Kenali kerusakan pada motor yang terpapar air laut

Ilustrasi turis mengendarai sepeda motor di pinggir pantai
Ilustrasi turis mengendarai sepeda motor di pinggir pantai | Lyashenko Egor /Shutterstock

Kelakuan para pelancong mancanegara di Bali yang menyewa motor lalu menceburkan ke kolam menjadi viral.

Bahkan, beberapa dari mereka membawa motor ke pinggir pantai sehingga rawan terkena air laut. Jangan dianggap sepele aksi ini karena kendaraan bisa mengalami kerusakan komponen jika sudah terendam air.

Menurut Head of Service 4W & 2W PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Riecky Patrayudha, komponen kelistrikan motor bisa rusak.

Paling utama soal kelistrikan adalah mengecek bagian soket yang menjadi jalur sambungan kabel ke komponen elektrik lainnya pada kendaraan.

"Pada umumnya, soket motor memang dirancang lebih kedap dan kuat dari mobil, tapi masalahnya ini adalah air laut, jadi baiknya lakukan pengecekan," ujar Riecky.

Terlebih motor-motor berteknologi injeksi yang ada saat ini semua perangkat elektroniknya sudah terkoneksi dengan engine control unit (ECU) sehingga rawan rusak jika terendam air.

ECU terdiri dari rangkaian modul elektronik juga sensor. Kerusakan ECU akibat terkena air membuat kendaraan mati total, mungkin bisa tetap menyala tetapi mesin tersendat, boros bahan bakar minyak, lampu engine check tidak menyala, dan kehilangan tenaga.

Kerusakan ECU bisa dibilang kerusakan paling parah dari sebuah kendaraan akibat terendam air.

Hal ini dikarenakan, ECU dianggap sebagai otak dari kendaraan, sehingga kerusakan bagian tersebut akan menguras biaya cukup mahal.

Air berlumpur seperti banjir juga dapat menyusup melewati blok mesin dalam beberapa jam. Bagian ini memang dikenal kedap air, tetapi tidak cukup kuat untuk menahan genangan air jika kendaraan terendam seluruhnya.

Sebelum Anda mulai menghidupkan mesin atau menderek mobil segera kuras dan ganti oli, cairan transmisi, dan pelumas serta minyak rem.

Hal yang sama diungkap oleh Anjar Rosjadi, Technical Service Executive Coordinator Astra Daihatsu Motor (ADM). Hal pertama yang harus dilakukan setelah kendaraan terendam air, jangan mencoba untuk menghidupkan kendaraan tersebut, dan harus segera dibawa ke bengkel.

"Sebaiknya langsung diperiksa dan dibersihkan pada bagian mesinnya," ujar Anjar dinukil Tribunnews.

Setelah itu mesin yang terendam itu harus di overhaul dan dibersihkan sehingga jantung pacu tersebut bisa berfungsi normal seperti biasanya.

"Air laut itu pasti tercampur pasir dan lumpur. Penanganannya harus mendetail terutama pada bagian vital seperti mesin, filter, dan kelistrikan," ucap Paul, kepala mekanik bengkel Pitline Garage, dinukil Kompas.

Pertama yang dilakukan adalah membongkar semua bagian motor, mesin harus diturunkan dan filter-filter kendaraan harus dicuci hingga bersih.

"Filter dibuang saja busanya, diganti yang baru. Oli diganti baru juga, tidak lupa busi juga baru," ucap Paul.

Langkah kedua, bagian lainnya setelah dibongkar dibersihkan dan dikeringkan dari endapan air dengan kempresor udara. Untuk kabel-kabel, keringkan dengan dijemur.

Menghilangkan kadar garam dengan menyemprot kendaraan secara menyeluruh menjadi langkah utama yang harus dilakukan.

“Kalau terendam air laut, langsung dibersihkan dengan cara disiram dengan air biasa pada semua bagian. Untuk bagian kabin, lepas semua joknya kemudian cabut bagian karpetnya kemudian dibersihkan dengan air bersih. Karpet yang basah dicuci dengan air kemudian dikeringkan supaya menghilangkan garam," terang Delaer Technical Support PT Toyota Astra Motor (TAM), Didi Ahadi kepada JawaPos.

Selain risiko kerusakan mesin, kendaraan yang terkena air garam juga rawan terkena karat, seperti diungkapkan Marketing Manager Protera Paint Protection, Hendrik Susilo kepada Viva.co.id.

“Kalau sering ke daerah utara (pantai), itu kan Jakarta Utara lebih dekat ke laut, biasanya airnya asin. Tapi, cuma kena hawa air asin pun bisa jadi terkena karat,” jelas dia.

Korosi atau karat dapat terjadi ketika bodi motor atau mobil yang terbuat dari logam terpapar senyawa air garam, yang biasanya berasal dari laut.

"Terkena air garam beberapa hari di kendaraan Anda tidak akan merusak, tetapi akan terasa dampak minggu-minggu setelah seluruh pasang surut ini hilang. Itulah sebab orang-orang harus mencuci kendaraan mereka secara menyeluruh setelah terkena air garam, menyemprotkan air ke dalam bagian seperti kanvas rem, terutama ke ban juga mencuci pelek aluminium Anda," kata Frank Young dari bengkel K&Y Auto Service.

Jika Anda tidak mencuci kendaraan setelah terkena air garam, menurut Young, kelembapan cuaca akan membuat garam terus menggerogoti logam pada mesin dan keseluruhan kendaraan.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR