Membandingkan motor 1 silinder dengan 2 silinder

Freestyler tengah beraksi dengan motor 2 silinder
Freestyler tengah beraksi dengan motor 2 silinder | Jagadeesh NV /EPA

Sekarang ini banyak sekali jenis motor yang beredar di tanah air, mulai dari jenis bebek, skuter, hingga sport. Mereka hadir dengan gaya dan pesona tersendiri dan kadang membingungkan para calon pembeli saat memilih.

Untuk membantu Anda memilih, kali ini kami akan membahas mengenai segmen motor sport yang saat ini semakin banyak disukai pengendara motor di Indonesia, seperti Honda CBR, Kawasaki Ninja, Yamaha, dan Suzuki.

Motor-motor itu datang dengan beragam karakter mesin dan dengan harga yang tidak jauh berbeda.

Salah satu yang kerap menjadi pertanyaan dan bahan pertimbangan adalah apakah memilih motor dengan satu silinder atau dua silinder.

Sebenarnya, di mana letak perbedaan signifikan dari keduanya? Apa nilai lebih serta kekurangan masing-masing mesin itu?

Mari kita bahas satu-persatu.

Pandangan umum

Mesin bersilinder tunggal adalah yang paling banyak digunakan oleh beragam jenis motor, mulai dari motor bebek, skutik, hingga motor dengan karakter sport. Motor dengan mesin jenis ini terlihat ringkas dan kompak. Mesin jenis ini menekankan pada efisiensi ruang dan bahan bakar, serta biasanya hanya digunakan pada volume mesin yang kurang dari 400cc.

Sedangkan mesin dua silinder diciptakan untuk mendongkrak tenaga dan kecepatan. Tak heran jika motor bermesin ini bisa dipastikan berpenampilan sporty. Hingga saat ini belum ada motor bebek dan skuter yang menggunakan konfigurasi mesin dua silinder.

Karakter mesin

Cara Kerja Mesin Satu Silinder 4 Tak /Modifikasi.co.id

Autonetmagz menjelaskan bahwa mesin dengan komposisi satu silinder merupakan mesin yang lebih ringkas. Mesin jenis ini lebih bertenaga di putaran rendah karena mesin satu silinder cenderung memiliki torsi yang lebih besar ketimbang mesin 2 silinder.

Dengan karakter seperti itu, motor dengan mesin jenis ini lebih cocok digunakan untuk aktivitas sehari-hari di dalam kota. Ada dua jenis mesin satu silnder sesuai dengan jumlah camshaft yang digunakan, yakni SOHC dan DOHC.

Cara Kerja Mesin 2 Silinder /Modifikasi.co.id

Sedangkan mesin berbasis 2 silinder memiliki piston yang lebih kecil, lebih ringan, dan jumlah katup yang lebih banyak. Namun, walau pistonnya lebih ringan, mesin ini tetap lebih berat dan lebih besar dibanding mesin 1 silinder. Karakter mesin jenis ini lebih bertenaga di putaran atas, sehingga nyaman untuk melibas jalanan lurus atau melakukan perjalanan jarak jauh. Terlebih mesin ini biasanya dibekali teknologi DOHC.

Tenaga mesin

Kawasaki Ninja 250fi vs 250sl / 250rr mono at high speed /silvangel

Selanjutnya kita bahas perbedaan performa antara kedua jenis mesin itu.

Melalui video di atas, yang membandingkan dua motor bervolume mesin sama yakni 250cc, tampak kecepatan maksimum yang dihasilkan oleh motor 2 silinder lebih unggul dibandingkan motor 1 silinder.

Tenaga mesin 1 silinder justru sangat terasa di putaran bawah dan menengah, sehingga ia lebih unggul pada start awal, dari diam hingga putaran mesin menengah. Namun begitu menginjak putaran mesin atas, mesin dua silinder berbalik unggul.

Banyak yang mengatakan kalau getaran mesin 1 silinder lebih terasa dibandingkan mesin 2 silinder, hal ini disebabkan volume pistonnya yang lebih besar. Sebagai contoh, untuk motor 250cc dengan 1 silinder, maka ukuran pistonnya lebih besar dibanding motor 250cc dengan 2 silinder yang merupakan gabungan dari 2 piston 125cc.

"Motor dengan 1 silinder pada rpm tinggi sudah mulai bergetar dan tidak stabil, beda dengan 2 silinder yang minim getaran di rpm tinggi sehingga motor akan tetap stabil," ungkap Nurwanto, salah satu mekanik Kawasaki, seperti dikutip dari Otomotifnet.

Suara mesin

Yamaha YZF R25 - exhaust Akrapovic + DB Killer revs /Iwan Banaran

Dengan pembekalan 2 pembakaran, suara mesin motor 2 silinder tentunya lebih halus dan merdu dibandingkan motor 1 silinder yang terdengar lebih kasar dan menggelitik. Tak heran, banyak pengguna motor dengan mesin 2 silinder mengganti muffler (tabung saringan knalpot) dengan produk aftermarket agar suara motor mereka terdengar lebih garang dan sporty.

Efisiensi bahan bakar

Secara umum, untuk pemakaian bahan bakar, motor dengan mesin 1 silinder lebih irit, karena kebutuhan tenaganya hanya terfokus pada putaran rendah. Sebaliknya, motor 2 silinder akan lebih boros dalam menenggak bahan bakar mengingat mesin memerlukan pembakaran besar para putaran mesin tinggi.

Pengendalian

Untuk pengendalian, karena bobot yang lebih berat dan putaran mesin tinggi yang stabil, motor bermesin dua silinder lebih nyaman untuk perjalanan jarak jauh atau jalanan lurus.

Sedangkan motor dengan mesin 1 silinder, karena lebih ringan, lebih nyaman saat diajak bermanuver pada kondisi jalanan yang macet. Jika Anda lebih sering mengarungi kemacetan kota, akan lebih bijak bila menggunakan motor bermesin 1 silinder.

Perawatan

Mesin 1 silinder lebih sederhana sehingga lebih mudah untuk dirawat. Apabila Anda masuk bengkel untuk melakukan pembenahan mesin atau hanya sekedar servis, mekanik bengkel hanya perlu membenahi satu piston, 4 klep, dan komponen lain yang tertata sederhana.

Sedangkan perawatan motor dengan mesin 2 silinder akan sedikit lebih rumit. Tak hanya Anda sebagai pemilik motor, para mekanik bengkel pun harus fokus menangani banyak komponen mesin, seperti penyetelan 2 piston, 8 klep, dan beberapa komponen lain dengan konfigurasi yang rumit. Pastinya, perawatan motor 2 silinder membuat Anda mesti merogoh kantong lebih dalam.

"Biaya untuk servis rutin lebih mahal 2 silinder karena komponennya yang lebih banyak dari 1 silinder. Untuk jangka servis relatif, tergantung pemakaian." ungkap Tugimin, Development Service Kawasaki, seperti dikutip Otomotifnet.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR