Etiket menggunakan lampu jauh di jalan raya

Ilustrasi lampu jauh yang menyilaukan pada kendaraan
Ilustrasi lampu jauh yang menyilaukan pada kendaraan | May_Chanikran /Shutterstock

Pengemudi yang menggunakan lampu jauh (high beam) di jalan raya saat malam kerap dijumpai. Cahaya silau bisa membahayakan pengemudi lain. Bagaimana aturan dan etiket penggunaan lampu tersebut?

Menurut Senior Driving Consultant dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, lampu jauh sebaiknya tidak digunakan sebagai penerangan utama. Dalam perjalanan malam hari, boleh menggunakannya asal tidak menyala terus-menerus.

“Untuk itu, ketika ada mobil datang dari arah depan, lampu jauh dimatikan. Ketika tidak ada mobil dari arah depan, boleh digunakan lagi namun tidak terus menerus. Penggunaan lampu jauh memang diperbolehkan untuk menerangi jarak yang lebih luas. Misal ingin melihat petunjuk jalan, itu biasa pakai lampu jauh. Sah saja namun harus ada etikanya,” ujar Sony.

Bahaya yang timbul akibat penggunaan lampu jauh, tidak bisa dianggap sepele. Mata bisa seperti kehilangan penglihatan saat menatap sorot sinar lampu jauh di jalan raya. Ini tentu dapat menimbulkan rasa tidak nyaman sampai berujung kecelakaan.

"Penggunaan lampu jarak jauh terus-menerus akan menimbulkan gangguan silau atau pandangan. Jika pemanfaatannya mengganggu orang lain itu akan jadi pelanggaran dan keamanan dalam berlalu lintas," terang Direktur Keamanan dan Keselamatan (Dirkamsel) Korlantas Polri, Brigjen (Pol) Chrysnanda Dwilaksana dinukil detikcom.

Oleh sebab itu, Anda sebaiknya memahami kapan waktu tepat menggunakan lampu jauh saat berkendara.

Secara umum, lampu jauh tidak boleh digunakan dalam jarak 150 meter dari kendaraan yang mendekat atau dalam jarak kurang dari 100 meter dari kendaraan lain yang ada di depan Anda.

Jangan pernah menggunakan lampu jauh saat mengemudi dalam kondisi kabut, hujan, atau salju. Dalam kondisi seperti itu, penggunaan lampu tersebut justru membuat penglihatan Anda dan kendaraan lain dari arah berlawanan terganggu.

Lampu jauh juga sebaiknya tidak digunakan di persimpangan jalan raya dalam kota, kecuali untuk memberi isyarat.

Gunakan lampu jauh di jalan pedesaan dan jalan raya terbuka dengan penerangan jalan yang minim. Lampu jauh akan membuat Anda melihat lebih luas dan lebih jelas terhadap kondisi jalan.

Menurut Instruktur sekaligus pendiri Jakarta Defensive Driving Consultant (JDDC) Jusri Pulubuhu, salah satu fungsi lampu jauh adalah sebagai sarana komunikasi dengan kendaraan lain.

Misal di jalanan dalam kota, Jusri menjelaskan lampu jauh dapat digunakan untuk memberi tanda kepada kendaraan lain jika kita hendak mendahului.

Penggunaan lampu jauh sembarangan di jalanan raya menurut Jusri melanggar etiket. "Seharusnya tidak dilakukan, tidak beretika itu. Ini adalah bentuk ketiadaan empati orang, akibat kurangnya pemahaman bahwa jalan raya ini fasilitas publik sehingga harus tertib dan mengedepankan etika."

Lebih lanjut dia menerangkan, “Jadi lampu jauh hanya digunakan ketika memasuki ke daerah-daerah gelap, daerah-daerah sepi di mana jarak pandang kita kurang, seperti daerah gunung dan perbukitan," tambah dia.

Warna lampu utama dan lampu jauh juga perlu diperhatikan. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 55 tahun 2012, Pasal 23, mengacu pada Undang-undang Nomor 22 tahun 2009, Pasal 48 Ayat 3, tentang sistem lampu dan alat pemantul cahaya, hal ini diatur.

Lampu utama dekat dan jauh berwarna putih atau kuning muda. Sehingga mengganti dengan warna lain seperti biru terang tidak disarankan.

Bagi pelanggar yang tidak sesuai persyaratan layak jalan akan dikenakan Pasal 106 Ayat 3 junto Pasal 48 Ayat 3, dipidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp500 Ribu.

Di Tiongkok sejak tahun 2014, penggunaan lampu jauh sembarangan dikenai sanksi. Mereka yang melanggar bakal dikenakan denda sebesar 300 Yuan atau setara dengan Rp620 ribu. Jika pelanggar tidak mau membayar denda, akan dihukum duduk di depan mobil sambil menatap cahaya lampu mobil selama waktu 60 detik.

Sedangkan India menerapkan denda maksimal 300 Rupee atau sekitar Rp60 ribu bagi pelanggar ketentuan penggunaan lampu jauh di jalan raya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR