MODIFIKASI KENDARAAN

Koleksi motor kustom Jokowi segera bertambah

Ilustrasi motor hasil modifikasi beraliran tracker.
Ilustrasi motor hasil modifikasi beraliran tracker. | Chonnajak /Shutterstock

Koleksi sepeda motor Presiden RI Joko Widodo bakal segera bertambah. Setelah memiliki motor kustom model chopper, kepala negara yang akrab disapa Jokowi tersebut dikabarkan kembali memesan motor kustom dengan model berbeda.

Kali ini, pilihannya jatuh pada model tracker. Model ini, mengutip Bikebrewers, mulai populer di Amerika Serikat pada tahun 1930-an ketika pabrikan motor memodifikasi motor jalan raya produksi mereka untuk berkompetisi balap di lintasan oval dengan permukaan lumpur atau tanah liat.

Ketertarikan Jokowi untuk memiliki motor bermodel tracker dipastikan melalui unggahan media sosial instagram milik Katros Garage, bengkel yang dipilih oleh Gibran Rakabuming Raka, putra Jokowi, untuk memodifikasi motor kesayangannya beberapa waktu lalu. Saat itu Gibran memilih modifikasi kustom motor dengan jenis bobber.

Dalam keterangan di akun instagram tersebut, Katros Garage menyatakan proses pembuatan motor tersebut akan berlangsung selama tujuh hari--dua hari dihabiskan untuk membahas soal model, sisanya untuk membangun motor tersebut.

Rumah modifikasi ini menyatakan hanya melakukan beberapa penyesuaian dari desain dasarnya, seperti pemapasan bodi samping dan sepatbor belakang yang dibuat secara kustom.

Motor berwarna hijau metalik ini diungkapkan menggunakan basis rangka dan mesin dari Kawasaki W175, salah satu varian unggulan Kawasaki yang mengedepankan model retro.

Sekilas desainnya terlihat lebih sederhana namun kekar dengan tampilan suspensi jenis up-side down (USD) pada bagian depan, serta suspensi ganda bertabung pada bagian belakang. Suspensi-suspensi itu dipasang untuk menopang pelek jari-jari yang dibalut ban berukuran besar (gambot).

Yanto, kepala bengkel Katros Garage saat dihubungi Kompas.com, Jumat (24/8), mengatakan proses penggarapan motor masih berlangsung. Masih ada beberapa gubahan lain yang desainnya disimpan dan enggan diungkapnya lebih detail.

"Masih kita kerjakan sebenarnya, detailnya saya belum bisa sampaikan. Ini memang yang memesan bapak (Jokowi) bukan anak-anaknya," kata Yanto.

Penggawa Kastros Garage itu menolak untuk mengungkapkan berapa biaya kustomisasi sepeda motor tersebut. Namun, mengutip laman Kawasaki, tipe standar W175 dijual dengan harga Rp29,8 juta, sementara tipe khusus W175 SE dibanderol Rp31,1 juta.

Untuk membangun motor pesanan Jokowi tersebut, Katros Garage juga bekerjasama dengan media otomotif daring yang getol memberitakan industri kustomisasi motor di Indonesia, Gastank Magazine.

Namun saat Beritagar.id, Jumat (24/8), menanyakan peran Gastank Magazine dalam proyek tersebut, Yuli ''Belo'' Haryadi, salah satu pendiri majalah itu, tak mau mengungkapkannya.

Ketertarikan Jokowi pada model tracker sudah terlihat ketika ia berkunjung ke pameran Otobursa Tumplek Blek 2018 di Gambir Expo, Kemayoran, Juli lalu.

Presiden Jokowi terlihat berbincang dengan penggawa bengkel Katros Garage yang memajang motor tracker di gerai pamernya.

Saat itu Jokowi memerhatikan motor modifikasi gaya tracker berwarna biru yang dirakit dari basis Yamaha Scorpio. Ketika ditanya apakah ingin menambah koleksi motor kustomnya, Jokowi menjawab, "Sabar, ini baru tanya-tanya dulu."

Aliran motor kustom tracker merupakan model pengembangan yang karakternya tak jauh berbeda dengan model motor cafe racer.

Perbedaannya, cafe racer terinspirasi oleh model motor balap lintasan aspal, sementara tracker menyadur model motor balap lintasan tanah, baik itu board track, flat track, atau dirt track di Amerika Serikat.

Tentu saja motor yang dikustomisasi bermodel tracker tak sepenuhnya mengadopsi motor yang digunakan untuk balap. Bentuk dan fungsinya disesuaikan agar bisa dikendarai di jalanan aspal.

Sebagai contoh, motor balap tracker tak menggunakan rem depan. Hal itu tentu saja tak mungkin ditiru oleh motor yang bakal digunakan sehari-hari di jalanan untuk umum.

Ciri aliran modifikasi tracker adalah bentuk tangki BBM-nya yang kecil dan buntut yang meruncing, serta tampilan fisik yang tinggi.

Saat ini, salah satu jenama motor yang juga memproduksi motor jenis tracker/semi tracker adalah Kawasaki.

Bahkan Kawasaki Motor Indonesia (KMI), pemegang merek motor Kawasaki di Indonesia juga menjual motor jenis itu di Indonesia, melalui produk D-Tracker (dirt tracker), versi lintasan aspal dari motor cross tipe KLX.

KMI menjualnya dengan harga Rp32,2 juta dan Rp33,9 juta (edisi spesial) untuk yang bermesin 150 cc, serta Rp63,8 juta untuk model yang menggendong mesin 250 cc.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR