5 bagian motor yang rawan karat

Beberapa pengendara motor berkendara saat hujan.
Beberapa pengendara motor berkendara saat hujan. | Robert Ghement /EPA

Musim hujan telah tiba. Saatnya bagi para pengendara motor untuk berkendara dengan lebih waspada dan juga memperhatikan kondisi bodi kendaraan mereka yang kerap diguyur air hujan.

Republika menuliskan bahwa air hujan sedikit banyak mengandung asam yang mampu mempercepat proses karat pada kendaraan. Ada 5 bagian pada motor yang berpotensi menjadi cepat berkarat jika terus terkena air hujan.

Hal ini mengharuskan Anda lebih memperhatikan secara khusus komponen-komponen ini dan segera melakukan tindakan pencegahan agar motor Anda tetap kinclong.

Lengan ayun

Swing Arm, rentan terkena karat.
Swing Arm, rentan terkena karat. | Mustafa Iman /Beritagar.id

Lengan ayun, atau swing arm, pada motor berfungsi menopang bodi motor dengan roda pada bagian belakang. Komponen ini juga mengakomodir putaran gir sebagai penggerak roda.

Bagian ini dipastikan kerap terciprat air hujan sehingga rentan karat.

Fungsinya yang vital sebagai penopang keseimbangan motor membuat Anda perlu memberi perhatian khusus pada bagian ini. Sudah banyak kecelakaan terjadi akibat patahnya atau bengkoknya lengan ayun karena karatan.

Sasis

Sambungan sasis motor.
Sambungan sasis motor. | Mustafa Iman /Beritagar.id

Rangka atau sasis, juga merupakan elemen yang harus diperhatikan pemilik motor. Sambungan sasis yang terbuat dari metal rentan berkarat, terutama apabila kotoran yang menumpuk tidak segera dibersihkan.

Karat pada sasis akan membuatnya lebih mudah penyok, bahkan patah, jika motor mengalami benturan keras.

Peredam kejut

Shock breaker juga paling rentan kotor apabila musim hujan.
Shock breaker juga paling rentan kotor apabila musim hujan. | Mustafa Iman /Beritagar.id

Peredam kejut (shockbreaker) juga kami rekomendasikan untuk selalu diperhatikan. Lokasinya yang dekat dengan pelek dan roda, membuat perangkat ini juga rentan terkena cipratan air, bahkan air bisa masuk ke bagian dalam komponen.

Apabila karat sudah menempel pada tabung peredam kejut maka dipastikan seal --pelapis karet bagian dalam-- akan rusak yang pada akhirnya menyebabkan kebocoran oli shockbreaker. Apabila oli peredam kejut yang bocor berpotensi menyebabkan kecelakaan karena mengurangi keseimbangan motor saat dikendarai.

Knalpot

Knalpot yang hampir karat.
Knalpot yang hampir karat. | Mustafa Iman /Beritagar.id

Knalpot merupakan komponen motor yang paling sering terkena karat. Mulai dari bagian leher pada blok mesin hinggu ujung pembuangan, sama rentannya dengan karat. Oleh karenanya pihak pabrikan acapkali melapisi komponen ini dengan krom sebagai lapisan tanah panas dan tahan karat.

Namun begitu, jika Anda membiarkannya kotor maka lambat laun air bisa menggerus lapisan pelindung itu dan besinya pun mengalami korosi.

Ada baiknya Anda memeriksa bagian ini secara rutin, terutama bidang yang terletak di bawah motor.

Rantai

Selalu lumasi rantai motor di musim hujan.
Selalu lumasi rantai motor di musim hujan. | Mustafa Iman /Beritagar.id

Walau terlindungi oleh pelumas anti karat, rantai motor tak lepas dari sasaran korosi saat musim hujan. Biasanya, rantai akan menjadi kering dan kemudian perlahan timbul jamur dan berkarat. Apabila tak dibersihkan, akan membuat elastisitas rantai berkurang, bahkan cenderung membahayakan.

Putus rantai karena karat ketika digunakan merupakan momok bagi para pemotor, terlebih jika terjadi dalam kecepatan tinggi.

Kelima komponen rentan karat tadi sejatinya dapat diminimalisasi dengan perawatan yang rutin serta pembersihan ekstra, terutama saat musim hujan seperti sekarang ini.

Wikihow mengajarkan kepada Anda, bagaimana menghilangkan karat dengan cara yang praktis dan efisien. Hal tersebut dilakukan agar penampilan serta komponen penting pada motor Anda terjaga, sehingga terhindar dari hal-hal yang tak diinginkan.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR