TIP OTOMOTIF

Jangan malas cuci mobil saat musim hujan

Ilustrasi cuci mobil.
Ilustrasi cuci mobil. | CC7 /Shutterstock

Pada musim hujan, Anda perlu melawan rasa malas cuci mobil. Usai terguyur hujan, mobil perlu dibilas dengan air lalu dilap sampai kering. Semprot juga bagian bawah mobil. Mengapa demikian?

Para ahli sepakat membiarkan air hujan kering sendiri bisa mengendapkan berbagai kandungan di dalamnya. Ini akan menimbulkan permasalahan jangka pendek maupun kerusakan jangka panjang pada tiap bagian mobil. Khususnya bodi atau permukaan mobil, kaca, dan kolong mobil.

“Air hujan itu mengandung asam, mineral dan lain sebagainya. Jadi butuh dibilas lagi agar tidak cepat timbul bercak seperti garam," jelas Robby Kurnia, CEO Autoglaze Indonesia kepada KompasOtomotif.

Ardi Luna, Pemilik bengkel Berlian Jaya, menambahkan bahwa air hujan juga mengandung kadar garam cukup tinggi dibanding air tanah atau PDAM. Apalagi jika Anda tinggal atau sedang berada dekat pantai.

Sambung Ardiansyah, pengelola 3M car wash and detailing di Radin Inten, Jakarta Timur, sebagian besar air hujan juga bercampur dengan kotoran, tanah, pasir atau debu.

Apabila tidak buru-buru dibilas dan dikeringkan, campuran kotoran yang dibiarkan akan mempercepat timbulnya jamur, pun bisa menempel dan menimbulkan kerak.

Zat asam dan kandungan bawaan air hujan yang terlanjur kering juga perlahan bakal menimbulkan korosi dan memudarkan warna cat sehingga tampilan mobil tampak kusam.

Bahkan menurut Aldy, penggawa SAS Bodyworks, air hujan yang sudah mengendap sampai menimbulkan bercak ataupun kerak akan semakin sulit dihilangkan. Akibatnya, membilas kotoran-kotoran yang telanjur melekat ini sering kali berisiko membaret mobil.

Di samping bodi mobil, air hujan yang dibiarkan mengendap pada kaca juga bisa membuat jamur bertumbuh sangat cepat. Lalu, akan timbul korosi dan karat di pinggiran kaca film. Bahayanya, kaca film yang bermasalah bisa semakin membatasi visual pengendara terutama saat hujan atau berkendara malam hari.

Selain itu, perhatikan juga area kolong mobil yang biasanya terkontak langsung dengan air hujan dan genangan air di jalan. Usahakan tidak membiarkan tumpukan kotoran menempel terlalu lama di logam-logamnya. Segera bersihkan kolong mobil kotor sebelum 24 jam usai melibas genangan air.

Kotoran dan air yang bertumpuk di kolong mobil dapat memicu timbulnya korosi, sehingga logam-logam menjadi berkarat dan keropos.

Tip membilas dan mencuci mobil yang benar

Adriansyah menekankan, membilas adalah langkah mudah menyiasati malas mencuci mobil, atau kantong sampai jebol gara-gara rutin menyambangi tempat pencucian mobil.

Untuk membilas, selain mengguyur ada baiknya menyemprot mobil pakai selang air untuk merontokkan kotoran.

Setelah yakin kotoran rontok, biarkan setengah kering lalu segera lap.

Robby menyarankan, ketika mengelap bagian bodi luar harus menggunakan lap yang permukaannya halus seperti kain mikrofiber, chamois, atau berbahan lembut dan berdaya serap tinggi lainnya. Ini guna menghindari kondisi cat yang biasanya lebih lunak saat basah jadi mudah tergores.

"Kalau langsung dilap begitu saja, kotoran yang menempel itu akan membuat bodi mobil menjadi baret," ucap Robby

Untuk mencuci, yang paling benar adalah menggunakan sabun atau shampo khusus ditambah selang semprotan air. Ini paling aman bagi mobil dan efektif membersihkan kotoran.

Technical Advisor Otogard, Ade Lesmana, menyarankan mencuci mobil pada musim hujan setidaknya dua hari sekali.

“Memang sih ada anggapan capek musim hujan, besok juga hujan lagi, tapi ya di situ kita diuji lebih sabar lagi sama kendaraan. Karena kendaraan enggak ada yang murah kan," tukasnya.

Bahkan, lanjut Ade, mobil yang tidak dirawat seperti diberikan pelapis pelindung cat dan sebagainya sebaiknya dicuci lebih sering di musim hujan.

"Itu kalau kita mau terhindar dari jamur, kotoran kayak debu aspal, exhaust knalpot. Itu kalau mau bagus mobilnya kinclong terus, setiap hari (dicuci)," ucapnya.

"Kalau yang rutin dirawat misalnya perawatan bodi, kaca, coating segala macam itu tergantung dari produk yang konsumen ambil. Kalau misal konsumen pasang coating atau pelindung cat itu dia mungkin paling seminggu tiga kali minimal atau dua hari sekali udah cukup,” saran Ade.

Lantas, bagaimana jika cat mobil telanjur rusak atau kolong mobil keburu berkarat?

Noda bercak pada cat dan baret halus bisa dihilangkan dengan cara melakukan poles atau waxing pada seluruh permukaan bodi sehingga tampilan mobil kembali bagus.

Sementara itu, kolong mobil yang berkarat biasanya ditandai dengan logam terasa kasar dan tampak kekuning-kuningan.

Bila belum parah masih bisa diamplas dan diberi antikarat. Jika sudah parah sebaiknya bawa ke body repair agar bagian berkarat dipotong dan ditutup kembali memakai plat besi baru melalui proses pengelasan.

“Tetapi paling penting pencegahannya, yaitu dengan menggunakan kain halus ketika mengelap, dan membilas setelah terkena air hujan," tutup Robby.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR