INDUSTRI OTOMOTIF

Bukan cuma Toyota yang akan kembangkan mobil listrik di Indonesia

Foto ilustrasi. Toyota memperkenalkan Highlander Hybrid di New York International Auto Show 2019 di Jacob K. Javits Convention Center di New York, Amerika Serikat, 17 April 2019.
Foto ilustrasi. Toyota memperkenalkan Highlander Hybrid di New York International Auto Show 2019 di Jacob K. Javits Convention Center di New York, Amerika Serikat, 17 April 2019. | Justin Lane /EPA-EFE

Toyota Astra Motor (TAM) sebagai perwakilan Toyota di Indonesia membantah pemberitaan rencana investasi senilai Rp28,3 triliun untuk mengembangkan mobil listrik di Indonesia. TAM menegaskan Toyota tidak sendirian dalam rencana itu.

Dalam pemberitaan akhir Juni lalu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengumumkan kesepakatan prinsip dengan Jepang untuk mengembangkan mobil listrik di Indonesia. Kemenperin menyebut investasi dan pekerjaan akan ditangani Toyota.

Namun, menurut Executive General Manager TAM Fransiscus Soerjopranoto, investasi tersebut bukan hanya dari Toyota. Soerjo, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa investasi itu akan ditangani oleh industri otomotif Jepang dan Toyota beserta enam pabrikan lain yang beroperasi di Indonesia.

Adapun pabrikan Jepang selain Toyota, sesuai data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo); adalah Daihatsu, Honda, Mitsubishi, Suzuki, Isuzu, Nissan-Datsun, dan Mazda.

Namun, Soerjo belum tahu bagaimana porsi dan kontribusi masing-masing pabrikan dalam mewujudkan investasi senilai Rp28,3 triliun itu. "...belum ada pembicaraan," ucap Soerjo dilansir CNNIndonesia.com, Senin (8/7/2019).

Soerjo lebih lanjut menjelaskan bahwa kesepakatan antara pemerintah Indonesia dan Jepang terjadi di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Negara-Negara G-20 di Osaka bulan lalu. Saat itu delegasi Indonesia bertemu dengan asosiasi manufaktur otomotif Jepang (JAMA).

Dari Indonesia antara lain hadir Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Perindustrian Airlangga Soetarto. Sedangkan Jepang diwakili oleh Akio Toyoda sebagai Kepala JAMA.

Di sini diduga terjadi kekeliruan informasi. Toyoda yang hadir mewakili JAMA kebetulan adalah Presiden Direktur Toyota Motor Corporation. Airlangga juga bertemu secara pribadi dengan Toyoda dan setelahnya menyatakan ada rencana investasi dari Toyota.

"Rencana investasi Toyota berikutnya terkait dengan kebijakan pemerintah yang baru, yaitu yang mendorong pengembangan electric vehicle," ujar Airlangga dalam siaran pers yang dilansir laman Kemenperin, Kamis (27/6).

"Yang berkomitmen melakukan investasi sebenarnya industri otomotif Jepang bukan hanya Toyota. Jadi Rp28 triliun itu nanti akan diserahkan industri otomotif Jepang," kata Soerjo dalam Tempo.co.

Soerjo tidak membantah bahwa semua pabrikan ingin melakukan investasi untuk mengembangkan mobil listrik atau hybrid. Soerjo juga mengingatkan perlunya transfer teknologi dari Jepang ke Indonesia.

Para pabrikan sebenarnya sudah bersiap memproduksi mobil elektrik dengan melahirkan mobil hybrid. Toyota adalah satu di antaranya.

Di Indonesia, Toyota Camry hybrid sudah berseliweran di jalan raya kota utama semenjak Toyota Prius meluncur 10 tahun lalu dan C-HR hybrid pada April 2018. Bahkan untuk meramaikan ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 pada 18-28 Juli mendatang, Toyota akan menghadirkan tiga mobil hybrid dan elektrik.

Ketiga mobil itu adalah mobil balap Toyota yang berhasil menjuarai ajang ketahanan mesin WEC TS050 di sirkuit Le Mans, Prancis, pada 16 Juni 2019, lalu Toyota Prius sport berteknologi PHEV, dan mobil konsep Fuel Cell Fine Fine Comfort Ride.

"Kami berharap masyarakat semakin mengenal teknologi elektrik dan manfaatnya. Harapannya untuk jangka panjang semakin memperbesar pasar teknologi ini di Indonesia," ujar Vice President Director TAM, Henry Tanoto, dalam siaran pers yang diterima Beritagar.id, Selasa (9/7).

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR