MOTOR LISTRIK

Gesits bakal diluncurkan pada HUT ke-73 RI

Menristek Dikti Mohamad Nasir duduk di atas motor listrik Gesits, di Pabrik Gesits, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat.
Menristek Dikti Mohamad Nasir duduk di atas motor listrik Gesits, di Pabrik Gesits, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat. | Gesit.co.id

Jika semua berjalan sesuai jadwal, tak lama lagi kita bakal melihat Gesits, sepeda motor listrik produksi Indonesia, berseliweran di jalanan.

Dikabarkan Tempo.co (9/2/2018), Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, bercerita bahwa produsen sepeda motor listrik tersebut menyampaikan rencana mereka untuk meluncurkan Gesits bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan ke-73 Republik Indonesia.

"Katanya 17 Agustus 2018 mau di-launching di kantor saya," kata Jonan saat mengunjungi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk menjalin kerja sama pengembangan kedaulatan energi.

Sang Menteri juga menyatakan bahwa ia memang menyarankan agar motor listrik hasil kerja sama ITS, PT Gesits Technologies Indo (GTI), dan PT Wika Industri dan Konstruksi tersebut untuk segera diproduksi massal.

"Karena kalau tidak pernah coba dijual, kita tidak tahu apa yang harus diperbaiki ke depan," tegas Jonan.

Pada Senin (12/2), CNN Indonesia mengabarkan bahwa sumber GTI membenarkan rencana peluncuran tersebut.

Sumber yang tak diungkap identitasnya itu menjelaskan, momen peluncuran bertepatan dengan HUT RI sekaligus untuk membangkitkan semangat masyarakat Indonesia. Kandungan lokal skutik listrik Gesits disebut-sebut mencapai 90 persen.

"Kami maunya (Indonesia) merdeka beneran tanggal 17 Agustus nanti," tegasnya.

Perjalanan Gesits

Skuter bertenaga listrik itu mulai dikembangkan pada tahun 2015 oleh ITS, bekerja sama dengan Garansindo Group--distributor beberapa merek kendaraan di Indonesia. Gesits juga merupakan akronim dari "Garansindo Electric Scooter ITS".

Garansindo kemudian mendirikan GTI, anak perusahaan yang khusus mengurusi segala hal berkaitan dengan Gesits.

Dapur pacu Gesits menyuguhkan motor elektrik berdaya 5 kW dengan torsi mencapai 15 Nm pada 3.000 rpm. Hanya membutuhkan waktu 3-4 jam untuk mengisi penuh baterai berjenis lithium-ion pada motor tersebut.

Direktur Pusat Unggulan Iptek Sistem dan Kontrol Otomotif (PUI SKO) ITS, Muhammad Nur Yuniarto mengatakan, timnya telah membuat 15 purwarupa sepeda motor listrik di ITS. Purwarupa itu merupakan program dari pengembangan riset yang berkelanjutan ke depannya.

Kehadiran Gesits mendapat sambutan baik dan dukungan penuh dari pemerintah, yang berencana untuk mengeluarkan regulasi low carbon emission vehicle (LCEV) yang akan diberlakukan tahun ini.

Melalui Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), pemerintah juga memberikan bantuan dana riset Rp5 miliar untuk pengembangan Gesits. Hal itu menunjukkan bahwa pemerintah siap mengantisipasi perubahan arah industri kendaraan di dunia, dari penggunaan mesin berbahan bakar minyak menjadi mesin listrik.

Untuk menguji sekaligus membuktikan ketangguhannya, Gesits sempat menjalani tes kendara Jakarta-Bali pada 2016. Tiga unit purwarupa motor listrik tersebut berhasil menempuh jarak 1.400 km tanpa kesulitan berarti.

Keberhasilan itu membuktikan motor listrik itu sudah sesuai dengan kondisi Indonesia dan menerbitkan optimisme untuk segera memproduksi massal motor tersebut dan pada Agustus 2017, ITS dan GIT menggandeng Wika untuk bekerja sama.

Pabrik Wika di kawasan Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, disiapkan menjadi basis produksi motor listrik tersebut. Pabrik seluas 2.400 meter persegi itu dimanfaatkan untuk fasilitas penerimaan komponen, perakitan sepeda motor, dan pengujian terakhir.

Hasil produksi akan ditempatkan dalam sebuah gudang penyimpanan sementara dengan lahan seluas 1.400 meter persegi.

Kandungan lokal skutik listrik Gesits diklaim telah mencapai 90 persen dan motor itu pun telah melalui beberapa pengujian atas kelayakan jalan, baik dari sisi performa, dan kinerja baterai.

Target produksi 50.000 unit per tahun

Direktur Utama PT GTI, yang juga Chief Operating Officer (COO) PT Garansindo Group, Harun Sjech, sempat mengatakan usai Gesits dinyatakan laik jalan, motor akan diproduksi sebanyak 10-200 unit, baru dalam jumlah besar.

GTI dan Wika, dikutip Kumparan, menargetkan produksi 50.000 unit Gesits setiap tahun dan bisa dikembangkan hingga 100.000 unit per tahun. Adapun, produksi baru dilakukan pada kuartal I 2018.

Saat ini, walau belum diluncurkan resmi, mereka menyatakan sudah ada sekitar 30 ribu pesanan yang masuk dan diterima Garansindo, baik dari individu maupun instansi sejak keran pra pemesanan (pre-order), dibuka pada 28 Mei 2016 melalui laman resmi Gesits.

"Nanti sekitar bulan Oktober (2018) sudah siap meluncur di jalan," janji Harun.

Harga Gesits belum diumumkan, namun Chief Executive Officer (CEO) Garansindo Group Muhammad Al Abdullah sempat menyatakan motor listrik tersebut akan dijual dengan harga yang relatif terjangkau, di bawah Rp20 juta per unit.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR