Seorang petani menggarap lahannya di kawasan pertanian Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Selasa (6/11).
Seorang petani menggarap lahannya di kawasan pertanian Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Selasa (6/11). Aditya Herlambang Putra / Beritagar.id
MITIGASI BENCANA

Momok lindu Sesar Lembang

Sesar Lembang ada pada pengujung fase tidur panjang. Para ahli berhitung patahan sepanjang 29 kilometer itu bisa bikin gempa bermagnitudo 6,5 hingga 7.

"Sesar Lembang ada di masa akhir siklus gempa buminya," demikian lontaran peneliti gempa, Mudrik Rahmawan Daryono, di Aula Timur Institut Teknologi Bandung, Jawa Barat, Selasa (23/10/18).

Ratna Wulandari, warga Cimenyan, Kabupaten Bandung, jadi penasaran dan gelisah dengar lontaran itu. "Rumahku dekat Sesar Lembang enggak ya?" keluhnya.

Lain lagi Banyamin Sapiie. Ia menanggapi enteng meski telah berhitung jarak. "Rumah saya kira-kira 300 meter dari Sesar Lembang," ujar dosen Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB itu sambil tertawa.

Warga Bandung memang punya beragam reaksi atas momok Sesar Lembang: dari cemas, enteng saja, hingga pasrah. "Serahkan saja ke Allah," kata Iwan Kusmayadi, warga lainnya.

Merujuk riset kiwari, Sesar Lembang berstatus aktif. Namun sejarah kegempaan dari patahan itu memang tak banyak, dan kejadiannya sudah berabad-abad silam.

"Gempa diketahui pernah terjadi pada abad ke-15, sekitar 1450-1460," kata Mudrik tentang histori kegempaan Sesar Lembang.

Lindu lebih lawas pecah abad keenam sebelum Masehi. Eko Yulianto, peneliti Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), mencatat gempa pernah pula terjadi 500 ribu dan 2.100 tahun silam.

Magnitudo gempa-gempa lawas itu berkisar 6,1 hingga 6,7.

Di tengah tidur panjang, bukan berarti Sesar Lembang tak pernah tebar ancaman. Ia pernah bikin guncangan bermagnitudo 3,3, pada 28 Agustus 2011, sekitar pukul 16.00.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat mencatat lindu itu dirasakan warga pada enam wilayah rukun warga di desa Jambudipa, Pasirhalang, dan Tugumukti.

Akibatnya di Kecamatan Cisarua, Bandung Barat, rumah milik 384 keluarga rusak ringan--tembok retak dan dinding jebol. Sembilan keluarga lain terpaksa mengungsi karena rumahnya rawan ambruk.

Kesaksian warga perihal energi Sesar Lembang juga laik didengar. Konon, satu tanah lapang di Jambupida bisa seketika bergelombang saat gempa terjadi, meski kembali rata setelah beberapa detik.

Usai gempa 28 Agustus 2011, para ahli gempa di Bandung menguarkan peringatan lewat media massa, seminar, diskusi, dan audiensi dengan pemerintah daerah. Ancaman Sesar Lembang, dalam hemat mereka, kian nyata di depan mata.

Adapun retakan kerak bumi itu terbentang sejauh 29 kilometer dari barat ke timur, seolah menghubungkan Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Bandung, bak membelah kawasan Bandung menjadi dua teritori utara dan selatan.

Patahan itu bergerak antara 3 sampai 5,5 milimeter saban tahun. Gerak termaksud bila dikombinasi dengan total panjang patahan, menurut para ahli, bisa bikin gempa bermagnitudo 6,5 hingga 7.


***

Pembangunan satu Boutiqe Village Bandung yang terhenti di Jalan Sersan Bajuri, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Selasa, (6/11). Pembangunan Condotel ini dihentikan akibat berada di lokasi patahan lembang. Aditya Herlambang Putra
Pembangunan satu Boutiqe Village Bandung yang terhenti di Jalan Sersan Bajuri, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Selasa, (6/11). Pembangunan Condotel ini dihentikan akibat berada di lokasi patahan lembang. Aditya Herlambang Putra |

Berbekal citra Google Earth dan penampakan lajur sesar dari riset Mudrik, kami menyusuri Sesar Lembang terutama di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

"Kalau Sesar Lembang tahu, tapi di mana persisnya enggak tahu," kata Delly Annisa, staf layanan konsumen satu tempat wisata alam dan penginapan di Maribaya, Lembang, Bandung Barat, Kamis (25/10/2018).

Padahal garis Sesar Lembang melintas dekat tempat kerjanya. Walau bahaya gempa mengancam, Delly berkata, "Belum ada sosialisasi (kantor) ke karyawan."

Di Jalan Sersan Bajuri, Bandung Barat, ada satu pembangunan kondotel yang mangkrak dan bertutup seng setinggi dua meter. Konon pekerjaan itu terhenti lantaran berdiri dekat Sesar Lembang.

Namun, seorang penjaga menepis, "Katanya kurang dana." Dua pemasar properti yang kami hubungi hanya bilang bahwa pembangunan itu berhenti setahun lalu.

Sesar Lembang juga memotong bangunan SMPN 2 Lembang di Jalan Raya Maribaya, Langensari.

Pihak sekolah mengaku pernah dapat info dari Tim Peneliti ITB sekitar 4-5 tahun lalu--saat pasang alat pengukur gempa.

Konon jalur sesar berada di bukit samping gedung SMPN 2 Lembang hingga tebing (Gunung Batu) yang bisa terlihat dari depan maktab itu.

"Awam tahunya itu bukit, tapi secara geologi ternyata patahan," kata Sarwin, guru Bahasa Sunda, Kamis (25/10/18).

Ancaman Sesar Lembang.
Ancaman Sesar Lembang. | Sandy N. /Beritagar.id

Sesar Lembang populer namanya tapi tak demikian fisiknya.

Retakan sepanjang 29 kilometer itu punya garis yang tak selalu tunggal. Pada beberapa sisi, ia tampak sepasang (paralel) bahkan bercabang-cabang.

Mudrik membagi Sesar Lembang dalam lima seksi: Cimeta (kilometer 0-5,5), Cipogor (kilometer 6-11), Cihideung (kilometer 10,5-16), Gunung Batu (kilometer 16-21) dan Cikapundung (kilometer 20,5-25).

Titik nolnya dipatok dari barat. "Ujungnya memotong ruas jalan tol," kata Mudrik, yang juga anggota Kelompok Kerja Geologi di Pusat Studi Gempa Nasional (Pusgen).

Garis-garis Sesar Lembang bila dilapis citra Google Earth tampak mengiris lembah, lereng, gedung, perkebunan, sekolah, vila, dan permukiman. Pun berdekatan dengan lokasi wisata, rumah ibadah, dan Observatorium Bosscha.

Dari ujung sisi barat, garis sesar memotong lahan persawahan yang mengapit Tol Cipularang (sekitar KM 117,400) dan jalur kereta api (Jembatan Cikubang).

Garisnya lantas menjulur ke arah timur dekat perkampungan di daerah Sukatani, Kabupaten Purwakarta.

Setelah naik turun lembah, memotong area persawahan dan hutan, garis patahan memasuki daerah Cimeta. Sekitar 500 meter di antaranya juga beriringan dengan jalan Cimeta Pasirlangu.

Begitu masuk daerah Cisarua, garis patahan bercabang-cabang mengiris perkampungan Desa Tugumukti. Sebagian melintang di Jalan Kolonel Masturi daerah Jambudipa yang padat hunian.

Pada beberapa titik, dalam citra Google Earth, ada bagian sesar yang terlihat dan tenggelam di bawah permukaan tanah. Penampakan itu membuatnya masuk klasifikasi sesar normal--bagian utara terangkat dan sisi selatan terbenam.

Bagian yang terangkat menyerupai dinding batu cadas, tebing, atau bukit, seperti di Gunung Batu, Maribaya, Lembang.


***

Kota Bandung dilihat dari kawasan Cimenyan, Bandung Barat, Selasa (6/11).
Kota Bandung dilihat dari kawasan Cimenyan, Bandung Barat, Selasa (6/11). | Aditya Herlambang Putra /Beritagar.id

Kami usaha cari info perihal jumlah hunian di jalur Sesar Lembang ke dua instansi di Bandung Barat: Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang serta Dinas Perumahan dan Pemukiman.

Namun tiada jawaban memuaskan dari kedua dinas.

Kepala Seksi Pengembangan Perumahan Dinas Perumahan dan Permukiman Bandung Barat, Iwan Kusmayadi, mengaku pihaknya tak punya info rinci jalur Sesar Lembang sehingga sulit mengombinasikan dengan data hunian.

Iwan malah balik minta zonasi sesar lembang, "Zonasi mana saja, nanti saya pilah informasi itu."

Informasi rada terang datang dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat.

Mereka mencatat ada 26 desa masuk jalur Sesar Lembang. Puluhan desa itu mencakup lima wilayah kecamatan: Lembang, Parongpong, Cisarua, Ngamprah, dan Padalarang.

Data itu tercetak dalam brosur, Sesar Lembang dan Standar Penyelamatan Diri dari Gempa. Sumber informasinya dari Teknik Geodesi dan Geomatika Pusat Penelitian dan Mitigasi Bencana ITB.

Brosur itu juga menyebut jumlah penduduk Bandung Barat yang terpapar bahaya Sesar Lembang sebanyak 155.383 orang.

Pun ada 93 sekolah yang posisinya hanya berjarak lebih kurang satu kilometer dari garis patahan: 55 SD, 13 SMP, 23 SMA, dan 2 SLB.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Agus Rudianto mengatakan pihaknya juga sempat melakukan survei lokasi ke beberapa titik jalur patahan, seperti Gunung Batu hingga beberapa hotel dan tempat wisata.

"Kita sampaikan ke Dinas Pariwisata agar hotel dan tempat wisata punya jalur evakuasi," kata dia.

Selama empat tahun ini, klaim Agus, BPBD Bandung Barat acap kali melakukan sosialisasi perihal Sesar Lembang, termasuk pemaparan soal kesadaran mitigasi di desa-desa dan sekolah.

"Yang paling pokok, kita tahu ancaman bencana dan mengantisipasi risikonya," kata Agus.

Setelah gempa Lombok dan Sulawesi Tengah, BPBD Bandung Barat banyak dapat surat permintaan simulasi gempa dari sekolah atau warga perumahan.

Sehari mereka bisa turun kasih sosialisasi ke satu hingga dua lokasi.

Walau sudah bersiap, Iwan berharap, "Bila Sesar Lembang harus melepaskan energi, semoga pelepasannya sedikit-sedikit saja."

BACA JUGA