Gejala pelek bermasalah dan solusinya

Ilustrasi pelek kendaraan yang bermasalah.
Ilustrasi pelek kendaraan yang bermasalah.
© Shutterstock

Penopang roda, yang biasa disebut pelek, merupakan suku cadang yang sangat penting pada sebuah kendaraan. Akan berbahaya jika elemen penunjang kaki-kaki dan penggerak kendaraan itu bermasalah.

Jika pelek bermasalah, tentunya roda juga tak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Kemungkinan terbesar, angin di dalam ban bisa lari keluar dan memicu kecelakaan. Oleh karenanya, pelek perlu dirawat dengan baik dan diperhatikan serius oleh para pemilik kendaraan.

Akan lebih baik jika para pemilik kendaraan mengetahui ciri-ciri atau gejala yang menjadi penanda bermasalahnya sebuah pelek.

Aldhy M. Siregar, Marketing Manager PT Sinar Agung Mulia (JF Luxury), mengatakan bahwa gejala pelek kendaraan rusak dapat diketahui tanpa harus mencopot pelek tersebut.

"Pertama ban sering kempes. Ketika dicek dengan isi angin ternyata tidak ada kebocoran (pada ban), itu pasti pelek ada yang retak atau bocor, walau satu titik," ujar Alhdy, menukil Liputan6 (3/3/2017).

Kemudian, lanjutnya, saat berada di jalanan akan terasa kemudi yang bergetar, ini dikarenakan tekanan angin pada ban secara simultan berkurang, sehingga roda berputar tidak seimbang dan tak mampu menahan bobot kendaraan dengan baik.

Alhdy juga mengatakan bahwa rusaknya pelek akan membuat fisik ban cepat berubah karena gerusan yang dialami masing-masing ban (dua pada motor atau empat pada mobil) menjadi tidak rata.

Penyebab pelek rusak dan cara reparasinya

Ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab rusaknya pelek. Misalnya, memacu mobil dengan kecepatan tinggi pada jalanan rusak atau tidak memeriksa tekanan angin pada ban secara berkala.

Selain itu, pelek bisa retak atau pecah bila menghantam lubang jalanan atau trotoar saat ban dalam kondisi kurang tekanan angin.

Aldhy menyatakan tidak mungkin pelek kendaraan orisinal pabrik sekonyong-konyong rusak. Ia menegaskan para produsen biasanya telah mengecek secara detail setiap suku cadang kendaraan, termasuk pelek, sebelum dipasarkan.

Agar pelek tak cepat rusak, Jupriadi, spesialis setel pelek motor, kepada Tempo.co, menyarankan para pengemudi untuk tidak membawa beban berlebih saat berkendara.

Bagaimana jika pelek kendaraan kita rusak? Tentu saja dengan datang ke tempat reparasi pelek atau, kalau punya dana berlebih, segera menggantinya dengan yang baru.

Dipaparkan Autobild (1/4/2011), semua pelek dari berbagai jenis material, baik besi maupun aluminium alloy, dapat diperbaiki. Akan tetapi tak semua bengkel menerima untuk memperbaiki pelek berbahan dasar besi.

Saat ini, kebanyakan dari tempat reparasi pelek hanya melayani perbaikan pelek berbahan aluminium alloy, seperti yang dikatakan Eko, penggawa bengkel Autoline di Arteri Kedoya, Jakarta Barat.

Perbaikan pelek mobil pun yang bisa dilakukan dengan beragam cara. Perbaikan paling ringan biasanya adalah mengembalikan kondisi bibir pelek yang peang. Hal itu dilakukan dengan cara mengepres atau menempanya sembari dipanaskan.

Sementara itu, seperti dijelaskanTempo.co, ada beberapa cara untuk menyempurnakan kondisi pelek sepeda motor yang sedikit penyok atau bahkan bengkok.

Biasanya pelek berjenis racing (cast wheel) akan dipres untuk mengembalikannya ke kondisi semula.

Pengepresan itu bisa dilakukan menggunakan alat khusus yang saat ini banyak tersedia di bengkel-bengkel motor, atau menempanya secara tradisional oleh mekanik yang sudah terlatih.

Setelah itu, untuk pelek jari-jari (spoke wheel) biasanya mereka akan menguji tingkat ketegangan dan kelurusan masing-masing jari-jari itu, sebelum dipasangkan kembali.

MUAT LAGI
x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.