TIP OTOMOTIF

Kenali dan atasi masalah AC mobil

Masalah pendingin udara paling sering dikeluhkan pengguna mobil baru
Masalah pendingin udara paling sering dikeluhkan pengguna mobil baru | Monika Wisniewska /Shutterstock

Macet dan cuaca panas membuat kehadiran pendingin udara (AC) dalam mobil jadi faktor utama pemberi kenyamanan. Menurut hasil survei terbaru, AC tidak dingin adalah masalah yang paling sering dialami pengguna mobil di Indonesia. Bagaimana mengatasinya?

“Dengan kondisi seperti di Jakarta, di mana konsumen selalu bertemu dengan kemacetan yang berdampak dengan waktu perjalanan mereka, pemilik kendaraan menghabiskan waktu lebih lama di mobil. Ini membuat mereka menjadi lebih peka terhadap isu yang berkaitan dengan desain dan kenyamanan," ucap Country Manager Indonesia JD Power, Srabani Bandyopadhyay.

Studi ini melibatkan 2.576 pemilik kendaraan baru yang membeli mobil antara bulan Oktober 2017 sampai bulan September 2018. Ada 52 model mobil penumpang dari 10 merek di Indonesia. Studi ini dilakukan sejak bulan Mei hingga bulan Desember 2018.

Performa AC yang menurun selain dari suhu yang tidak dingin, dapat juga dikenali dari suara yang timbul saat AC dinyalakan. Misal timbul bunyi mendesis dan bunyi seperti suara jangkrik.

“Ini ada beberapa penyebabnya, bisa karena as motor blower kering atau aus, bisa juga karena anchor motor blower, rotor, atau cool brush yang sudah terkikis abis," jelas Ferry dari Rotary Bintaro Bengkel AC Mobil.

Bisa juga ada masalah pada kompresor AC yang berbunyi bising atau berisik disebabkan oleh oli kompresor AC yang sudah habis, kualitasnya menurun atau salah spesifikasi.

Suara berisik pada kompresor AC juga bisa disebabkan oleh piston kompresor yang sudah aus atau thrust bearing yang longgar.

Jika masalah seperti di atas tidak segera ditangani, kemungkinan AC akan mengalami kerusakan lebih parah bahkan bisa mati total.

Untuk itu Anda perlu mengecek 11 komponen AC secara berkala, di antaranya evaporator alias penyaring udara, sekring dan relay AC, V belt, magnetic clutch, kompresor dan resistor blower.

Selain itu, menurut Technical Support Auto2000, Agus Mustafa, cek kondisi freon atau cairan pendingin AC secara berkala tiga sampai enam bulan penting dilakukan.

Pada dasarnya, kata Agus, freon tidak akan habis kalau tidak ada kebocoran pada sistemnya. Penyebab bocornya bisa beragam, bisa karena beberapa komponen karet yang getas karena sudah lama atau ada yang tidak beres pada katup kompresor.

“Poin ini sepertinya yang paling sering terjadi di AC mobil. Jadi kalau kita ibaratkan, freon ini fungsinya sama dengan darah yang membuat manusia bisa hidup. Begitu juga dengan freon, kalau ada yang tidak beres di freon, walaupun AC hidup dia tidak akan mengeluarkan udara yang dingin alias tidak dapat bekerja dengan baik," jelas Agus.

Komponen lain yang perlu dicek adalah kondensor yang terletak di bagian depan dekat dengan radiator. Tanpa disadari, posisi ini dapat membuat kotoran menempel dan berkumpul di sana saat berkendara.

Nah, hal tersebut akan berdampak pada sistem kerja AC yang bisa menjadi tidak dingin. Sebab, kondensor yang kotor akibat lumpur atau kotoran lain bisa membuat proses kondensasi menjadi tidak maksimal.

Masalah AC mobil memang sebaiknya tidak Anda anggap remeh. Jika dibiarkan masalah ini juga dapat membawa dampak kesehatan bagi pengendara.

Penelitian yang dihimpun oleh London Metropolitan University bersama Kwik Fix, perusahaan pemilik gerai penyelenggara inspeksi kondisi kendaraan di Inggris, memaparkan jenis bakteri yang kerap bersemayam di filter AC dan risiko penyakit yang ditimbulkan.

Bakteri tersebut dapat menjadi sumber penyakit, seperti meningitis, infeksi saluran kemih, dan infeksi sendi. “Penelitian ini menegaskan sistem AC merupakan tempat yang cocok untuk perkembangbiakan bakteri dan karena itu menggarisbawahi pentingnya membersihkan dan mengganti saringan udara," saran dosen senior Dr. Paul Matewele, dari London Metropolitan University.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR