TIP OTOMOTIF

Gaya mengemudi pengaruhi pemakaian BBM

Ilustrasi mengendarai mobil
Ilustrasi mengendarai mobil | Soloviova Liudmyla /Shutterstock

Selain masa pemakaian, gaya menyetir bisa memengaruhi kondisi mobil Anda, mulai dari performa mesin, kualitas eksterior, dan interior. Begitu pula dengan borosnya pemakaian Bahan Bakar Minyak (BBM).

Bisa jadi masalahnya bukan pada kendaraan, tetapi gaya Anda dalam mengendarainya.

“Selama beberapa tahun terakhir, biaya perawatan mobil terus meningkat, tetapi ada beberapa siasat untuk menimalisir hal tersebut,” kata Jess Osborne, seorang pemilik showroom dan perawatan mobil, Gumtree Automotive, dari Australia.

Dia menambahkan, salah satu faktor utama yang menentukan besaran anggaran perawatan mobil tergantung dari cara Anda mengemudi.

“Pengemudi yang agresif menyebabkan peningkatan konsumsi bahan bakar dan masa komponen dalam mobil menjadi haus. Mengemudi dengan cepat meningkatkan akselerasi. Kebiasaan memijak rem secara mendadak membuat bahan bakar cepat habis,” urainya.

Berdasarkan penelitian, mengemudi kendaraan dengan kecepatan tinggi dapat menyedot bahan bakar sampai dengan 33 persen.

Oleh karena itu, jika Anda ingin menghemat pemakaian bahan bakar, disarankan untuk mengemudi dengan kecepatan stabil. Lalu, setiap penambahan kecepatan pastikan dilakukan secara bertahap.

Sapta Agung Nugraha, Service Head Auto 2000, cabang Pramuka, juga menganjurkan hal serupa, yaitu apabila ingin irit BBM, gaya mengemudi harus disesuaikan.

Dia menyarankan agar ketika menginjak pedal gas, jangan langsung diinjak dalam-dalam, tetapi sedikit diurut.

Lalu, bila menggunakan mobil bertransmisi matik, usahakan selalu memposisikan tuas transmisi pada posisi netral saat mobil dalam kondisi tidak bergerak.

“Rencanakan perjalanan dengan cermat. Berangkat beberapa menit lebih awal, supaya tidak terburu-buru. Banyak pakar menjelaskan, Anda butuh 15 sampai dengan 20 detik untuk mencapai kecepatan 80 kilometer/jam. Hal tersebut menciptakan transisi dari kecepatan rendah menuju lebih cepat yang gentle. Apabila mobil Anda dilengkapi dengan teknologi komputer yang memberikan notifikasi mengenai jumlah bahan bakar, manfaatkanlah. Anda akan terkejut dengan informasi mengenai bahan bakar bisa berfluktuasi sesuai dengan gaya mengemudi,” papar Osbourne.

Sapta pun merekomendasikan untuk mempertahankan supaya putaran mesin mobil Anda di bawah 3.000 RPM saat berada di jalan tol. Jadi, contoh, kecepatan 70-80 kpi dengan 2.500 RPM.

“Itu juga akan membantu konsumsi BBM jadi lebih irit. Kalau selalu di atas 3.000 RPM akan boros,” terang Sapta.

Pemakaian Air Conditioner (AC) dalam mobil ternyata turut memengaruhi jumlah anggaran perawatan mobil, terkait dengan pemakaian BBM.

Ironisnya, mengemudi tanpa AC dan membuka jendela mobil bukanlah alternatif yang lebih baik.

Osbourne menerangkan bahwa dengan membuka jendela bisa menambah beban laju mobil. Otomatis, pemakian BBM semakin besar.

“Selalu tutup jendela mobil Anda. Memang AC menuntut bahan bakar lebih ketika dalam kondisi tak bergerak. Solusinya, awali perjalanan tanpa menggunakan AC dengan jendela tertutup selama beberapa menit. Selanjutnya, nyalakan AC mobil. Anda tak perlu membatasi penggunaan AC,” sarannya.

Anjar Rosjadi, Executive Coordinator Technical Service Division ADM, beban mesin memang berkurang ketika AC dimatikan, tetapi presentase penghematannya tidak signifikan.

“Namun, untuk menghemat BBM memang bisa,” ujar Anjar.

Dia menganjurkan, hal lain yang mudah untuk diterapkan pengendara, yakni mengatur akselerasi secara perlahan, memanfaatkan engine brake untuk memperlambat laju, dan kalau dalam kondisi jalan lancar usahakan berkendara di RPM rendah, yaitu 2.000-2.500.

“Trik itu bisa mengurangi hambatan angin terhadap mobil kita. Kalau macet orang cenderung agresif untuk berebutan jalan, karena takut diserobot, ini juga bisa bikin boros BBM, jadi disarankan kalau macet tetap stabil dan nikmati perjalanan saja," pungkasnya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR