Aktivitas warga pagi hari di sekitar jalan Kantor Pos © Anwar Siswadi / Beritagar.id Misi besar bocah kecil
KOTA AMAN BANJAR

Sistem keamanan lokal di Kota Banjar

Di kota ini, kepolisian melakukan pendekatan kepada masyarakat dengan terjun langsung melakukan penyisiran dari RW ke RW.

Tak terlihat kepadatan yang berarti selama Beritagar.id melakukan kunjungan ke kota Banjar. Hilir mudik kendaraan mengalir begitu saja tanpa kendala. Bahkan, di sekitar Alun-alun dan kantor Wali Kota Banjar yang sejatinya menjadi pusat aktivitas warga pun suasana cenderung sepi.

Hanya terlihat segelintir orang yang lalu-lalang melintas. Kerumunan orang sesekali tampak ketika beberapa penjual makanan parkir di sekitar alun-alun. Kondisi itu masih jauh dari kata ramai, seperti yang lazim ditemukan di kota-kota lain. Terlebih lepas magrib berkumandang.

Sepanjang hari, aktivitas cukup tinggi terlihat di pusat kota saja, di Pasar Kota Banjar lebih tepatnya. Tempat ini juga menjadi titik transit angkutan kota dari berbagai trayek. Karenanya, mafhum jika terkadang ada sedikit kepadatan di sepanjang jalan ini. Kendaraan bergantian merayap mencari jalan.

Kota Banjar memiliki luas wilayah 13 ribu hektar. Berdasarkan data mikro Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), BPS 2016 jumlah penduduk Banjar tercatat sebanyak 181.784 jiwa yang tersebar di empat kecamatan, yaitu Banjar, Purwaharja, Pataruman, dan Langensari.

Bicara masalah kependudukan, kota Banjar mungkin boleh berbangga pasalnya tak banyak keluhan warga terkait masalah keamanan di wilayah ini. Berdasarkan olahan data mikro Survei Ekonomi Nasional (Susenas) 2016 BPS yang dilakukan oleh tim Lokadata Beritagar.id, Banjar memiliki tingkat kriminalitas yang rendah dibandingkan dengan Kota Tangerang Selatan, Bandar Lampung, dan kota lain.

Berbekal data tersebut, Kota Banjar pun keluar sebagai pemenang dalam ajang Kaskus Beritagar.id Kota Pilihan 2017 untuk Kategori Kota Aman.

Untuk mengecek kondisi lapangan, Beritagar.id menemui Nana Supiana (60) selaku ketua RT 04 di lingkup RW 17. Kepada Beritagar.id, Nana mengatakan jika kondisi kota Banjar selama ini cenderung kondusif dan aman. Kriminalitas sangat jarang terjadi.

Namun demikian, tidak dapat dipungkiri memang, meski cenderung aman, bukan berarti tindak kriminal sama sekali absen di kota yang berbatasan dengan wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur ini. Masalah kriminalitas masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi setiap pemerintah kota dan jajaran terkait, tak terkecuali Pemkot dan Polres Banjar.

Menurut Komisaris Polisi Shohet, Kepala Bagian Operasional Polres Banjar saat ditemui Beritagar.id di ruang kerjanya, angka kriminalitas di kota Banjar periode 2012 hingga akhir September 2017 masih fluktuatif. Ada fase naik dan turunnya.

Dari data Polres Banjar yang dipaparka Shohet, pada 2012 tercatat ada 176 kejadian kasus kriminal, 190 kasus pada 2013, kemudian angka tersebut menurun ke angka 99 kasus pada 2014. Akan tetapi, pada 2015 kriminalitas kembali meroket dua kali lipat jadi 192 kasus dan menurun kembali menjadi 166 kasus pada 2016. "Dari Januari sampai akhir September 2017 sudah 140 kasus, " katanya.

Nana Supiana mengatakan, di daerah yang menjadi wilayah pengawasannya, kriminalitas jarang terjadi. Bahkan, pencurian sepeda motor pun nihil di wilayah yang dihuni oleh 17 kepala keluarga tersebut.

Kepolisian Banjar dan gandeng warga

Terkait angka kriminalitas di Banjar, menurut Shohet, selama lima tahun terakhir, mayoritas kasus didominasi pencurian sepeda motor. Pengungkapan kasus itu diakuinya belum maksimal. "Karena jenis kejahatan ini perpindahannya bisa lebih cepat dan pasarnya juga luas," kata dia.

Pada 2016 dari 166 kasus kriminalitas, pencurian sepeda motor mendominasi angka kejadian, sebanyak 40 kasus dan pada 2015 sebanyak 51 kasus. Sedangkan untuk tahun ini, angka pencurian sepeda motor sudah menyentuh 26 kasus.

"Relatif tidak ada kenaikan yang tajam, tapi kejahatan ini tetap meresahkan," kata Shohet. Kepolisian meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati menjaga sepeda motornya, seperti ketika diparkir di jalan, emperan toko, bahkan di lingkungan rumah sendiri. "Tren motor yang dicuri mayoritas jenis bebek matic, ada juga motor sport," ujarnya.

Menghadapi permasalahan tersebut, pemerintah Kota Banjar dan Polres Banjar yang lokasi kantornya berdampingan di Jalan Siliwangi, punya sistem keamanan kota yang unik. Sejak 2011, Kepala Kepolisian Resor Kota Banjar saat itu, Ajun Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo membuat kebijakan Polisi Saba Bumi.

Polisi Saba Bumi merupakan cara pendekatan kepolisian dengan masyarakat. Metode ini digelontorkan untuk mencegah sedini mungkin aksi terorisme, human trafficking, maupun gejala sosial lain yang dianggap dapat menganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dalam kebijakan Polisi Saba Bumi, aparat turun langsung ke masyarakat. Kombespol Sambodo kala itu, mengerahkan petugas polisi untuk menyambangi rumah-rumah penduduk. Ruang lingkup seorang petugas mencakup satu Rukun Warga (RW). Pos tugasnya berada di rumah Ketua RW. Di Kota Banjar terdapat 297 RW.

Menurut Nana, program Polisi Saba Bumi masih berjalan sampai sekarang dan terbukti menekan angka kejahatan di wilayahnya. Tak hanya program Polisi Saba Bumu, menurut Nana, ia juga menerapkan sistem keamanan keliling atau ronda di wilayahnya.

"Sejauh ini, kondisi aman tidak ada maling. Sekitar 5-6 tahun silam, memang ada sebuah toko kelontong pernah dibobol maling. Saat itu, kalau tidak salah masih dalam suasana Hari Raya Idul Fitri dan pencurian terjadi pada malam hari. Namun, sejak turun Polisi Saba Kota ke wilayah penduduk, kondisi keamanan menjadi stabil," pungkas warga Kampung Jatimulya Kelurahan Hegarsari kecamatan Pataruman itu.

Aktivitas warga Banjar, Jawa Barat, di daerah pertokoan Jalan Kantor Pos
Aktivitas warga Banjar, Jawa Barat, di daerah pertokoan Jalan Kantor Pos
© Anwar Siswadi /Beritagar.id

Upaya untuk menciptakan lingkungan aman yang dilakukan oleh Kepolisian, warga, dan Pemkot Banjar tak berhenti sampai di sana. Laiknya para petugas dalam program Polisi Saba Bumu, Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Banjar juga turun langsung berkeliling kota untuk patroli keamanan.

Setiap malam Satpol PP menyambangi warung Internet, taman kota, dan tempat kumpul lain yang rawan kriminalitas. Selanjutnya, tim Satpol PP akan menyisir anak-anak usia sekolah yang bermain hingga pukul 11 malam. Kegiatan petugas Satpol PP tak terhenti pada menekan dan mencegah terjadinya kriminalitas.

Ada agenda lain yang menanti para petugas ini keesokan harinya. Pada saat jam belajar sekolah tim Satpol PP bertugas melakukan penyisiran anak-anak sekolah. "Jika ada anak sekolah yang tidak pada tempatnya dan tanpa guru, mereka akan dibawa ke kantor," ujar Asisten Sekretaris Daerah Bidang Sosial, Ekonomi, Pembangunan, dan Administrasi Kota Banjar, Agus Eka Sumpana.

Petugas kemudian memanggil gurunya untuk dimintai keterangan. Masalah penindakan si murid, itu akan dikembalikan lagi ke pihak sekolah dan guru yang bersangkutan.

Langkah untuk menekan tindak kriminalitas di Banjar kemudian disempurkan dengan program kesejateraan masyarakat yang diterapkan oleh Pemkot Banjar. Walikota Banjar Ade Uu Sukaesih mengatakan, cara lain untuk menekan potensi kriminalitas adalah dengan melindungi masyarakat kurang mampu.

Pengejawantahan program ini adalah dalam bentuk pemberian beras gratis sebanyak lima kilogram. Ade UU Sukaesih menambahkan, upaya lain yang harus diterapkan, yaitu dengan menjaga gerakan sistem keamanan keliling, gotong royong, menjalankan program magrib mengaji, serta Kampung Tadarus.

Baru-baru ini, kota Banjar meresmikan Kampung Tadarus yang diharapkan dapat mengajak masyarakat Banjar agar terbiasa mengaji setiap lepas magrib hingga waktu isya. "Dengan melakukan hal-hal yang positif maka akan menekan kriminalitas di Kota Banjar," katanya.

Anwar Siswadi
Kontributor Beritagar Bandung

ARTIKEL TERKAIT

Tiongkok hari ini, Jepang masa lalu

Tiongkok hari ini, Jepang masa lalu

Zaman dan rezim berubah, nilai impor Tiongkok ke Indonesia saat ini seperti membalik nilai impor Jepang 29 tahun silam.

Dongeng dari negeri agraris

Dongeng dari negeri agraris

Label negara agraris bukan sekadar julukan. Pertanian pernah jadi motor penting perekonomian Indonesia. Kini, generasi muda mulai terjun dalam pertanian dengan berbagai inovasi. Semoga gelar negeri agraris tak jadi dongeng.

Menghamba pada batu bara

Menghamba pada batu bara

Walau dianggap sumber energi fosil paling nista dan mematikan, jumlahnya melimpah dan murah ketimbang sumber energi lain. Nahasnya, hampir seluruh negara dunia masih menghamba pada batu bara.

40 Kali Jakarta-Makkah

40 Kali Jakarta-Makkah

Setelah 74 tahun merdeka, negara punya jalan aspal setara 40 kali jarak Jakarta–Makkah. Atau 20 kali jarak Jakarta–New York. Atau delapan kali keliling bumi.

Rapor merah tamatan sekolah

Rapor merah tamatan sekolah

Ada 4,4 persen penduduk di atas 15 tahun tidak atau belum bersekolah, meskipun trennya terus menurun dari tahun ke tahun.

Senjakala dukun beranak

Senjakala dukun beranak

Hampir dua dekade terakhir, masyarakat mulai melek medis untuk urusan persalinan. Pamor dukun beranak pun terjun bebas.