MOTOR BARU

Belum menyerah, Honda perbaiki tampilan Supra GTR 150

Perakitan Honda Supra GTR 150 di pabrik AHM di Cikarang, Jawa Barat.
Perakitan Honda Supra GTR 150 di pabrik AHM di Cikarang, Jawa Barat. | Astra Honda Motor

Astra Honda Motor (AHM) sepertinya belum patah arang untuk menjual Supra GTR 150. Motor varian bebek berkapasitas mesin 150 cc yang telah hadir sejak 2016 itu, kesulitan bersaing di pasar domestik menghadapi jagoan Yamaha, MX-King 150.

Sejak diluncurkan pada 2015, MX-King langsung melejit dan menjadi raja kelas bebek 150 cc hingga saat ini.

Pada tahun pertama kemunculannya, Supra GTR 150 hanya laris terjual 32.840 unit, kurang dari setengah angka penjualan MX-King yang mencapai 68.785 unit. Lalu pada tahun lalu, penjualan Supra turun menjadi 22.536 unit, sementara MX-King, meski juga turun, masih bisa mencapai 62.551 unit.

Pada kuartal I (Q1) 2018, Supra (2.786 unit) masih jauh tertinggal dari Yamaha yang berhasil melego 14.565 MX-King, atau lebih dari 5 kali lipatnya. Demikian data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) yang dirangkum Motoris.

Apa sebabnya Supra GTR 150 kurang diminati oleh penggemar sepeda motor bebek sporty?

Komentar para penggemar sepeda motor dalam Moladin--forum tanya jawab komunitas bermotor di Indonesia--sepertinya bisa dijadikan acuan.

Secara garis besar, berdasarkan beberapa komentar dalam forum tersebut, ada dua hal yang membuat MX-King lebih diminati daripada Supra GTR 150 meski kapasitas mesin dan fitur yang tersedia relatif sama.

Supra GTR 150 menggunakan mesin DOHC 4-katup yang unggul pada akselerasi putaran atas, sementara MX-King memakai mesin SOHC 4-katup yang lebih lincah pada putaran bawah.

Pertama adalah soal desain yang dipandang lebih bagus dan rasa berkendara MX-King dikatakan lebih nyaman.

"Jika dibandingkan secara kenyamanan, Honda Supra GTR 150 kalah nyaman dengan Yamaha MX King 150 mas bro, kebetulan saya sudah pernah mencoba keduanya, desain motor juga lebih bagus MX-King," kata Setyawan.

Anggota lain forum diskusi tersebut, Supono Wahyudi, menyatakan bagasi MX-King yang muat helm menjadi keunggulan tersendiri. Selain itu, MX-King sudah sejak awal dipromosikan sebagai motor jalanan, sementara Supra GTR 150 di sebut sebagai motor adventure (petualang), pengarung jalanan tanah, yang sebenarnya bukan untuk bebek.

Iwan Banaran, blogger otomotif lokal ternama, memiliki analisis lain. Ia menduga penggunaan nama Supra lah yang menjadi biang keladi sedikitnya peminat motor itu.

Menurut Iwan, nama Supra sudah identik dengan motor bebek lawas yang lebih mementingkan fungsional ketimbang fitur. Oleh karena itu, sulit untuk bisa merebut perhatian anak muda yang dijadikan sebagai target pasar motor tersebut.

Honda belum menyerah

Warna baru Honda Supra GTR 150.
Warna baru Honda Supra GTR 150. | Dokumen AHM

Walau kalah laris, PT Astra Honda Motor (AHM) sepertinya belum mau menyerah. Pada awal Mei 2018, mereka merilis versi baru Supra GTR 150.

Edisi terbaru ini, dijelaskan dalam siaran pers yang diterima Beritagar.id (4/5), hadir dalam tiga warna baru, yaitu red black (merah hitam) dan gun black (hitam) dengan stiker bodi motor (striping) berdesain baru. Kedua jenis ini dibanderol Rp22,05 juta OTR Jakarta.

Satu lagi adalah varian dengan warna merah (exclusive matte red ). Warna tersebut tampak pada sepatbor depan, tameng, sayap, serta bodi belakang, tanpa striping. Bagian lainnya dibiarkan berwarna hitam. Tipe eksklusif ini dihargai Rp22,3 juta OTR Jakarta.

Harga kedua motor tadi berstatus OTR Jakarta, yang lebih mahal sedikit dari versi sebelumnya, yakni dalam kisaran Rp21,3 juta hingga Rp21,5 juta.

Selain warna dan harga, tak ada lagi yang berbeda dari versi lama. Mesin masih menggunakan tipe 150 cc berpendingin cairan dengan tenaga maksimal 16,07 hp pada 9.000 rpm dan mampu mencapai kecepatan puncak 122 km/jam.

Tenaga disalurkan melalui kopling manual 6-percepatan dan Honda mengklaim konsumsi bahan bakar motor ini terbilang irit, mencapai 42,2 km/liter.

Walau hanya warna yang diganti, AHM menyatakan itu cukup untuk mempertegas kesan agresif bagi mereka yang ingin tampil beda.

"Model ini semakin kompetitif untuk dikendarai dengan memberikan sensasi sport berkecepatan tinggi, namun tetap stabil dan memberikan kenyamanan serta kebanggaan bagi pengendara," kata Direktur Pemasaran AHM Thomas Wijaya.

Apakah warna baru ini cukup untuk membuat lebih banyak orang melirik pada Supra GTR 150? Kelak waktu yang akan membuktikannya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR