TIP OTOMOTIF

Bisakah mesin standar Euro-2 dimodifikasi jadi Euro-4

Ilustrasi lalu lintas kendaraan.
Ilustrasi lalu lintas kendaraan. | Aprillio Akbar /Antara Foto

Masa edar bahan bakar minyak (BBM) berstandar Euro-2 di Indonesia sudah mendekati saat-saat akhir. Pemerintah telah memutuskan untuk menaikkan standar BBM untuk kendaraan roda empat bermesin bensin menjadi Euro-4 mulai Oktober 2018.

Karena sebagian besar mobil bensin yang beredar saat ini berstandar Euro-2, muncul pertanyaan dari para pemilik, apakah mereka harus mengganti mobil atau bisakah memodifikasi mesin lama guna menyesuaikan dengan standar Euro-4?

Modifikasi mesin, jika bisa dilakukan, dipercaya menjadi pilihan yang lebih murah ketimbang membeli mobil baru.

Dua mekanik PT Toyota Astra Motor (TAM) memberikan jawaban yang nyaris serupa. Walau modifikasi bisa saja dilakukan, tetapi sulit dan bakal mahal.

GM Technical Service TAM, Dadi Hendradi, menyatakan meningkatkan standar emisi gas buang mesin dengan cara memodifikasinya tak semudah membalikkan telapak tangan. Sebab, bukan cuma satu atau dua ubahan saja yang harus dilakukan.

"Pertama, menjadi standar Euro-4 bukan satu dua ubahan saja dilakukan pabrikan. Hampir seluruhnya. Kedua, kalaupun bisa tentu akan terbentur masalah biaya," ucap Dadi kepada Otomania.com.

Biaya tersebut bisa mencapai puluhan juta rupiah, terutama untuk mobil lama kelas mewah, karena perubahan yang dilakukan menyangkut komponen penting yang harganya mahal, seperti teknologi timing injeksi, desain kepala silinder, katalitik konverter, hingga unit elektronik pengontrol mesin.

General Repair Service Manager TAM, Iwan Abdurahman, kepada CNN Indonesia menjelaskan hal yang serupa. Ia menambahkan, ada banyak perbedaan spesifikasi antara mesin berstandar Euro-2 dengan Euro-4.

Apalagi, Iwan mengingatkan, belum tentu modifikasi yang dilakukan tersebut bakal berhasil. Ada kemungkinan mesin malah jadi rusak.

Oleh karena itu, baik Dadi maupun Iwan menyarankan agar para pemilik mobil berstandar mesin Euro-2 untuk tidak mengubah mesin tersebut.

Toh, menurut Iwan, pemerintah belum melarang penggunaan mobil yang menggunakan BBM standar Euro-2.

Kalaupun nantinya hanya tersedia BBM standar Euro-4, Dadi menyatakan, takkan ada masalah bagi mobil bermesin standar Euro-2 untuk menggunakannya. "Berbeda kalau (mesin) Euro-4 pakai bahan bakar Euro-2, itu akan berpengaruh pada beberapa bagian," jelasnya.

Dosen Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB), Tri Yuswidjajanto, juga menjelaskan hal serupa. Dalam Tribunotomotif dia bahkan menyatakan mobil berstandar Euro-2 akan berperforma lebih baik jika menggunakan BBM Euro-4.

Ia memberikan tip bagi pemilik mobil lawas untuk meningkatkan emisi gas buang.

"Sebaiknya timing pengapian bisa dibuat lebih awal atau maju. Istilah tekniknya dibuat advance. Hal ini penting karena, ada kecenderungan nilai oktan tinggi pada bahan bakar Euro-4," jelas Yus.

Dengan timing pengapian yang lebih maju, bahan bakar diharapkan mampu terbakar dengan sempurna dan tercipta performa dan emisi yang lebih baik.

Pada awalnya standar Euro untuk emisi gas buang hanya diterapkan pada kendaraan roda dua, empat, atau lebih yang beredar di negara-negara anggota Uni Eropa. Namun kemudian standar tersebut digunakan juga oleh pemerintah negara lain di dunia.

Semakin tinggi angkanya, semakin ketat standar yang diterapkan terkait kandungan maksimal gas karbon dioksida (CO2), nitrogen oksida (NOx), karbon monoksida (CO), volatile hydro carbon (VHC) dan partikel lain yang berdampak negatif pada manusia atau lingkungan.

Indonesia telah menerapkan standar emisi gas buang Euro-2 sejak 2003. Kini, tanpa melalui Euro-3, pemerintah langsung memutuskan untuk menjadikan Euro-4 sebagai standar baru.

Hal itu dilakukan demi udara yang lebih bersih sehingga standar kondisi lingkungan hidup secara umum pun bisa ditingkatkan.

Pada awalnya, pemerintah menyatakan bahwa mulai pertengahan September 2018 para pemanufaktur mobil harus sudah mulai menghentikan kegiatan memproduksi kendaraan berstandar bahan bakar Euro-2.

Namun kemudian diundur sebulan menjadi paling lambat 7 Oktober 2018 untuk kendaraan berbahan bakar bensin dan gas. Sementara kendaraan berbahan bakar diesel diberi waktu lebih lama untuk transisi ke standar Euro-4 paling lambat mulai 7 April 2021.

Pada acara pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) awal Agustus lalu, para anggota Gaikindo mengeluarkan deklarasi kesepakatan untuk mulai memproduksi hanya mobil bensin berstandar emisi Euro 4 mulai Oktober 2018.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR