MOBIL LISTRIK

Indonesia Electric Motors Show, upaya merangsang industri kendaraan listrik

Mobil listrik karya Institut Teknologi Surabaya dipamerkan dalam Indonesia Electric Motors Show di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (4/9/2019).
Mobil listrik karya Institut Teknologi Surabaya dipamerkan dalam Indonesia Electric Motors Show di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (4/9/2019). | Bella Viona /Beritagar.id

Memanfaatkan isu kendaraan ramah lingkungan, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menggelar pameran kendaraan listrik bertajuk Indonesia Electric Motors Show (IEMS) di Jakarta selama dua hari, Rabu-Kamis (4-5/9/2019).

Adapun sebagai penutup IEMS 2019, para peserta pameran akan melakukan konvoi kendaraan listrik dari kantor BPPT di Jalan MH Thamrin, Jakarta, ke kantor BPPT di Serpong, Tangerang, Banten, pada Sabtu (7/9).

Ini adalah pameran kendaraan listrik pertama di Indonesia. BPPT menggelarnya bersama Majalah Transportasi dengan tema "Electric Vehicle for Smart Transportation."

"Kami ingin mengenalkan mobil listrik ke lingkungan," ujar Maulana Dwi Nur Damawi, staf Bidang Teknologi Kelistrikan BPPT, menyebutkan satu di antara tujuan IEMS kepada Beritagar.id, Rabu (4/9).

Dengan pameran ini, BPPT juga ingin mendorong pemerintah untuk segera mungkin menurunkan produk hukum turunan setelah Peraturan Presiden (Perpres) soal percepatan industri kendaraan listrik ditandatangani.

Alasan lain, kendaraan konvensional berbahan bakar fosil (BBM) mengonsumsi mayoritas sumber energi tidak terbarukan di Indonesia. Repotnya, sebagian besar BBM harus diimpor.

Menurut data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi ( SKK Migas) pada 2016, misalnya, konsumsi minyak bumi 1,615 juta barel per hari. Sedangkan jumlah produksi hanya 831.000 barel per hari.

Andry Dwinanda, Manager Electric Bike Division PT Terang Dunia Internusa, menegaskan kendaraan listrik seperti motor dan mobil tidak perlu diservis seperti kendaraan konvensional.

Kalaupun perlu diperbaiki, hanya motor elektrik yang terdiri dari baterai dan controller. "Jelas lebih irit, ukuran bensin dibandingkan dengan pengecasan kan lebih murah. Meski komponen baterai ada masa kedaluarsanya, tetapi secara perhitungan tetap lebih murah dibanding pembelian bensin setiap bulan atau tahun," kata Andry.

Maulana pun sependapat sesuai data BPPT. "Untuk mobil listrik, mengisi baterai dari nol hingga penuh membutuhkan Rp128.000 dan dapat digunakan hingga jarak 400 kilometer atau sekitar 30 jam pemakaian," tegasnya.

Tidak heran isu mobil listrik makin kencang belakangan ini. Animo soal kendaraan listrik juga bisa dilihat di IEMS 2019.

Sebanyak 45 exhibitors hadir di Balai Kartini, venue IEMS 2019; yang terdiri dari seluruh stakeholders. Misalnya kementerian, BUMN, akademisi, industri komponen pendukung, dan para pelaku industri otomotif ternama yang berasal dari Jepang, Tiongkok, Eropa, dan dalam negeri.

Maulana mengatakan kendaraan listrik adalah teknologi baru. Itu sebabnya perlu dikaji sebelum diterapkan. "Ketika kita terapkan ternyata sukses, kita usulkan ayo terapkan Undang-undangnya secara nasional seperti apa," tuturnya.

Tujuan lain IEMS adalah merangsang pemerintah agar pasar segera tumbuh. Produk hukum turunan dan peraturan akan membuat produsen kendaraan tidak ragu untuk menjual produknya di Indonesia serta para calon konsumen akan diuntungkan dalam sisi infrastruktur, harga, dan pajak.

Soal infrastruktur, misalnya, stasiun pengisian daya atau cas (charging). BPPT, contohnya, sudah memiliki stasiun cas di Puspitek Serpong yang dapat digunakan oleh siapa saja secara gratis dan segera membangun satu lagi di Bandung tahun ini.

Untuk mengisi daya di stasiun cas BPPT dari nol hingga 100 persen memerlukan waktu sekitar satu hingga satu setengah jam. "Kami sediakan gratis karena sampai saat ini tarifnya belum ditentukan. Jika sudah ada tarif, pembayaran bisa pakai e-money," papar Maulana.

Pameran Indonesia Electric Motors Show (IEMS) 2019 bukan cuma diikuti oleh  mobil listrik, tapi juga kendaraan roda dua alias motor.
Pameran Indonesia Electric Motors Show (IEMS) 2019 bukan cuma diikuti oleh mobil listrik, tapi juga kendaraan roda dua alias motor. | Bella Viona /Beritagar.id

Upaya PLN dan Pertamina

Dukungan terhadap perpres kendaraan listrik juga ditunjukkan oleh dua BUMN, PLN dan Pertamina. PLN memiliki program untuk para pemilik motor listrik berupa diskon 30 persen untuk melakukan cas pada pukul 22.00 hingga 04.00.

"Selain diskon, PLN tahun ini menyiapkan stasiun cas fast charging pertama di Indonesia. Ada lima titik di Jakarta, Bandung, dan Bali. Rencananya di Jakarta akan siap pada 27 Oktober 2019 di Monas," tutur Ikhsan Asaad, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya.

Menurut Ikshan, stasiun fast charging itu bisa mengisi baterai sampai penuh dalam waktu 20 menit dari daya nol. PLN juga menjalankan dua skema bisnis Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Pertama skema CO-CO (Company Owned Company Operated) adalah PLN menyediakan infrastruktur dan peralatan, sementara investor menyediakan lahan. Lalu PO-PO (Partner Owned Partner Operated) ditujukan untuk pihak swasta atau individu yang ingin mendirikan charging station, PLN hanya memasok listrik.

Sedangkan Pertamina turut mendukung industri kendaraan setrum bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jawa Timur. Mobil bertenaga listrik ITS pun diberangkatkan dari Surabaya ke Jakarta untuk mengikuti IEMS sejak 28 Agustus.

"Seperti di pameran ini, Pertamina mendukung karya mahasiswa ITS dalam battery pack. Jadi di dalam mobil ini energinya didukung oleh Pertamina," tutur Claudia Varocty, staf Research and Technology Center Pertamina.

Pertamina pun sudah punya gambaran untuk mendirikan stasiun cas dan stasiun baterai. Pertamina juga akan memproduksi baterai dan mobil listrik. Baterai kosong bisa ditukarkan di jaringan SPBU mereka untuk dicas.

Perusahaan minyak dan gas nasional itu juga sudah mengantongi rancangan pengisian daya baterai dengan menggunakan Solar PV Panel yang saat ini masih dikaji.

"Nantinya prinsip baterai ini akan seperti orang menggunakan LPG, tabung yang kosong ditukar dengan tabung baru yang ada isinya," kata Claudia.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR