TIP OTOMOTIF

Komponen motor rawan karat saat musim hujan

Ilustrasi sepeda motor terkena air hujan
Ilustrasi sepeda motor terkena air hujan | Korrakit Pinsrisook /Shutterstock

Musim hujan diperkirakan masih panjang dan memasuki puncaknya di bulan Januari hingga Februari 2019. Bagi pemilik kendaraan roda dua, ada baiknya merawat beberapa komponen penting yang rawan karat pada kendaraan.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kualitas air hujan di kota-kota besar Indonesia bersifat asam.

“Umumnya kota-kota di Indonesia air hujannya sudah bersifat asam dengan pH (potensial Hidrogen) 5,6 - 4,5,” terang Kepala Sub bidang Produksi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG, Siswanto.

Air hujan yang mengandung asam memang tidak cukup ramah dengan komponen kendaraan khusus roda dua yang terbuat dari besi maupun logam.

Oleh karena itu, kewajiban merawat komponen-komponen penting dalam kendaraan agar terhindar dari karat harus rutin dilakukan.

Teknisi Honda Bigbike Astra Motor Center Jakarta, Widodo Tri Lumaksono, menjelaskan ada beberapa komponen motor yang rawan kena korosi setelah terpapar air hujan.

"Misalnya rantai, penyangga standar samping dan tengah, dan tali gas atau tali rem, itu rawan kena karat," ujar Widodo, dinukil DetikOto.

Selain bagian itu, beberapa komponen lain juga bisa terserang karat akibat sering terpapar air hujan, misal bagian lubang kunci kontak, lubang kunci jok, lubang kunci tangki bahan bakar, dudukan lengan ayun, hingga pelek jari-jari yang berbahan pernekel.

"Perawatannya cukup mudah. Untuk rantai dan gir, sering-sering saja dilumasi pakai cairan pelumas rantai. Namun, sebelumnya dibersihkan dulu pakai kain lap. Lalu, untuk tuas rem, tuas kopling, standar samping dan tengah, cukup disemprot dengan cairan penetral," urainya.

Cairan ini memiliki peran untuk mengurangi gesekan antara komponen logam yang pada motor Anda, serta mencegah terjadinya keausan pada komponen-komponen tersebut.

Secara garis besar, fungsi cairan penetran ini dapat dibagi menjadi lima jenis yaitu melindungi, sebagai pelapis anti karat, sebagai cairan pembersih dan penghilang kelembapan serta membantu melumasi bagian yang berkerak. Tidak heran cairan ini sering disebut dengan cairan serbaguna.

Sebelum semua komponen tersebut dibersihkan dan dilumasi menggunakan penetran, ada baiknya motor dicuci terlebih dahulu. Minimal menggunakan cara disiram dengan air bersih saja untuk membuat kotoran dan bekas air hujan hilang.

"Tujuannya supaya sisa air hujan yg mengandung zat asam dan mineral nggak membuat jejak bercak air di body motor. Jangan gunakan sabun colek untuk bodi motor. Kandungan cleaning agent dalam sabun colek sifatnya korosif. Kalau dipakai di bodi motor saat mencuci, lama kelamaan bikin cat terlihat pudar, bahkan meninggalkan efek memutih," ucap Stefanus Yoga dari DetailWorks MotoSpa.

Bagian lain yang wajib dibersihkan setelah terkena air hujan adalah saringan udara. "Uap air bisa masuk ke saringan udara atau filter continuously variable transmission (CVT) pada motor jenis matik, performa pasti terganggu," kata Ferry, Service Education PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) dinukil Okezone.

Ia menyarankan kepada pengendara supaya rajin memeriksa kondisi filter, apabila sudah kotor oleh debu atau berair sebaiknya langsung dibersihkan.

Selain itu, Ferry memberikan saran untuk memeriksa juga komponen pengereman pada sepeda motor.

"Sistem rem perlu diperiksa atau bahkan dilumasi oleh cairan khusus karena bisa terjadi karat dan getas pada komponen karet,” ujarnya.

Komponen lain yang vital saat musim penghujan adalah busi motor. Jadi, sebaiknya setelah membersihkan motor, ada baiknya mencabut karet penutup busi untuk kemudian ditiup atau dibersihkan dengan lap kering. Begitu juga dengan kabel pengapian serta busi.

Komponen knalpot juga rawan karat. Pada bagian leher knalpot biasa jadi tempat bersarang karat karena paling sering terkana cipratan atau saat terendam genangan air. Jika karat dibiarkan lama-lama, knalpot dapat berlubang.

“Ini bagian yang panas. Nah, saat kena air, akan ada perubahan suhu mendadak yang dapat membuat karat. Pencegahannya sih jangan dibiarin terlalu lama kotor kena hujan, langsung cuci aja. Kalau sudah kena karat, bisa disikat pakai sikat kawat,” ujar Ronald, owner dari JMV Speedshop.

Tip lain membersihkan karat pada bagian leher knalpot dengan cara oleskan oli pada bagian tersebut dan panaskan mesin, maka kotoran pada leher knalpot tersebut bisa mengelupas dengan sendirinya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR