INDUSTRI OTOMOTIF

Ekspor sepeda motor naik signifikan pada 2018

Karyawan mengecek unit kendaraan di pabrik PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Jakarta, Senin (3/12/2018).
Karyawan mengecek unit kendaraan di pabrik PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Jakarta, Senin (3/12/2018). | Puspa Perwitasari /Antara Foto

Sepeda motor produksi Indonesia, walau bermerek asing, semakin mantap tancap gas di mancanegara. Hal itu ditunjukkan dengan terus meningkatnya jumlah produk yang diekspor dari pabrik di dalam negeri.

Angka pengapalan motor ke luar negeri pada periode Januari-Oktober 2018, menurut data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), mencapai 510.600 unit. Naik 44 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (354.500 unit).

Ekspor selama 10 bulan tersebut bahkan telah melebihi jumlah motor yang dikirim ke luar negeri sepanjang 2017 yang tercatat 434.800 unit.

Nilai realisasi ekspor hingga Oktober 2018--unit motor utuh (CBU) dan terurai (CKD)--dikabarkan CNBC Indonesia telah mencapai 1,3 miliar dolar AS, sekitar 100 juta dolar AS lebih besar dibandingkan nilai ekspor keseluruhan pada tahun lalu.

Memang, jumlah ekspor Januari-Oktober tersebut masih kurang sekitar 100.000 unit dari target ekspor sepeda motor yang dicanangkan Kementerian Perindustrian (Kemenperin), yakni 600.000 unit, atau 10 persen dari total produksi pada 2017.

Target yang hendak dicapai AISI sedikit lebih rendah dibandingkan keinginan Kemenperin, yaitu 530.000 unit hingga penghujung tahun.

Akan tetapi, bila melihat pencapaian dua bulan terakhir--69,2 ribu unit pada September dan 72,1 ribu unit pada Oktober--besar peluang target AISI terlewati, bahkan mungkin target Kemenperin bisa terealisasi.

Terus naiknya angka ekspor tersebut, menurut Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, menunjukkan bahwa produk Indonesia sudah bisa memenuhi standar internasional dan kompetitif di tingkat global.

“Apalagi, Indonesia sebagai salah satu basis produksi otomotif untuk memenuhi pasar domestik dan mancanegara. Saat ini, kita merupakan pasar ketiga terbesar di dunia setelah India dan China,” kata Airlangga, dalam situs resmi Kemenperin (3/12).

Ia melanjutkan, pada 2017 sepeda motor memberikan kontribusi yang signifikan pada neraca perdagangan Indonesia dengan total nilai ekspor dari CBU, CKD, dan komponen sebesar 1,2 miliar dolar AS.

Naiknya ekspor sepeda motor tersebut tentunya bisa membantu kinerja neraca perdagangan Indonesia, yang masih terlihat jomplang walau mulai menunjukkan perbaikan.

Pada periode Januari-Oktober 2018, ekspor Indonesia mencapai angka 150,88 miliar dolar (Rp2.172,3 triliun), naik 8,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun angka impor naik lebih tinggi, 23,4 persen, menjadi 156,9 miliar dolar. (h/t WartaEkonomi.co.id).

Oleh karena itu, pemerintah menyambut baik peningkatan produk ekspor dari berbagai bidang, terutama non-migas. Seperti ditunjukkan Presiden Joko "Jokowi" Widodo yang menghadiri acara pelepasan produk ekspor ke-1,5 juta PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Senin (3/12/2018).

Presiden menyatakan senang bisa menghadiri acara-acara pelepasan ekspor, sebab saat ini dibutuhkan Indonesia untuk mengatasi defisit transaksi berjalan dan neraca perdagangan.

"Negara kita ini memiliki problem besar, yaitu impor lebih besar dari ekspor. Ini problem besar yang bertahun-tahun ingin kita atasi," kata Jokowi di Pabrik YIMM, Pulogadung, Jakarta Timur, dikutip situs Kantor Staf Presiden (KSP).

Sebagai bentuk dukungannya, Jokowi menegaskan agar YIMM, juga eksportir lainnya, agar segera menginformasikan kepada dirinya jika menemui hambatan-hambatan dalam berinvestasi di Indonesia.

"Investasi-investasi yang orientasinya ekspor, yang konten lokalnya tinggi, kalau tidak kita berikan ruang yang sebesar-besarnya itu keliru besar. Oleh sebab itu, tadi saya sampaikan kalau Menteri tidak memberikan perhatian ya saya akan beri perhatian sendiri," tegas Presiden.

Naik 14,7 kali lipat

Sepanjang 2018, YIMM menyatakan telah mengekspor 338.000 unit sepeda motor ke lebih dari 45 negara. Selain motor utuh, YIMM menyatakan mereka juga telah mengekspor 5,3 juta CKD (completely knock down) set. Nilai ekspor pada tahun ini diperkirakan mencapai Rp13,2 triliun.

Angka ekspor tersebut, menurut Executive Vice President YIMM Dyonisius Beti dalam Liputan6.com, naik 14,7 kali lipat dibandingkan empat tahun lalu yang hanya sekitar 23.000 unit.

Selain itu, YIMM juga mengklaim bahwa lebih dari 94 persen komponen pada sepeda motor yang diekspor--XMax, NMax, Aerox, Lexi, YZF-R3, YZF-R25, YZF-R15, MT-25, MT-03, dan MX-King--sudah diproduksi di pabrik Pulogadung.

"Pabrik Yamaha dapat berperan aktif mendukung penguatan ekonomi Indonesia," kata Dyon.

Ketua Umum AISI, Johannes Loman, kepada Kata Data menyatakan, bukan hanya Yamaha yang mengalami kenaikan angka ekspor. Hingga September, menurutnya, semua merek anggota AISI menunjukkan ekspor yang positif.

Ekspor Kawasaki tercatat tumbuh paling tinggi, mencapai 325,2 persen. Sementara Suzuki naik 82,1 persen, disusul Honda 45,3 persen dan TVS 28,4 persen.

BACA JUGA