Sarwan (96) saat ditemui Beritagar.id di rumahnya. © Edi Faisol / Beritagar.id Bila cantik sudah menjadi kebutuhan Geliat generasi milenial negeri Serambi Mekkah
KOTA PANJANG UMUR SEMARANG

Tetap sehat di usia senja

Tak ada resep rahasia baginya untuk hidup panjang umur. Saat ini, ladang seluas 2.000 M dan sang istri lah yang mengisi keseharian lelaki berumur 96 tahun itu.

Perkara jodoh, rezeki, dan usia tentu semua ada di tangan Yang Kuasa. Sebagai manusia, boleh juga punya asa untuk bisa hidup sampai tua. Tapi, tentu semua akan kembali lagi kepada takdir, katanya.

Tidak banyak orang yang diberi kesempatan dan berkah panjang umur, bisa hidup hingga usia senja. Terlebih lagi jika berkah panjang usia bisa dinikmati berdua dengan belahan jiwa. Di Semarang, kami menemui Sarwan dan Gimah, dua sejoli yang merupakan pasangan tertua di wilayah yang menjadi Ibu Kota Jawa Tengah tersebut.

Tak ada yang istimewa bagi hidup Sarwan dan istrinya Gimah, kecuali nikmat panjang umur dan fisik yang masih sehat. Saat ditemui Beritagar.id pasangan lanjut usia (lansia) itu masih kelihatan bugar hidup berdampingan di rumahnya yang asri di RT 3 RW 4, Kelurahan Jatisari, Kecamatan Mijon, Kota Semarang.

"Saya 96 tahun, istriku Gimah 85 tahun, kami hidup berdua begini seadanya," kata Sarwan, saat ditemui di rumahnya wilayah pinggiran Kota Semarang.

Usia Sarwan hampir menginjak 1 abad, namun hal tersebut tak lantas membuat ia dan istri hidup dari mengandalkan bantuan anak dan cucunya. Padahal, secara jumlah, tiga anak dan enam orang cucu cukup pantas membuat mereka memasrahkan hidup untuk diurus.

Namun, Sarwan dan Gimah justru emoh hidup dengan belas kasihan. Di Semarang, pasangan ini tinggal di sebuah rumah yang dikelilingi kebun dan aneka tanaman rambutan. Di usianya ke-96, Sarwan masih diberkahi pendengaran yang tajam dan dapat berkomunikasi dengan lancar.

Saban hari ia mengangkut kayu dan ranting untuk bahan bakar memasak sang istri dan bergelut dengan aktivitas bercocok tanam di kebun yang berada tak jauh dari rumahnya. "Habis panen pohon sengon, dijual buat bantu anak merenovasi rumah," kata Sarwan menjelaskan.

Saat memasuki musim hujan ini dia sengaja memanen pohon sengon yang hendak diganti tanaman keras lain saat musim hujan nanti. Lahan kebun miliknya seluas lebih kurang 2.000 meter persegi itu menjadi tempat aktivitas hariannya mengisi hari tua.

"Sisanya ditanami singkong, tak banyak hanya buat aktivitas," tukasnya.

Gimah sendiri, menimang cucu dari anaknya yang tinggal tak jauh dari rumahnya mengisi hari-harinya sebelumnya. Namun karena saat ini cucunya sudah sekolah, ia banyak menikmati aktivitas masak sederhana untuk suami.

Tak ada rahasia hidup awet muda bagi Sarwan. Ditemani Gimah istrinya yang sudah mulai gangguan pendengaran, dia bercerita, sehari-hari ia lebih banyak mengonsumsi sayuran dan menghindari daging. "Saya menolak daging, tak suka," kata Sarwan.

Menu makannya sehari-hari cenderung sederhana, tahu, tempe, dan kecap sudah cukup baginya. Di luar itu, Sarwan menjalani aktivitas yang tak jauh berbeda dari kebanyakan warga Semarang, mengumpulkan kayu dan menghisap tembakau yang ia beli dari pasar.

Namun demikian, bukan berarti Sarwan luput dari ancaman penyakit. Ia mengaku memiliki gangguan lambung sejak lepas Sekolah Rakyat dan juga pernah terserang stroke. "Tapi sembuh dengan sendiri setelah saya banyak istigfar," kata Sarwan.

Berbeda dari Sarwan, Gimah memiliki keluhan gangguan pendengaran dan gatal-gatal. Namun kondisi tersebut tak dipusingkannya. Pasangan suami istri ini mengatakan kalau mereka jarang memeriksakan diri ke dokter atau Puskesmas. "Saya tak pernah periksa jika tak sakit berat," katanya.

Lansia pun bisa berdaya

Sarwan dan Gimah boleh jadi hanya satu dari sekian banyak lansia yang masih bisa menikmati usia panjang di Semarang. Pasalnya, berdasarkan olahan data mikro Survei Nasional (Susenas) yang dikeluarkan BPS 2016 menunjukkan jika kota Semarang memiliki angka harapan hidup tertinggi di antara kota lain.

Tingginya angka harapan hidup di kota Semarang, membuat Semarang keluar sebagai pemenang Kaskus Beritagar.id Kota Pilihan 2017 untuk kategori Kota Panjang Umur.

Dalam menyikapi keberadaan para lansia di kotanya, pemerintah kota Semarang melalui Wakil Wali Kotanya, Hevearita G Rahayu mengatakan bahwa lansia banyak dilibatkan dalam aktivitas sosial di kampung, di antaranya menjadi kader PKK.

"Kader andalan PKK justru orang lanjut usia, mereka merasa lebih dimanusiakan aktif kegiatan PKK," kata Hevearita, atau akrab disapa Mbak Ita.

Menurut dia, keterlibatan para lansia menjadi kader PKK yang banyak berkiprah di kampung menjadikan mereka merasa dekat dengan warga sekitar. "Karena kegiatan PKK banyak aktivitas yang mengarah ke keluarga," katanya.

Posyandu Lansia di Semarang
Posyandu Lansia di Semarang
© Edi Faisol /Beritagar.id

Selain itu upaya menjamin kesehatan para Lansia, Pemkot Semarang membuat Posyandu atau pos pelayanan terpadu khusus lansia yang terus dilaksanakan di masing-masing RT. "Ada semacam makanan tambahan khusus lansia dan cek kesehatan. Kegiatan ini melibatkan Dinas Kesehatan dan Sosial dan banyak melakukan kegiatan keliling," kata Ita menjelaskan.

Tak hanya itu, Pemkot Semarang juga mengeluarkan kebijakan untuk perbanyak ruang terbuka hijau berupa taman yang ramah terhadap manula dan mengelar kegiatan rutin, senam sebagai wadah olah raga lansia.

Acara berupa senam rutin juga diagendakan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Semarang saban Selasa dan Sabtu pagi. Halaman belakang kantor PMI Kota Semarang, di Jalan Soegijapranata, Kawasan Bulu pun dijadikan titik kumpul para sepuh.

Tercatat ada ada sejumlah jenis senam yang ditampilkan oleh Paguyuban sepuh itu. "Senam jantung, diabet dan senam bugar," kata Jatmiko, Wakil Ketua Paguyuban Lansia Sehat PMI Kota Semarang. Jatmiko mengatakan, antusiasme para lansia yang berada di bawah organisasinya sangat tinggi.

Meski acara senam rutin diadakan di pusat kota, namun jumlah lansia yang hadir tidak pernah sedikit. "Selalu lebih dari 100 orang. Bahkan, ada di antara mereka yang mengayuh sepeda lebih dari 50 kilometer," pungkas Jatmiko.

Selain kegiatan senam rutin, PMI Semarang juga melibatkan para lansia dalam kegiatan sosial mereka, seperti bakti masyarakat dengan bersih jentik. Jatmiko pun mengatakan, para lansia sangat senang hadir dalam kegiatan sosial dan terlibat aktif dalam mengampanyekan hidup sehat.

"Tak jarang, mereka juga menawarkan diri untuk memasak di dapur umum saat Semarang dilanda banjir," tutur Jatmiko. Jatmiko juga menambahkan, sejumlah anggotanya juga banyak yang aktif menyebarkan perilaku hidup sehat dengan menjadi instruktur senam di paguyuban lain lintas kecamatan dan kelurahan.

Melihat tingginya antusiasme para lansia dalam beraktivitas, Pemkot Semarang sengaja menyediakan ruang publik untuk pertemuan para lanjut usia itu. Biasanya Stadion Tri Lomba Juang menjadi titik kumpul mereka. Namun, karena stadion tersebut saat ini sedang dipugar, Taman Pleret Banjir Kanal pun menjadi tempat kumpul alternatif.

ARTIKEL TERKAIT

Melimpah kendaraan, melimpah pendapatan

Melimpah kendaraan, melimpah pendapatan

Jumlah kendaraan yang melimpah berbanding lurus dengan pajak yang diterima daerah. Hingga 2017, jumlah kendaraan bermotor di Indonesia mencapai 138 juta, untuk semua jenis kendaraan yakni, mobil penumpang, mobil bis, mobil barang hingga sepeda motor.

Penjualan mobil akan terus melambat

Penjualan mobil akan terus melambat

Dalam pertumbuhan ekonomi yang melambat dan kondisi jalan tak layak benar-benar mengempaskan penjualan mobil sepanjang 2011-2017. Masa-masa perlambatan yang terus berlanjut, namun setahun terakhir menunjukkan harapan.

Sokongan wisata zona super prioritas

Sokongan wisata zona super prioritas

Untuk mempercepat realisasi pariwisata sebagai motor ekonomi nasional, status super prioritas disematkan pada lima kawasan. Bagaimana sokongan sektor pariwisata nasional pada PDRB?

10 Wilayah yang bergantung pada wisata

10 Wilayah yang bergantung pada wisata

Sepuluh wilayah yang Pendapatan Asli Daerahnya bergantung pada sektor wisata malah daerah yang jarang terdengar. Walau tetap ada wilayah yang kadung “genetisnya” identik dengan pariwisata.