TIP OTOMOTIF

Cara membuat SIM Internasional dan paspor kendaraan

Ilustrasi sertifikat SIM internasional.
Ilustrasi sertifikat SIM internasional. | Ken Durden /Shutterstock

Berkelana di negeri asing, apalagi menggunakan kendaraan sendiri, menawarkan pengalaman yang beragam dan tak terlupakan. Dengan menyusuri jalanan, Anda bisa melihat banyak hal dari negara tersebut yang tak ditawarkan dalam sebuah tempat wisata.

Namun, untuk dapat melakukan itu, ada dua hal penting yang perlu Anda siapkan, yaitu Surat Izin Mengemudi (SIM) Internasional dan surat lain yang mesti Anda urus jika ingin membawa kendaraan milik Anda jalan-jalan ke negara lain.

Pertama, soal SIM Internasional, atau yang disebut juga International Driving Permit (IDP).

Memang SIM yang dikeluarkan Kepolisian Republik Indonesia sudah diakui keabsahannya oleh seluruh negara anggota ASEAN (Asosiasi Negara-Negara Asia Tenggara), pun beberapa negara lain dalam jangka waktu tertentu. SIM Indonesia, misalnya, berlaku di Australia selama tiga bulan sejak kedatangan sang pemilik SIM.

Karena peraturan tiap negara soal SIM asing itu berbeda-beda, ada baiknya Anda membuat SIM Internasional atau IDP jika memang berniat menyetir kendaraan di luar negeri.

SIM khusus ini di Indonesia bisa dibuat di kepolisian melalui Satpas Korlantas atau Polda, seperti termaktub dalam pasal 51 ayat 1 Peraturan Kepala Polisi No. 9 Tahun 2012.

Adapun yang menanganinya adalah Korlantas Polri Bidang Registrasi dan Identifikasi (Regident) Subbid Pengemudi bagian SIM.

Untuk mendapatkannya relatif mudah, karena Anda tidak perlu lagi menjalani uji teori dan praktik. Cukup siapkan berkas dan kelengkapan yang diperlukan.

"Kalau semua berkas sudah lengkap, 15 menit selesai, bahkan bisa lebih cepat kalau kondisi sepi," terang salah satu petugas di NTMC Polri kepada Otomania.

Kelengkapan yang wajib dibawa, seperti dipapar akun Facebook Divisi Humas Polri, adalah:

  1. KTP asli dan fotokopi (1 lembar). Sementara untuk Warga Negara Asing (WNA), bawa KITAP (Kartu Izin Tinggal Tetap) asli dan fotokopi,
  2. SIM Nasional asli yang masih berlaku dan fotokopi (1 lembar),
  3. Paspor asli yang masih berlaku dan fotokopi (1 lembar),
  4. Pas foto berwarna terbaru ukuran 4x6, dengan warna latar belakang foto biru, sebanyak 4 lembar. Untuk pria memakai dasi dan wanita menggunakan blazer,
  5. Satu lembar materai Rp6.000,
  6. Bagi WNA staf kedutaan wajib disertakan KITAP atau KTP atau ID Korps Diplomatik seta melampirkan surat rekomendasi dari kedutaan.

Biaya pembuatan SIM Internasional baru adalah Rp250.000, sementara perpanjangan Rp225.000.

Pemohon SIM wajib hadir untuk mengisi formulir pendaftaran, tanda tangan, foto, dan sidik jari untuk basis data Polri, dan tidak dapat diwakilkan. Jika persyaratan lengkap, maka waktu proses tak akan memakan waktu lama, yakni kurang lebih 15 menit.

Jika Anda ingin melakukan perpanjangan SIM internasional, maka Anda wajib juga melampirkan SIM internasional yang lama.

SIM internasional berlaku selama tiga tahun, terhitung dari tanggal pembuatannya.

Anda dapat melakukan pembuatan SIM internasional di Korlantas Polri Jl. MT Haryono Kav 37-38, Jakarta 12770, pada hari kerja pukul 08.30-15.00 WIB.

Seperti SIM reguler, SIM Internasional juga punya beberapa golongan, yaitu:

  1. Golongan A. Untuk sepeda motor dengan atau tanpa gandengan, kendaraan khusus orang cacat dan kendaraan bermotor roda tiga dengan berat kosong tidak lebih dari 400 kg.
  2. Golongan B. Kendaraan bermotor selain kategori A, dengan massa maksimum yang diperbolehkan 3.500 kg. Memiliki tidak lebih dari delapan kursi penumpang selain kursi pengemudi.
  3. Golongan C. Kendaraan bermotor yang digunakan untuk mengangkut barang dengan massa maksimum yang diizinkan lebih dari 3.500 kg. Kendaraan jenis ini boleh menarik trailer ringan.
  4. Golongan D. Kendaraan bermotor yang digunakan untuk mengangkut penumpang dengan memiliki tidak lebih dari delapan kursi selain kursi pengemudi.
  5. Golongan E. Kombinasi dari kendaraan yang kendaraan utamanya ada di dalam kategori-kategori yang pengemudi diberikan izin mengemudi (B dan/atau C dan/atau D), tetapi tidak termasuk dalam kategori yang telah ditentukan.

Mengurus paspor kendaraan

Sementara bagi Anda yang berniat pelesir antarnegara dengan menggunakan kendaraan, baik itu motor atau mobil, wajib hukumnya membuat paspor kendaraan dari negara asal. Paspor itu disebut Carnet de Passages en Douane (CPD) yang merupakan buku akses bea cukai.

Jika Anda berangkat dari Indonesia, maka kepengurusan paspor kendaraan dapat Anda lakukan melalui kantor Ikatan Motor Indonesia (IMI) pada masing-masing daerah sesuai domisili. Penunjukan IMI sebagai penerbit dan penjamin CPD disahkan dalam Keputusan Menteri Keuangan (Menkeu) Nomor 533/KM.4/2015.

Sebelum melakukan pengajuan, ada baiknya Anda membuat Kartu Tanda Anggota (KTA) IMI yang bisa diurus pada sekretariat IMI sesuai dengan domisili.

Seperti dipaparkan laman IMI, berikut prosedur pembuatan paspor kendaraan;

  1. Mengisi formulir permohonan secara lengkap dan membeli blanko dokumen CPD,
  2. Menunjukkan Paspor, SIM dan KTA IMI yang asli dan dan fotokopi yang masih berlaku,
  3. Menunjukkan faktur pembelian motor, BPKB dan STNK kendaraan asli dan fotokopi yang masih berlaku,
  4. Menunjukkan kendaraan yang akan mempergunakan fasilitas CPD, serta menyerahkan foto kendaraan, foto nomor mesin dan foto nomor rangka, masing-masing dengan ukuran 8x13 cm,
  5. Menyerahkan surat persetujuan pemeriksaan fisik dan blanko dokumen CPD,
  6. Membayar uang jaminan penerbitan CPD dan akan dikembalikan ketika kembali ke tanah air sekaligus mengembalikan CPD Carnet Ke IMI.

CPD berlaku selama setahun dan bisa diperpanjang. Nilai jaminan yang diserahkan kepada IMI untuk CPD sebesar 25 persen dari nilai kendaraan. Uang jaminan itu akan dikembalikan kepada Anda jika dokumen diserahkan kembali kepada IMI, karena dokumentasi CPD sepenuhnya adalah milik IMI.

CPD ini berlaku di beberapa kawasan dan benua, seperti Asia, Afrika, Amerika, Eropa dan Australia.

Anda dapat melakukan pendaftaran CPD melalui tautan ini.

Setelah SIM Internasional dan paspor kendaraan selesai dibuat, kini Anda bisa berpetualang ke berbagai negara dengan lebih tenang.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR