanggul dan Humbang Hasundutan yang sudah mendunia karena kopinya. Gerai-gerai kopi lokal mudah ditemukan dengan bantuan Google.

Kulinernya pun demikian. Layanan pengantar makanan seperti Grab Food sudah tersedia di sana. Pilihannya memang berkisar Babi Panggang Karo (BPK), tapi untuk mencari nasi goreng atau aneka boga laut hingga piza andaliman juga tak sulit.

Satu titik yang tengah dikembangkan jadi resor kelas dunia adalah The Kaldera Toba Nomadic Escape, di Ajibata, Kabupaten Tobasa.

Jaraknya sekitar 3,5 jam dari Siborong-Borong. Hampir 80 persen akses jalannya sudah aspal, meski berliuk-liuk dan naik turun melalui berbagai bukit.

The Kaldera bakal jadi pusat glamorous camping (glamping) pertama di Danau Toba. Hutan pinus dengan tenda-tenda berisi kasur spring bed dan layanan premium 24 jam bakal jadi atraksi utama.

Posisinya yang cukup tinggi membuat panorama Toba terlihat jauh lebih spektakuler. The Kaldera sudah diresmikan pada Juni 2019, tapi belum dibuka untuk umum. Alasannya karena destinasi ini bakal dibuat lebih “wah” lagi.

Menteri Arief berujar, The Kaldera bakal diperluas hingga 386 hektare, satu setengah kali lebih lega dari kawasan Nusa Dua, Bali.

Bukan hanya glamping, bakal ada resor bintang lima lainnya di situ, plus restoran-restoran premium di sekitarnya. “Harusnya 2020 sudah mulai kelihatan progresnya,” kata Arief.

Pembangunan jembatan Tano Panggul yang menghubungkan Pulau Samosir dan Kabupaten Tobasa, Rabu (31/7/2019).
Pembangunan jembatan Tano Panggul yang menghubungkan Pulau Samosir dan Kabupaten Tobasa, Rabu (31/7/2019). | Ronna Nirmala /Beritagar.id

Transformasi infrastruktur dan SDM

Di balik pesonanya, Danau Toba menyimpan belenggu besar yang menghambat transformasinya menjadi “Bali Baru”.

Infrastruktur utama selain bandara dan jalan raya; pelabuhan, jembatan penyeberangan, listrik, saluran komunikasi; belum sempurna.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berencana menambah lima kapal motor sejenis Ihan Batak untuk melayani penyeberangan rute Ajibata (Kabupaten Toba Samosir)-Ambarita (Kabupaten Samosir).

Layanan bus Damri bakal mulai dioperasikan plus bus umum untuk rute-rute wisata. Penerbangan—sejalan penyelesaian konstruksi bandara—bakal ditambah, khususnya untuk rute internasional.

Sekitar 21 kilometer jalan yang belum rapi di Kabupaten Samosir bakal diselesaikan tahun ini. Renovasi pelabuhan penyeberangan Kecamatan Muara, Tapanuli Utara, masih berjalan agar lebih ramah turis.

Jembatan penyeberangan Tano Panggul--menghubungkan Samosir dengan Tobasa--bakal dikebut, agar wisatawan punya pilihan untuk ke Pulau Samosir tanpa harus menggunakan kapal.

Lepas dari infrastruktur, sumber daya manusia (SDM) di kawasan ini tampak tak begitu tanggap merespons potensi wisata di daerah ini.

Lizer Boru Nababan (30) penjual kaos suvenir di Taman Wisata Salib Kasih Tapanuli Utara mengaku pinjaman bank melalui kredit usaha rakyat (KUR) yang diambilnya tahun lalu lebih banyak habis untuk kebutuhan pribadi, ketimbang mengembangkan gerai jualannya.

“Pinjam Rp50 juta, cicilannya 3 tahun. Modal buat usaha mungkin cuma Rp20 jutaan. Segitu saja dagangan jarang untung,” kata Lizer, Selasa (30/7/2019).

Ida Situmorang (43) warga Kabupaten Humbang Hasundutan malah tak punya ide usaha apa yang bisa dikembangkannya. “Turis sih ramai, tapi gak kepikiran mau jual apa. Kalau bisa pemerintah bantu, nanti kita terusin,” tuturnya.

Pemerintah mawas dengan kondisi ini. Dalam waktu dekat, beberapa jurusan SMK di kawasan ini bakal difokuskan ke pendidikan pariwisata. Para pengusaha kecil bakal dibuatkan pelatihan keterampilan; mulai dari mengemas produk sampai cara mempromosikan barang mereka.

“Memang produknya belum dikemas, belum diberi story. Mestinya harus ada cerita (dari semua destinasi). Ini paralel semuanya. Gak bisa hanya produknya saja, SDMnya enggak,” kata Jokowi.

Selama pengembangan infrastruktur dalam dua tahun ke depan, Pemerintah Pusat mengalokasikan anggaran hingga Rp3,5 triliun untuk Danau Toba.

Anggaran itu dipakai untuk mempercantik Danau Toba setidaknya sampai sepertiga jalan. Tujuannya supaya investor percaya bahwa kawasan ini benar punya potensi. Maka setelahnya, investor diharapkan bisa masuk.

Klaim Menteri Arief, sampai saat ini sudah ada tujuh investor yang berminat. Proyeksi nilai investasinya sampai Rp6 triliun.

Tapi mereka harus benar-benar niat. Sebab, Jokowi berjanji akan bersikap keras kepada investor yang main-main: mau atau angkat kaki. "(Kalau) Investor gak mulai-mulai, setop. Ganti. Sekarang harus tegas tegas gitu. Kalau ndak, kapan mulai?" tegas Jokowi.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR