Helm masa kini punya fitur pendingin udara

Helm Feher dengan fitur pendingin udara.
Helm Feher dengan fitur pendingin udara. | /Feherhelmet.com

Bagi pemotor, helm vital fungsinya untuk keselamatan berkendara. Namun, sebagian pemotor merasa tak nyaman mengenakannya. Kini ada solusi helm berpendingin.

Ada waktunya naik motor di negara tropis seperti Indonesia sangat tidak nyaman. Saat cuaca panas, memakai helm mungkin terasa sumpek. Belum lagi helm bisa bau karena keringat menempel.

Tidak tinggal diam, produsen berusaha membuat pengendara lebih nyaman saat menggunakan helm.

Seperti diberitakan Motorcycle.com, produsen helm Amerika serikat, Feher Helmet, melalui model ACH-1 mengumumkan produk helm pertama yang menggunakan fitur pendingin udara atau AC di dalam helm.

Helm itu menggunakan teknologi thermoelectric dikombinasikan dengan teknologi tubular spacer fabric untuk menyalurkan udara dingin ke dalam helm.

Pengguna helm ini akan merasakan kesejukan udara pada bagian atas kepala pengendara, khususnya pada area dari belakang kepala ke dahi.

Suhunya pun sanggup mencapai 10-15 derajat Celsius, yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan, sehingga membuat kepala pemotor tetap sejuk.

Sistem kerja AC pada Feher Helmet.
Sistem kerja AC pada Feher Helmet. | Ilustrasi gambar Feherhelmet.com

Prinsip kerja

Dalam laman resminya, Steve Feher, pendiri dan CEO Feher Research mengklaim ACH-1 akan meningkatkan kenyamanan berkendara saat cuaca panas.

Feher juga mengungkapkan, cara kerja teknologi pada helm ACH-1 mirip seperti yang digunakan untuk mendinginkan jok pada merek-merek mobil ternama, seperti Rolls-Royce, Bentley, Infiniti, Lexus, dan GM, yang juga merupakan buah rancangnya.

Selama tujuh tahun terakhir di Los Angeles, Feher merancang teknologi AC untuk helm, mematenkan, dan memproduksinya, dengan bermitra dengan produsen helm lain, tanpa menyebut merek lebih rinci.

ACH-1 menggunakan dua kipas kecil dan perangkat thermoelectric yang ditempatkan di bagian belakang helm untuk meniup udara melalui liner helm.

Pendingin helm akan fokus pada pendinginan area kritis pada kepala, sehingga fitur pendingin pada ACH-1 dapat mengurangi dampak negatif pada kepala dari panas yang berlebihan.

Konsep Feher ini menciptakan pendinginan di atas sistem vaskular pada kulit kepala, sehingga menghasilkan rasa dingin secara keseluruhan.

Namun begitu, AC pada helm ini tak akan membuat seisi helm menjadi sedingin kulkas, akan tetapi hanya untuk mengurangi suhu interior helm.

Bahkan dalam sebuah percobaan yang dilakukan Feher, ia pernah berkendara dengan purwarupa ACH-1 pada suatu hari dengan suhu udara saat itu mencapai 45 derajat Celsius, dan ia tak berkeringat.

"Lebih nyaman untuk mengendarai--motor--dengan helm ber-AC, ketimbang berkendara tanpa helm sama sekali," kata pria 66 tahun yang tinggal di Beverly Hills itu dalam LA Times tahun lalu.

Untuk mendukung kinerjanya, helm ini menggunakan aliran listrik dari aki sepeda motor dengan menggunakan kabel harness. Agar efisien, kabel dirancang untuk dapat dilepas secara mudah.

ACH-1 juga dapat menggunakan baterai sebagai pengisi daya AC. Baterai yang disediakan memiliki kapasitas yang bervariasi, namun harus memiliki daya tak lebih dari 12v. Baterai itu dapat dibeli secara terpisah, saat ini jenama Talencell sudah menyediakannya.

Lama waktu kinerja AC dengan menggunakan baterai, tentunya bervariasi. Sesuai dengan kapasitas baterai yang dipilih.

Jika menggunakan baterai berkapasitas 3000 mAh, maka akan mendukung kinerja AC selama 120 menit atau dua jam. Begitupun seterusnya dengan penggunaan kapasitas yang berlipat hingga 12.000 mAh.

Saat ini, jenama Feher membanderol helm ber-AC ini seharga $ 599,9 atau sekitar Rp8,7 jutaan.

Atas penemuan Feher itu, beberapa pelaku industri helm sempat memberi berkomentar.

"Dia penemu nyata," kata Alberto Alberici, eksekutif Lazer Helmets, produsen helm asal Belgia yang memproduksi helm untuk sepeda motor, sepeda kayuh, mobil salju, dan olahraga lainnya.

Sementara mantan eksekutif KBC helmet, Kirk Chung, mengatakan penemuan itu adalah sesuatu yang unik, sehingga berpotensi memiliki pasar yang sangat besar.

Lalu, apakah helm ini juga akan dijual di Indonesia?

Juragan Helm, salah satu distributor helm di Jalan Panjang, Jakarta Barat, saat dihubungi Beritagar.id, Sabtu (25/8), belum memberikan jawaban pasti soal kedatangan helm ini.

Akan tetapi, jika helm dijual di Indonesia, tentunya helm ber-AC ini akan menjadi alternatif pilihan bagi para pemotor di Indonesia yang menyenangi kegiatan menjelajah atau touring.

Feher Helmets 2018 ACH 1 Overview /Feher Helmets
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR