BMW Motorrad dan Viar coba keberuntungan di segmen khusus

BMW G 310 R saat dipamerkan pada ajang IIMS 2017.
BMW G 310 R saat dipamerkan pada ajang IIMS 2017. | Mustafa Iman /Beritagar.id

Mulai bulan ini ada dua produsen sepeda motor yang mencoba keberuntungan mereka di pasar roda dua Indonesia pada segmen masing-masing. Mereka adalah BMW Motorrad dengan G 310 R dan Viar dengan motor listrik Q1.

Jenama asal Jerman, BMW Motorrad, yang mulai memasarkan motor berkonsep street fighter G 310 R saat mengikuti Indonesia International Motor Show (IIMS) 2017.

Kendaraan hasil kolaborasi BMW Motorrad dengan produsen kendaraan dari India TVS Motor Company ini sebenarnya telah dipamerkan pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016, namun baru sejak IIMS, G 310 R resmi dijual di Tanah Air.

Saat pameran berlangsung, 27 April-7 Mei, Maxindo Moto memasang harga istimewa Rp99 juta off the road untuk motor berkapasitas mesin 313cc tersebut. Kini harganya naik menjadi Rp104 juta, juga off the road.

"Di IIMS itu harga perkenalan dan sekarang kami naikkan Rp 5 juta dari harga off the road sebelumnya," terang Joe Frans, CEO Maxindo Moto Nusantara, saat uji kendara G310R di Bogor, Jumat (12/5/2017), menukil Oto.com.

Namun harga tersebut seperti dikatakan Joe, cukup sepadan dengan penampilan motor yang dinilainya pas untuk dikendarai para pemotor di Indonesia.

BMW G 310 R menggunakan mesin DOHC 313cc satu silinder dan berpendingin cairan, yang menghasilkan tenaga 34 hp pada 9.500 rpm. Kuda besi ini mampu melesat hingga kecepatan 144 km/jam, dengan jarak tempuh hingga 36,05 km untuk tiap liter bahan bakarnya.

Motor ini, lanjut Joe, akan langsung berhadapan dengan segmen motor telanjang berkapasitas mesin 250cc-350cc, yakni Kawasaki Ninja Z250SL yang berbanderol antara Rp42,1 juta-Rp48,2 juta, serta Royal Enfield Bullet 350 yang dilego Rp64,5 juta.

Satu hal yang mungkin menjadi nilai minus pada G 310 R dibandingkan pesaingnya adalah motor ini hanya menggunakan mesin satu silinder. Namun Joe menepis persepsi bahwa motor silinder tunggal sebagai motor yang tak bertenaga buas.

Menukil Liputan6, Joe menyatakan jika berbicara teknis atau dengan orang yang mengerti mesin mengenai penggunaan satu silinder, hal itu tidak masalah. Karena saat motor berjalan yang dirasakan adalah tenaga untuk mendorong atau menarik dan apakah motor itu mudah dikendalikan atau tidak.

Usai menjajal motor, Ricky Setiawan, jurnalis Dapurpacu.com, menyimpulkan bahwa BMW G 310 R didesain menyesuaikan postur tubuh orang Asia dan cocok untuk pemotor yang suka menjelajah (touring).

Terlebih dengan batang kemudi lebar dan suspensi depan model upside-down (USD) memberikan kenyamanan saat berkendara jauh, yang dikatakan cocok bagi pemotor yang menyukai akselerasi mesin spontan, karena torsinya berlimpah.

Sambutan positif tersebut membuat Joe optimistis akan kemampuan G 310 R untuk memikat para pemotor di Indonesia.

IN THE SPOTLIGHT: The new BMW G 310 R /BMW Motorrad

Ceruk motor listrik Taiwan

Pada Senin (15/5), perusahaan lokal PT Triangle Motorindo (TM), selaku produsen Viar Motor Indonesia (VMI), memperkenalkan motor skuter matik (skutik) yang menggunakan mesin listrik penuh.

Motor bernama Viar Q1 itu diproduksi bersama jenama Jerman, Bosch, sebagai penyedia teknologi mesin listrik yang digunakan.

Seperti dikabarkan Liputan6, Deden Gunawan, Corporate Manager TM, mengemukakan salah satu alasan mereka menghadirkan motor listrik segmen skutik adalah untuk mengurangi kadar emisi kendaraan yang menjadi isu utama pemanasan global.

Viar Q1, lanjut Deden, juga merupakan bentuk dukungan terhadap pemerintah untuk mengurangi asap kendaraan berbahan bakar (BBM) fosil.

Kehadiran Viar Q1, juga diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat Indonesia yang menginginkan alat transportasi yang mudah, efisien, bebas polusi, minim perawatan, serta biaya operasional rendah.

Sementara Amine Kamel, Director Automotive Electronics Bosch South East Asia, menuturkan alasannya berkongsi dengan VMI. Salah satunya adalah komitmen untuk menciptakan teknologi yang mampu membantu mewujudkan kehidupan bersih dan sehat.

Narablog Iwan Banaran mengabarkan, pengembangan komponen motor listrik sudah dimulai oleh Bosch sejak 1999 hingga 2013. Jenama Jerman ini pun berhasil meluncurkan driving system untuk motor listrik pertamanya.

Di kawasan ASEAN, tahun lalu Bosch telah memasok e-Scooter driving system untuk pasar Vietnam, dan saat ini merambah Indonesia pada 2017 melalui kerja sama dengan PT TM.

"Kolaborasi bersama PT Triangle Motorindo menjadi bukti keseriusan kami dalam menghadirkan solusi transportasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia," terang Amine.

Purwarupa Q1 sudah diperkenalkan pada ajang Pekan Raya Jakarta 2016. Motor yang diklaim mampu menempuh jarak 60 km dalam sekali pengisian ulang baterai (5 jam) baru dijual setelah mendapatkan surat izin jalan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin), berupa keabsahan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Nomor Polisi.

TM berani menggaransi kalau motor yang dibuat di dalam negeri ini akan mulai mengaspal di jalanan Indonesia pada 7 Juni 2017 dengan banderol Rp16,2 juta, dengan warna abu-abu dan putih.

Pihak TM pun memberlakukan sistem pra-pemesanan yang berlaku sejak 15 Mei-7 Juni 2017 bagi calon konsumen yang berminat.

Saat ini Viar Q1 akan berhadapan langsung dengan beberapa produk yang didatangkan oleh importir umum, PT Garansindo Euro Sports (GES), melalui produk Zero Motorcycle.

Skuter Listrik Murah dari Viar /Otomaniacom
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR