Aerox 155VVA laris manis, Yamaha Indonesia siapkan ekspor

Yamaha Aerox 155VVA tampak depan.
Yamaha Aerox 155VVA tampak depan. | Yamaha Indonesia

Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) menuai hasil manis dari masa prapenjualan skuter matik (skutik) produksi terbaru mereka, Aerox 155VVA, yang berlangsung 9-11 Januari 2017.

Tiga varian yang dijual --standar, R-Version, dan S-Version-- laris manis hanya dalam hitungan jam setelah prapemesanan daring dibuka di situs Yamahamotoronline.co.id.

"Respon konsumen sangat bagus untuk booking online ini dengan laris manisnya tipe Aerox 155VVA dan Aerox 155VVA R-Version. Mereka juga punya pride sebagai konsumen pertama yang memilikinya," kata Muhamad Abidin, GM After Sales Division YIMM, Selasa (10/1).

Pada masa prapemesanan daring itu, YIMM menyediakan masing-masing 150 unit Aerox standar (dibanderol Rp21,85 juta) dan R-Version (Rp23,75 juta), sementara ada 100 unit S-Version berbanderol Rp26,15 juta.

Namun, kepada KompasOtomotif (11/1), Abidin menyatakan ada penambahan 50 unit S-Version sehingga jumlah yang dijual daring itu sama seperti tipe standar dan R-Version.

"S-Version itu paling tinggi, dari sisi harga juga jauh lebih mahal maka prediksi awalnya tidak akan seramai ini," kata Abidin.

Jadi, total terjual 450 unit Aerox 155VVA selama tiga hari terakhir ini.

Sebelumnya, jelas Abidin kepada Beritagar.id, YIMM telah mendapat pesanan 300 unit ketika Aerox terbaru ini diperkenalkan dalam ajang IMOS 2016. Selain itu, ada juga 200 unit yang diperuntukkan khusus anggota komunitas Yamaha Riders Federation Indonesia (YRFI) dan semua juga laku terjual dalam program Community First.

Pengiriman motor yang diluncurkan Yamaha di Sirkuit Sepang, Malaysia, pada 29 Oktober 2016 itu kepada para pembeli akan dimulai Maret 2017.

Kelarisan Aerox 155VVA pada metode prapemesanan ini tampaknya bisa mengobati kekecewaan YIMM akan kurang diminatinya Aerox bermesin 125cc yang diperkenalkan setahun silam.

Aerox 155VVA, atau NVX di Thailand, menggunakan mesin yang sama dengan NMax, yaitu mesin 155cc SOHC, 4-tak, dengan Variable Valve Actuation (VVA), serta berpendingin cairan. Mesin motor ini dikatakan mampu mengeluarkan tenaga maksimal 14,8 hp pada 8.000 rpm dengan torsi mencapai 14,4 Nm pada 6.000 rpm.

Produk ekspor

Selain dijual di Indonesia, YIMM juga mempersiapkan Aerox 155VVA sebagai produk ekspor. Hal itu dikatakan Abidin di Hotel Borobudur Jakarta, Senin (9/1).

Bahkan Abidin menegaskan Aerox 155VVA hanya akan diproduksi di Indonesia, di pabrik Yamaha yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat. Artinya, semua Aerox yang nantinya beredar di dunia adalah buatan Indonesia.

"Kami mempersiapkan produksi delapan ribu unit per bulan dari semua tipe. Produksi sebanyak ini untuk pasar domestik serta diekspor ke Malaysia, Thailand, dan Vietnam," ujar Abidin, menukil Metrotvnews.com.

Dionisius Beti, Vice President Director PT YIMM mengatakan bahwa sektor ekspor memang menjadi sorotan dan perhatian YIMM untuk saat ini.

Menurutnya, rencana ini juga sejalan dengan permintaan pemerintah dan organisasi pemanufaktur motor di Indonesia (AISI) untuk memperbesar nilai ekspor.

"Semakin banyak model global yang dihasilkan berbanding lurus dengan investasi yang ditanamkan di sini. Dengan begitu akan membuat YIMM semakin maju," tegasnya.

Ini tentunya sejalan dengan langkah yang dilakukan YIMM atas produk skutik premium, Yamaha NMax. Selain menjadi raja skutik premium di pasar domestik, model ini ternyata moncer di luar negeri.

Saat ini YIMM adalah pemegang kue ekspor terbesar di Indonesia.

Sepanjang 2016, seperti dikutip detikOto (11/1), YIMM total mengekspor 167.266 unit sepeda motor. Angka tersebut mencapai 58,88% dari 284.065 unit motor yang diekspor kelima anggota AISI --Honda, Yamaha, Kawasaki, Suzuki, dan TVS.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR