MOTOR BARU

Honda umumkan harga PCX 150, bukan pesaing NMax

Model berada di atas sepeda motor All New Honda PCX produksi Indonesia saat peluncuran pemasarannya di Jakarta, Rabu (7/2).
Model berada di atas sepeda motor All New Honda PCX produksi Indonesia saat peluncuran pemasarannya di Jakarta, Rabu (7/2). | Sigid Kurniawan /Antara Foto

Pada akhir tahun lalu, PT Astra Honda Motor telah memperkenalkan skuter matik (skutik) Honda PCX 150 rakitan lokal (completely knock down/CKD). Pada Rabu (8/2/2018), harga resmi dari dua varian skutik tersebut pun diumumkan.

Tak berbeda jauh dengan perkiraan harga yang sudah beredar, AHM membanderol PCX versi Combi Brake System (CBS) Rp27,7 juta dan Rp30,7 juta untuk versi Anti-Lock Braking System (ABS). Kedua harga tersebut dalam status on the road (OTR) Jakarta.

Walau harga resmi baru diumumkan, Executive Vice President Director AHM, Johannes Loman mengatakan, sejak versi anyar PCX 150 ini diperkenalkan, sudah 12.000 unit yang dipesan di diler-diler Honda.

Memang, setelah memperkenalkan PCX 150 pada Desember lalu, walau harga resmi belum diumumkan, diler-diler Honda sudah menerima pemesanan dengan uang muka Rp2 juta.

Marketing Director AHM Thomas Wijaya, dikutip Merdeka.com, menjanjikan kepada para pemesan yang sudah membayar uang muka tersebut bahwa motor baru sudah bisa diparkir di rumah mereka pada Maret 2018.

Ia menambahkan, warna hitam (Brilliant Black) adalah yang paling diminati. Warna-warna lain yang tersedia untuk PCX 150 adalahWonderful White (putih), Majestic Matter Red (merah), dan Glamour Gold (emas).

Angka pemesanan tersebut memang relatif kecil jika dibandingkan penjualan motor Honda yang tahun lalu mencapai angka 3,8 juta unit di Indonesia. Namun terasa menjanjikan peluang baru bagi AHM.

Pasalnya, selama 12 bulan lalu, penjualan PCX versicompletely build-up (CBU), yang diimpor dari Vietnam, hanya mencapai 4.900 unit.

Jumlah pemesanan itu juga menerbitkan optimisme AHM untuk bisa mencapai target penjualan 150.000 unit PCX lokal yang telah dicanangkan untuk tahun ini.

"Angka itu di luar untuk kebutuhan ekspor," kata Loman tanpa merinci lebih detail kapan pihaknya memulai produksi untuk kebutuhan ekspor.

Lebih mewah dari Vario

PCX 150 versi lokal ini menggunakan mesin yang sama dengan skutik Vario 150, yakni 149,3 cc, 4-tak, SOHC, PGM-Fi, eSP, idling stop system, dan pendingin cairan, serta standar emisi Euro3. Sedikit lebih kecil dibandingkan PCX impor dari Vietnam yang menggunakan mesin 152,9 cc.

Walau demikian, kelas PCX 150 lebih tinggi dari Vario 150, sudah tampak dari harganya yang berselisih hingga nyaris Rp6 juta--Vario 150 dipasarkan dengan harga Rp21,9 juta.

Perbedaan harga yang cukup tinggi tersebut disebabkan penggunaan beragam fitur kendaraan kelas premium yang tak bisa ditemukan pada Vario.

Semua elemen lampunya telah menggunakan LED, ada sistem keamanan berupa alarm dan answer back, soket pengisian daya gawai, lifter jok, serta spidometer digital penuh. Ada pula Smart Key System yang memungkinkan mesin motor untuk dihidupkan dari jarak jauh dan mengunci setang menggunakan remote.

Pada sektor kaki-kaki, motor ini juga dibekali fitur ABS channel tunggal, serta pelek dan ban yang lebih lebar dengan ukuran 100/80-14 (depan), dan 120/70-14 (belakang) untuk mendukung performa dan manuver motor.

Untuk menjaga kestabilan motor berdimensi panjang 1.923 mm, lebar 745 mm, tinggi 1.107 mm, dengan tinggi tempat duduk 764 mm ini, AHM juga telah memasangkan peranti rem cakram untuk kedua roda.

Selain itu, PCX lokal ini, menurut Yasuyuki Maeda dari R&D Honda Motor Co., menggunakan sasis yang berbeda dari PCX impor. Sasis baru ini, klaim Maeda, memangkas bobot motor hingga 2,4 kg lebih ringan dari sebelumnya.

Bobot yang lebih ringan tersebut membuat performa motor menjadi lebih baik. Maeda menyatakan mesin bertenaga 10,8 Kw yang digunakan bisa melesatkan PCX lokal hingga kecepatan puncak 104 km/jam.

Bukan pesaing NMax

Sejak kehadirannya diumumkan, para pengamat otomotif Indonesia memperkirakan PCX 150 ini diproduksi untuk menyaingi Yamaha NMax. Harga keduanya tidak terlalu berbeda--NMax ABS dijual Rp30,2 juta, sementara tipe non-ABS dibanderol Rp26,3.

NMax memang seperti berlari sendiri di kelas skutik gambot premium sejak Yamaha menjualnya pada Februari 2015. Tahun lalu saja, menurut data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia, 282.097 unit NMax laris di pasar lokal.

Meski demikian, Thomas Wijaya menyatakan PCX 150 dihadirkan bukan untuk menyaingi NMax. Fokus utama Honda adalah memenuhi kebutuhan konsumen yang disesuaikan dengan kondisi pasar Indonesia. Populasi motor, belum menjadi target utama mereka.

Ia juga mengatakan bahwa dari riset yang dilakukan AHM, permintaan motor skutik premium pasar domestik masih dalam kisaran angka 300 ribu unit.

"Makanya kami ingin mencoba untuk memberikan pilihan para konsumen sekitar 50 persen," kata Thomas, merujuk kepada target penjualan 150.000 unit PCX lokal pada tahun pertama kehadirannya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR