MOBIL BARU

Keunggulan Wuling E100, mobil mungil ramah lingkungan

Wuling E100
Wuling E100 | Wuling /Wuling

Seiring persiapan pemerintah RI menuju era kendaraan ramah lingkungan, jenama otomotif asal Tiongkok, Wuling Motors, memperkenalkan keunggulan mobil listrik mungil, E100, di ajang GIIAS Surabaya 2018.

Seperti dikabarkan AntaraNews, Wuling E100 yang sebelumnya telah dipamerkan pada GIIAS 2018 di ICE-BSD Tangerang, kembali diperagakan selama sembilan hari hingga tanggal 23 September 2018 pada pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) di Surabaya.

Tujuannya, untuk menunjukkan kesiapan mereka dalam menghadirkan kendaraan ramah lingkungan di Tanah Air.

“Wuling ingin mengenalkan ke konsumen, kami punya produk (ramah lingkungan) yang ready. Tapi masih menunggu regulasi pemerintah," kata Brand Manager Wuling Motors, Dian Asmahani dinukil Merdeka.

Kendati pihaknya belum bisa memastikan kapan mobil berpostur mungil ini rilis di Indonesia dan dilepas pada harga berapa, Wuling telah melengkapi E100 dengan sejumlah keunggulan dan teknologi yang tak kalah dengan kompetitor lainnya.

Kepada Fajar.co.id, Brand and Marketing Wuling Motors, Arief Ramadhi, mengatakan bahwa salah satu keunggulan E100 terdapat pada sistem pengisian daya yang berbeda dari mobil listrik lainnya.

Menurut dia, baterai lithium-ion 220 volt yang ditanam dalam E100 mampu menampung daya listrik tanpa harus mengecas mobil. Kondisi baterai dapat terisi ulang secara otomatis hingga 10 persen dari total daya listrik saat mobil mengerem atau kecepatannya turun, bergantung putaran roda.

"Mobil dengan penggerak roda depan ini juga mampu melakukan pengereman otomatis secara perlahan jika daya baterai tersisa 10 persen," sambung Sales Regional Wuling Motors, Achmad Rasyid Rafiqi.

Roda depan E100 mampu mengantarkan tenaga sebesar 29kW dengan torsi 110Nm. Bukan hanya itu, "Kecepatannya bisa 100km per jam,” tambah Arief dikutip Surya.co.id.

Dalam kondisi baterai terisi penuh, mobil listrik yang baru dirilis di Tiongkok pada 2017 silam ini, diklaim memiliki kapasitas jarak maksimal 200 kilometer atau setara Surabaya-Malang.

Cara mengisi daya listrik, jelas Arief, hanya perlu menancapkan kabel yang dapat dilepas di bagian moncong depan mobil.

Untuk pengecasan dari kosong hingga penuh diperlukan waktu sekitar 8-9 jam menggunakan listrik rumahan.

“Ini karena kabelnya tidak fast charging, karena kemungkinan besar listrik untuk rumah tidak kuat untuk fast charging,” ujar Arief seraya menunjukkan bahwa di Tiongkok mobil listrik sudah bisa dicas menggunakan kabel fast charging di tempat-tempat khusus hanya selama dua jam.

Meski begitu, baterai E100 telah disesuaikan sedemikian rupa dengan kebutuhan masyarakat urban Indonesia agar bisa terisi penuh semalaman usai beraktivitas.

Seperti ditulis detikOto, mobil mungil berkapasitas dua penumpang ini khusus dirancang sebagai mobil perkotaan masa kini yang bagus dilihat, mudah digunakan, dan nyaman.

Tentu, dari segi desain pun E100 tak kalah unggul, memiliki dimensi panjang 2.488 mm, lebar 1.506 mm, tinggi 1.617 mm, dan jarak sumbu roda 1.600 mm dengan bobot sekitar 800 kg.

Pilihan warnanya beragam, dari satu warna hingga menggabungkan dua warna cerah seperti putih dengan atap kuning neon.

Arief juga berujar bahwa fitur E100 lengkap dan beragam. Selain fitur standar macam Air Conditioner (AC), radio, power steering, dan head unit, juga terdapat layar 10 inch yang disematkan di interior.

Wuling E100 pun menerapkan Anti Lock Braking System (ABS), Electronic Stability Control (ESC), Isofix, EPB, SRS Airbag, Rear Camera dan Rear Parking Sensor. Selain itu dilengkapi pula dengan Start Stop Button, Drive Mode (Eco-Normal-Sport), Audio Steering Control, dan USB Port.

Di Tiongkok, mobil listrik ini sudah biasa berlalu lalang di dalam kota dan populer di kalangan remaja hingga ibu-ibu. Dalam kurun lima bulan, sebanyak 11 ribu unit telah ludes terjual di sana.

Terkait harga, seri ini terbilang tidak mahal mengingat di negara asalnya subsidi mobil listrik sangat banyak, yakni seharga 35.800 yuan atau setara Rp 71,5 juta.

Sebagai informasi, dilaporkan CNN Indonesia, Kementerian Perhubungan telah berjanji menyiapkan fasilitas pengujian dan sertifikasi kelayakan mobil listrik untuk menjamin keselamatan pengguna.

Sesuai Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), Kemenhub turut berkontribusi dalam percepatan pengembangan mobil listrik di Indonesia.

Pasalnya pada 2025, jumlah pengguna mobil listrik diperkirakan mencapai 2.200 unit, dari target produksi 20 persen kendaraan rendah karbon untuk pasar domestik dan ekspor.

Penggunaan kendaraan listrik penting mengingat listrik merupakan alternatif energi yang lebih bersih. Apalagi pertumbuhan kendaraan konvensional meningkat sekitar 11,5 persen per tahun sehingga bisa mengerek konsumsi bahan bakar tahunan sebesar lima persen.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR