Kisah singkat Indonesia Eastcapade di Pulau Sumba

Kantor Burung Indonesia di Sumba, Nusa Tenggara Timur
Kantor Burung Indonesia di Sumba, Nusa Tenggara Timur
© Mustafa Iman /Beritagar.id

Ekspedisi menuju Indonesia timur (Indonesia Eastcapade) yang diikuti Beritagar.id dan tim Equatorrad MotoAdventure (Adi Aghoy, Ajisela Agrippina, dan Nicholas Jovica) tiba di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis lalu (2/6/2016). Menumpang kapal kayu milik nelayan selama delapan jam dari Pulau Sumbawa, empat motor TVS Apache RTR akhirnya berlabuh di Waikelo, Sumba.

Dari Waikelo, tim langsung menyambangi Kantor Burung Indonesia. Kantor ini terletak di Desa Wairasa, Kecamatan Umbu Ratu Nggai Barat, Kabupaten Sumba Tengah, dan berjarak 65 km dari pelabuhan.

Koordinator Fauna Burung Indonesia, Yohanis Balla Djawarai (46), mengatakan perhimpunan Burung Indonesia menangani konservasi spesies dan habitat ragam jenis burung di Pulau Sumba. Mereka melestarikan burung di Sumba dengan melibatkan masyarakat.

Masyarakat diajak memantau perkembangan berbagai burung di Sumba dan mencegah penjualan aneka burung liar ke luar Pulau Sumba. ''Sejumlah burung di Pulau Sumba tidak terdapat di daerah lain, tapi populasinya semakin turun. Contohnya burung Kakatua jambul kuning Pulau Sumba,'' katanya.

Selain burung tersebut, burung khas lain pulau ini antara lain Rangkong Sumba dan Burung Hantu Sumba. Sebagian besar terancam punah.

Jalak Sumba, salah satu jenis burung yang jadi fokus perhimpunan Burung Indonesia
Jalak Sumba, salah satu jenis burung yang jadi fokus perhimpunan Burung Indonesia
© Mustafa Iman /Beritagar.id

Pertemuan dengan perhimpunan Burung Indonesia tak berlangsung lama karena tim harus mengeksplorasi budaya dan wilayah pedalaman Pulau Sumba selama sepekan. Kegiatan itu dilakukan sembari menanti jadwal kapal menuju Kupang di Pulau Timor, Jumat (10/6).

Ini adalah lanjutan perjalanan dengan motor TVS Apache RTR selepas Bali (29-30 Mei) dengan rute Pelabuhan Gilimanuk ke Pelabuhan Padai Bai sepanjang 201 km. Tim kemudian menemui Suku Sasak di Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada 31 Mei.

Dari Lombok, tim menempuh jalur laut Kayangan-Poto Tano untuk mencapai Pulau Sumbawa. Tiba di Pulau Sumbawa pada 1 Juni, perjalanan berlanjut dengan menyisir jalur utara hingga dermaga Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat.

Total jarak melintasi Pulau Sumbawa dari ujung barat hingga ujung timur adalah 406 km. Dengan aneka lintasan semisal jalur pegunungan, tim harus menghadapi cuaca panas menyengat, sekitar 35 derajat Celcius.

Catatan Redaksi : Beritagar.id adalah media mitra dalam ekspedisi Indonesia Eastcapade dengan menggunakan motor TVS. Semua foto diabadikan dengan menggunakan kamera aksi B-Pro5

MUAT LAGI
x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.