Ilustrasi menjajakan nasi goreng di media sosial.
Ilustrasi menjajakan nasi goreng di media sosial. Tito Sigilipoe / Beritagar.id
NASI GORENG

Menjajakan nasi goreng di media sosial ala Mafia

Jika dahulu penjaja nasi goreng setia menanti pelanggan datang di gerobaknya, kini ada nasi goreng kekinian. Dengan rempah khas Indonesia, Nasi Goreng Rempah Mafia berusaha menggugah selera lewat promosi di media sosial.

Pedasnya mungkin ‘seganas’ para mafia dalam film. Tapi itu bukan alasan mengapa restoran ini dinamakan Nasi Goreng Rempah Mafia.

Nama "Mafia" adalah akronim dari Makanan Favorit Orang Indonesia. Mengacu pada nasi goreng, juga berbagai rempah asli Indonesia dalam tiap racikannya.

Walau isinya tradisional, restoran yang bermarkas di Bandung, Jawa Barat, ini berwajah kekinian. Bahkan juga eksis di media sosial.

Sajian nasi goreng asal kota berjuluk Parijs van Java ini memadu-padankan nasi sebagai bahan utama dengan berbagai rempah. Nasi Goreng Rempah Mafia punya setidaknya tiga jenis nasi goreng dengan bumbu dan rasa rempah.

Menu favorit pelanggan adalah nasi goreng keluak. Dengan racikan rempah hitam keluak asli Indonesia, sensasi rasa gurih hadir dalam setiap suapan. Tak heran jika nasi goreng ini jadi primadona Nasi Goreng Rempah Mafia.

Selain itu, ada nasi goreng rempah udang ebi. Ini merupakan kombinasi nasi goreng bumbu rempah dengan campuran udang ebi, cabai merah, ditambah telur dadar. Pedasnya menggigit.

Menu favorit lain adalah nasi goreng rempah kikil. Cita rasa rempah berpadu sempurna dengan kikil nan gurih, menciptakan kelezatan tiada tara.

Apapun pilihan dan selera pembeli, tingkat "jahatnya" pedas bisa diatur sesuai kemampuan. Mulai dari level 0 hingga level 5.

"Aroma rempah nasi gorengnya di sini enak. Kalau saya suka dengan kikil, rasanya lembut di lidah," kata Ari Ramadan, salah satu warga Bandung yang mencicipi Nasgor Mafia, Jumat (18/1/2019).

Soal harga, Nasi Goreng Rempah Mafia ramah di kantong. Hanya berkisar di Rp20 ribuan.

Restoran Nasi Goreng Rempah Mafia cabang Buah Batu, Bandung, Jawa Barat.
Restoran Nasi Goreng Rempah Mafia cabang Buah Batu, Bandung, Jawa Barat. | Nasi Goreng Rempah Mafia /Nasi Goreng Rempah Mafia

Operational Development Manager Senior CRP Group, Kharisma Akbar mengatakan, bukan tanpa alasan mereka memilih konsep resto nasi goreng dengan rempah sebagai ciri khas. Utamanya, karena Indonesia adalah negara penghasil rempah nomor empat di dunia.

"Sudah waktunya bagi kita untuk memiliki kebanggaan akan kekayaan rempah Indonesia. Di Nasgor Mafia, kami tuangkan dalam ragam menu dengan warna dan aroma yang berbeda-beda," kata Kharisma.

Alasan lain memilih rempah seperti keluak dan lainnya, kata dia, karena cita rasa dari bahan-bahan tersebut sudah dikenal dan digemari oleh masyarakat Indonesia.

“Misalnya keluak yang dijadikan campuran rempah pada kuah rawon, udang ebi yang sering dijadikan bumbu tambahan dalam masakan untuk menambah aroma juga rasa, dan kikil yang juga sudah banyak menjadi bahan dasar masakan Indonesia. Sehingga, bahan-bahan tersebut kami kombinasikan dengan nasi goreng untuk menambah cita rasa khas nusantara dari setiap porsinya,” katanya.

Nasi Goreng Rempah Mafia masih terbilang belia. Bisnis mereka dimulai pada Oktober 2013. Awalnya bisnis ini terinspirasi dari hobi para pendirinya yang doyan makan dan mencoba tempat makan baru. Hingga akhirnya mereka buat tempat makan sendiri yang sukses meraih perhatian banyak kalangan.

Sejak pertama kali membuka markas--sebutan untuk gerai mereka--di Jalan Dipatiukur nomor 51 Bandung sampai saat ini, Nasi Goreng Rempah Mafia memiliki 18 markas yang terdiri dari owned store dan mitra.

"Untuk mengelola bisnis Nasi Goreng Rempah Mafia dan menjaga value atau nilai produk yang diterima konsumen relatif sama kami menerapkan SOP yang jelas dan membangun kerjasama yang solid antar departemen," jelas Kharisma.

Kharisma mengaku, pihaknya terus berupaya untuk memenuhi permintaan pasar kuliner yang sedang tren. Walaupun saat ini varian rempah yang ada masih sangat digemari oleh konsumen Nasi Goreng Rempah Mafia.

“Salah satunya, saat ini kami menghadirkan menu tambahan ayam geprek original yang dapat menambah kenikmatan saat menyantap satu porsi Nasi Goreng Rempah Mafia,” ujarnya.

Nasi goreng gangster dari Nasi Goreng Rempah Mafia.
Nasi goreng gangster dari Nasi Goreng Rempah Mafia. | Huyogo Simbolon /Beritagar.id

Branding dan promosi di media sosial

Kesuksesan Nasi Goreng Mafia tidak luput dari konsep marketing yang cukup gila. Utamanya soal branding.

Branding atau penjenamaan tak hanya dibutuhkan untuk produk yang dipabrikasi secara masif. Nasi goreng juga butuh branding.

Menyadari kebutuhan ini, Nasi Goreng Rempah Mafia melakukan branding guna meningkatkan awareness pelanggan, serta calon pelanggan. Media sosial adalah senjata utama mereka.

“Saat itu kami memilih Twitter, karena media sosial yang sedang aktif adalah platform berlambang burung tersebut,” kata Kaka, sapaan akrab Kharisma.

Sebelum mulai memasarkan produk di media sosial, Kaka bersama kawan-kawannya berdiskusi mengenai cara pemasarannya. Lalu terbentuklah ide 1000 piring gratis yang dibayar dengan doa, hanya dengan me-retweet cuitan tersebut.

“Alhamdulillah strategi tersebut pun diterima baik oleh masyarakat hingga akhirnya viral,” katanya.

Strategi tersebut, kata Kharisma diterapkan mengingat jumlah pengguna aktif media sosial saat ini. Juga melihat perilaku target pasar mereka yang punya kecenderungan online secara intens.

"Untuk menggunakan media sosial sebagai salah satu sarana promosi, tentunya kita memerlukan beberapa strategi, seperti memilih media sosial yang sesuai dengan target pasar, menghadirkan konten kreatif yang konsisten, melakukan review dan improvisasi yang berkelanjutan di media sosial," papar lelaki lulusan Universitas Parahyangan ini.

Saat ini, Nasi Goreng Rempah Mafia memiliki satu tim khusus yang mengembangkan konten media sosial mereka. Formatnya dari teks, foto, maupun video.

"Secara garis besar, kami mendapatkan berbagai ide konten tersebut, dari riset pasar yang dilakukan oleh tim kami lainnya. Hasil riset tersebut kami olah untuk dijadikan referensi ide-ide segar untuk konten di YouTube, Instagram, Facebook, dan Twitter Nasi Goreng Rempah Mafia," urai Kharisma.

Kini, Nasi Goreng Rempah Mafia memiliki empat akun media sosial di berbagai platform. Instagram @nasgormafia (59.3K pengikut), Facebook Page Nasi Goreng Mafia (79 ribu likes), Twitter @NasGorMafia (25.2K pengikut), dan akun YouTube Nasi Goreng Mafia’ (116 pelanggan).

Namun, Kharisma mengungkapkan, promosi di media sosial bukan segalanya dalam mempertahankan bisnis Nasgor Mafia. Kunci utamanya terletak pada inovasi.

"Di setiap produk Nasi Goreng Rempah Mafia kami menghadirkan kombinasi bumbu rempah pada olahan dasar nasi gorengnya. Sehingga, nasi goreng kami memiliki varian rasa, warna, dan aroma yang berbeda bagi konsumen.

Selain itu, ia menambahkan, hal lain yang harus terus diperhatikan adalah memperhatikan kualitas produk dan customer journey. "Kami juga selalu berupaya untuk menghadirkan pengalaman konsumen yang baik. Semakin tinggi tingkat kepuasan konsumen, makan akan semakin baik juga value kita di masyarakat," ujarnya.

Upaya ini, menurut Kharisma dapat dirasakan konsumen lewat value tambahan yang diberikan pihaknya, yaitu tempat yang nyaman dan rasa yang pas di lidah.

Artikel Terkait