Memilih mobil bekas di bawah Rp100 juta

Mobil jenis City Car, seperti Honda Brio bekas tipe tertentu bisa didapat dengan harga Rp80 juta.
Mobil jenis City Car, seperti Honda Brio bekas tipe tertentu bisa didapat dengan harga Rp80 juta. | bankerwin /Shtterstock

Salah satu alasan orang membeli mobil bekas adalah harganya yang jauh lebih terjangkau ketimbang membeli mobil baru. Pembeli dapat memilah, mana yang sesuai dengan kondisi keuangan.

Saat ini model dan varian mobil bekas yang tersedia sudah beragam. Ada berbagai pilihan model SUV, MPV, juga sedan.

Pun jika Anda memiliki bujet terbatas dengan maksimal nominal Rp100 juta, dalam Otomotif Kompas ditulis, Anda punya banyak pilihan model, mulai model MPV, hatchback, city car (mobil perkotaan), hingga sedan.

Mobil untuk segmen MPV, seperti Toyota Avanza tipe transmisi manual rakitan 2014, saat ini harga bekasnya ada pada kisaran Rp80 jutaan.

Pada segmen hatchback, beberapa model yang dapat Anda boyong pulang di antaranya; Toyota Yaris, Honda Jazz, Mazda2, Ford Fiesta, hingga Hyundai Grand Avega.

Untuk model Yaris dan Jazz, rerata tahun produksinya tergolong tua, sekitar 10 tahun lalu, antara 2007-2008. Yaris tipe E tahun 2007, seperti ditulis Otosia, banderolnya berada pada kisaran Rp95 juta.

Sementara mobil produksi tahun muda antara 2011-2013, ada Ford Fiesta, Mazda2, hingga Grand Avega. Nama terakhir dapat Anda bawa pulang dengan merogoh kocek Rp67 juta.

Pada segmen city car, Anda dapat memilih mobil pada tahun-tahun muda antara produksi tahun 2014 atau 2015 untuk kategori LCGC. Toyota Agya misalnya, dengan Rp63 juta Anda bisa mendapatkan tipe G dengan transmisi otomatis.

Anda bisa juga memilih Kia Picanto, Hyundai i10, Nissan March, Mitsubishi Mirage, Honda Brio, atau Toyota Etios Valco. Namun yang tahun pembuatannya lebih tua, antara tahun 2012 hingga 2014.

Sebagai contoh pada segmen ini, Anda bisa mendapatkan Honda Brio tipe E atau S dengan tahun pembuatan 2012-2013 pada kisaran harga Rp80 juta-Rp85 juta.

Pilihan terakhir yakni sedan, Anda bisa memboyong Toyota Vios tahun 2006 hingga 2008, Honda City tahun produksi 2001 hingga 2007, dan opsi lain adalah Honda Accord dengan tahun rakitan 1995 hingga 2006.

Bahkan dengan Rp49 juta atau Rp38 juta, Anda bisa membawa pulang Honda Accord Cielo V-Tec lansiran 1995 atau Honda Accord Maestro 2.0 rakitan tahun 1991.

Jika perlu pilih tahun muda

Guna menghindari beberapa hal yang tak diinginkan, seperti perlindungan kecelakaan atau ketersediaan suku cadang, maka sebagai acuan pilihlah mobil bekas dengan tahun yang tergolong muda. Karena pihak asuransi masih bersedia menerima saat Anda mengajukan polis.

Lazimnya mobil bekas bisa diasuransikan, namun usia mobil kadang menjadi batasan pihak asuransi. Ketersediaan suku cadang (spare part), menjadi alasan pihak asuransi untuk membatasi usia mobil bekas.

"Untuk batasan usia mobil, yang komprehensif (all risk) usia mobilnya maksimal sekitar 9 tahun dan untuk yang TLO (total loss only) 15 tahun," jelas Marketing & Communication & PR Manager Garda Oto, Laurentius Iwan Pranoto, kepada Beritagar.id beberapa waktu lalu.

"Yang komprehensif lebih pendek umurnya, karena terkait spare part atau suku cadang. Kan mobil main tua makin susah spare partnya," imbuh Laurentius.

Untuk asuransi komprehensif, Anda dapat melakukan klaim penggantian ketika beberapa bagian mobil rusak akibat kecelakaan kecil maupun besar.

Sementara asuransi kendaraan jenis TLO, hanya berlaku ketika mobil hilang atau mengalami kecelakaan dengan tingkat kerusakan di atas 75 persen.

Soal iuran premi, asuransi TLO lebih terjangkau ketimbang premi asuransi komprehensif. "Selisihnya satu berbanding tiga, karena kan--TLO--memang jangkauannya juga terbatas," jelas Iwan.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR