Cara berkendara aman saat melintasi banjir

SPONSOR: Asuransi Astra
Waspadai ketinggian air saat melintasi jalan banjir.
Waspadai ketinggian air saat melintasi jalan banjir. | Author /Shutterstock

Musim hujan telah tiba. Hujan yang turun dalam waktu lama dapat menyebabkan genangan air dan banjir di sejumlah ruas jalan. Hal tersebut dapat menjadi tantangan tersendiri bagi orang-orang yang beraktivitas menggunakan mobil.

Terkadang para pengemudi tidak memiliki pilihan selain menerobos genangan air tersebut karena terburu waktu atau kadung terjebak. Jika terpaksa harus menerobos banjir, ada beberapa hal terkait cara berkendara aman yang wajib diketahui oleh pengemudi. Silakan simak di bawah ini.

Memperhitungkan ketinggian air

Meski Anda menggunakan mobil sejenis SUV (Sport Utility Vehicle) dengan jarak pihak ke tanah lebih tinggi, bukan berarti Anda dapat menerobos banjir sembarangan. Melewati genangan air membutuhkan kecermatan agar mobil tidak mogok atau mengalami kerusakan serius.

Anda dapat mengetahui ketinggian air yang aman dengan memperhatikan posisi saluran hisap udara (air intake) yang ada di dalam ruang mesin. Jika air intake terendam, maka air akan terhisap ke dalam ruang mesin dan dapat menyebabkan kerusakan mesin. Meski sangat tidak disarankan, dalam kondisi terdesak Anda masih bisa melewati genangan air dengan ketinggian maksimal 30 cm.

Teknik berkendara aman

Saat melintasi jalan banjir, Anda perlu berkendara secara aman. Pertama, jangan terburu-buru jika Anda tidak tahu ketinggian air atau karakter jalan yang akan dilalui. Tunggu kendaraan lain melintas terlebih dahulu untuk melihat apakah jalan tersebut aman dilalui mobil Anda.

Kedua, jaga jarak aman dengan kendaraan lain agar gelombang air yang dihasilkan kendaraan lain tidak mengenai komponen penting pada mobil, seperti busi, Electronic Control Unit (ECU), dan air intake. Terakhir, pertahankan putaran mesin agar tetap rendah sekitar 1.500-2.000 RPM agar air tidak terisap ke dalam saluran udara dan knalpot mobil.

Memeriksa komponen mobil

Setelah menerobos banjir, ada sejumlah komponen penting pada mobil yang harus segera diperiksa. Komponen paling penting yang harus diperiksa pertama kali adalah Electronic Control Unit (ECU). Periksa apakah ECU dalam kondisi kering atau basah. Jika basah, sebaiknya jangan langsung menyalakan mobil lagi karena dapat menyebabkan korsleting pada sistem kelistrikan mobil.

Selain ECU, filter udara pada mobil juga perlu diperiksa. Jika bagian filter kering, maka ia dapat berfungsi dengan baik untuk menyaring udara sebelum masuk ke ruang mesin. Filter udara yang basah setelah menerobos banjir merupakan tanda masuknya air ke ruang mesin.

Jika volume air yg masuk sedikit biasanya mobil akan tetap bisa menyala dan sisa air akan terbuang dari ruang pembakaran. Jika mobil sulit dinyalakan, jangan terus dipaksakan karena dapat membuat mesin rusak. Segera minta bantuan dari bengkel terdekat.

Meski sudah berkendara secara hati-hati, risiko kerusakan mobil akibat banjir masih mungkin terjadi. Lengkapi mobil kesayangan Anda dengan perlindungan asuransi dari Garda Oto. Proses pembelian asuransi dapat dilakukan secara online dan tersedia fasilitas cicilan 0%.

Khusus pembelian asuransi Garda Oto selama bulan November melalui situs gardaoto.com, Anda akan mendapatkan sejumlah keuntungan tambahan, seperti bonus e-Toll hingga Rp800 ribu dan bonus Perluasan Banjir untuk mobil kesayangan. Yuk, intip promo Novemberain dari Garda Oto pada tautan ini.

SPONSOR: Asuransi Astra
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR