MOTOR BARU

BMW Indonesia hadirkan motor petualang kelas pemula

Peluncuran BMW G 310 GS.
Peluncuran BMW G 310 GS. | Angga Marsanto /Istimewa

Belum genap kurun sebulan tahun 2018 berjalan, BMW Motorrad Indonesia (Maxindo Moto) langsung bergerak dengan meluncurkan motor petualang kelas pemula (entry level), yakni G 310 GS, Sabtu (20/1/2018) di BSD, Tangerang, Banten.

Motor ini dihadirkan bagi pencinta roda dua yang gemar melakukan aktivitas touring dan berpetualang dengan beragam lintasan. Sebelumnya motor ini telah tebar pesona pada ajang EICMA 2016 di Milan, Italia.

Seperti dijelaskan Joe Frans, Chief Executive Officer (CEO) BMW Motorrad Indonesia, dalam Liputan6, G 310 GS diharapkan mampu memuaskan keinginan pemotor kelas pemula yang menyukai adventure.

"Meskipun entry level, tetapi dengan kualitas serta produk terbaik khas BMW Motorrad," jelasnya.

Walau diperuntukkan sebagai motor petualang untuk melibas jalur off-road, Joe juga menegaskan kalau motor ini juga nyaman digunakan untuk penggunaan sehari-hari.

Memiliki basis yang sama dengan varian naked bike BMW G 310 R yang merupakan produk afiliasi dengan TVS Motor Company--mulai dijual di Indonesia sejak Maret tahun lalu--G 310 GS dibekali dapur pacu yang serupa.

Secara umum, BMW G 310 GS memiliki mesin berpendingin cairan, silinder tunggal berkapasitas 313 cc. Mesin tersebut diklaim mampu menghantarkan tenaga hingga 34 hp pada 9.500 rpm, dan torsi maksimum sebesar 28 Nm pada 7.500 rpm.

Perbedaan antara G 310 GS dengan G 310 R, mengutip Otorider, terdapat pada tinggi suspensi dan dimensi motor.

"Untuk posisi jok G 310 GS lebih tinggi, dengan jarak ke permukaan tanah 835 mm, lebih tinggi 50 mm dari G 310 R. Namun, untuk itu BMW Motorrad Indonesia menyediakan aksesori yang bisa membuat jok lebih pendek atau lebih tinggi demi kenyamanan berkendara," papar Product Manager BMW Motorrad Indonesia, Erick Yohanes.

G 310 GS juga dibekali dengan suspensi depan model up-side down (USD) berdiameter 41 mm, dengan menggunakan pelek 19 inci jenis alloy wheel pada bagian depan dan 17 inci di belakang.

Sementara itu untuk kaki-kaki di bagian belakang, suspensi tunggal 180 mm merekat kuat dengan lengan ayun adjustable preload.

Tribun Otomotif menjelaskan konfigurasi rangka motor ini memberikan center of gravity yang lebih rendah sekaligus membuat bobot motor menjadi lebih banyak tertumpu ke roda depan. Tujuannya untuk mendapatkan pengendalian (handling) yang lebih baik.

Dijelaskan pula, motor ini dapat dipacu hingga kecepatan maksimum143 km/jam dengan konsumsi bahan bakar mencapai 3,33 liter per 100 km.

Standar bahan bakar untuk mesin motor ini adalah Euro-4 atau minimal RON 91, seperti disarankan Erick.

G 310 GS sudah dilengkapi fitur anti-lock braking system (ABS) yang bisa dinon-aktifkan secara manual. Hal itu untuk mempermudah pengemudi mengendalikan dan mengerem motor saat melintasi jalur off-road.

Fitur lain yang tersedia adalah colokan pengisi daya gawai, yang berguna untuk ponsel atau alat GPS saat berpetualang jarak jauh.

BMW Indonesia membanderol G 310 GS dengan harga Rp125 juta off the road (belum beserta pajak) dengan pilihan warna merah (racing red), hitam (black cosmic), dan putih (white).

Saat ini G 310 GS merupakan satu-satunya motor petualang segmen pemula bermesin 300 cc. Namun begitu ada dua motor petualang kelas pemula 250 cc yang bisa membuat peminat varian tersebut berpikir keras sebelum menentukan pilihan, yaitu Kawasaki Versys-X 250 dan Honda CRF250 Rally.

Apalagi, banderol kedua motor itu jauh di bawah G 310 GS. Kawasaki Versys-X 250 dijual pada rentang harga Rp61,9 juta-Rp72,7 juta, sementara Honda CRF250 Rally dilego Rp62,9 juta.

Menurut data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), pada periode Januari-November 2017 CRF250 Rally memimpin pasar dengan penjualan mencapai 1.037 unit, sementara Versys-X 250 laris 983 unit.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR