TIP OTOMOTIF

Amankah mengecas power bank dalam mobil

Ilustrasi power bank.
Ilustrasi power bank. | Bohbeh /Shutterstock

Mengecas power bank terlalu penuh pada soket mobil dianggap sejumlah kalangan berbahaya. Pasalnya, pengisian daya yang sudah penuh dikatakan bisa mengembalikan aliran listrik ke soket sehingga menyebabkan korsleting yang berpotensi memicu kebakaran. Benarkah demikian?

Menurut para ahli, bahaya atau tidak sebetulnya tergantung sejumlah faktor.

Pada sebagian besar mobil kekinian, kata Muhammad Zuhdi, Senior Manager Service Division PT Honda Prospect Motor (HPM), mengisi daya ponsel pintar ataupun power bank di dalam mobil tidak masalah dan aman-aman saja meski sampai kepenuhan.

Dilansir Kompas Otomotif (23/2), Zuhdi menekankan sistem kelistrikan mobil masa kini sudah berbeda.

“Untuk sistem kelistrikan kebanyakan mobil saat ini sudah direct current (DC) bukan alternating current (AC). Jadi kalau DC itu sudah aman karena akan memutuskan arus bila sudah penuh, bukan lagi arus bolak-balik," ungkapnya.

Lanjut dia, aliran listrik DC yang otomatis memutuskan hubungan saat power bank sudah terisi penuh, tidak mungkin menimbulkan arus pendek karena tidak terjadi arus bolak-balik akibat mengecas kepenuhan.

Selain menampik bila mengisi power bank sampai kepenuhan dan tidak dicabut bisa membuat arus listrik kembali ke dalam soket, Zuhdi mengaku belum pernah menemui kasus mobil terbakar akibat korsleting yang disebabkan pengisian daya berlebih.

"Sampai saat ini belum ada yang seperti itu, jadi mau ngecas sampai penuh dan kita lupa cabut otomatis akan putus sendiri aliran listriknya,” terangnya.

Ia mencontohkan, sama halnya mengecas ponsel yang otomatis memutus daya ketika baterai sudah penuh, “Kalau melebihi waktu tertentu akan ada fungsi save untuk memutuskan arus listrik," ujar Zuhdi.

Tanpa ada sangkut pautnya dengan power bank maupun soket, para ahli telah mengemukakan setidaknya ada dua faktor yang paling sering memicu mobil korsleting dan kebakaran.

Pertama, adalah permasalahan eksternal semisal meninggalkan kain lap di area mesin setelah mobil dicuci. Kedua dan lebih fatal, adalah kesalahan modifikasi seperti pemasangan komponen tambahan yang sembrono dan instalasi sistem kelistrikan yang dilakukan sembarangan.

Kesalahan modifikasi kelistrikan ini pernah diduga menjadi penyebab Honda Brio terbakar yang sempat menjadi perbincangan hangat pada tahun 2017.

Kala itu sang pemilik membantah isu kebakaran disebabkan arus pendek power bank, karena selain tak pernah ada perangkat tersebut dalam mobilnya, kondisi mesin dalam keadaan mati.

Benar saja. Menurut Rusdi Sopandi, Pemilik bengkel mobil Fendryss Motor, jika mobil dalam kondisi mesin mati maka arus listrik juga akan terputus sehingga soket berhenti berfungsi.

Beda halnya jika mobil bukan lagi bawaan pabrik alias sudah dimodifikasi. Apabila setelah itu mobil mengalami masalah, maka sistem kelistrikan di beberapa komponen yang masih siaga setelah mesin mati seperti alternator dan area sekring , akan lebih berpeluang mengalami korslet.

Meski begitu, korslet pun belum tentu menimbulkan kebakaran jika tidak didorong pemicu lain.

Misalnya, terkait mengecas power bank sampai mobil bisa terbakar, Iwan Abdurahman, General Repair Service Manager, berpendapat bukan soketnya yang sebetulnya bermasalah, tapi kualitas buruk dari power bank yang digunakan.

Dua pengamat gawai, Lucky Sebastian dan Herry SW, sependapat. Menurut mereka, mengingat saat ini power bank menjadi suatu kebutuhan sehari-hari, tak jarang orang memilih yang kapasitasnya besar dengan harga murah. Akibatnya, banyak produsen abal-abal yang sengaja memangkas komponen penting dalam power bank.

“Selain kapasitas yang tidak sesuai adalah sirkuit yang mengatur keamanan, seperti pencegah over-charge dan pengontrol panas,” terang Lucky.

Ia menjelaskan panas yang muncul akibat kelamaan mengecas sebetulnya hal wajar. Sebab, sebagian besar power bank berisi baterai lithium-ion yang di dalamnya mengandung berlapis-lapis bahan anoda dan katoda dengan jarak sangat tipis.

Akan tetapi, sambung Herry, ketika terjadi panas berlebih semisal power bank terpapar sinar matahari di dasbor mobil atau berada di mobil bersuhu panas, bahan di dalamnya akan memuai dan saling menempel sehingga baterai menggembung.

“Pada level tertentu, gelembungnya sudah parah, ya akan meledak," ucap Herry.

Lebih-lebih pada power bank berkualitas rendah yang tidak memiliki pengaman, timpal Iwan, hal seperti kelamaan dicas atau menerima arus tidak stabil dari soket pun bisa memicu panas berlebih yang berujung korslet dan kebakaran.

Untuk mencegah hal tak diinginkan, Herry berpesan agar tidak sering-sering mengecas di mobil dan segera mencabut usai digunakan. Lebih baik lagi, jika berhenti mengecas power bank di mobil sebelum betul-betul penuh.

Lucky juga menambahkan agar pembeli lebih teliti memilih power bank. Selain menggunakan logika untuk mempertimbangkan harga dan kualitas, jangan lupa menguji kapasitasnya.

Misal, jika kapasitas power bank 10.000 mAh dan baterai ponsel 3.500 mAh, maka dari sekitar 70-75 persen kapasitas asli yang bisa ditransfer, setidaknya bisa dipakai untuk mengisi baterai sampai penuh.

"Jika satu kali mengisi sudah habis, atau bahkan tidak penuh, ini mungkin abal-abal," pungkas Lucky.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR