Mencoba Vespa Primavera i-Get melalui jalur Puncak

Vespa Primavera i-Get, asyik juga untuk berkendara jarak jauh.
Vespa Primavera i-Get, asyik juga untuk berkendara jarak jauh. | Mustafa Iman /Beritagar.id

Pada Juli lalu, Piaggio Group memperkenalkan dua Vespa terbaru dari keluarga Primavera dan Sprint. Keduanya mengusung mesin terkini, i-Get, yang dijanjikan lebih bertenaga, berbiaya operasi rendah, serta hening dan efisien.

Jenis mesin tersebut serupa dengan yang dipasangkan pada model Piaggio Medley/S.

Pekan lalu, seorang kawan berbaik hati meminjamkan Vespa Primavera i-Get versi 154,8cc. Tentu saja kami tak melewatkan kesempatan itu untuk mencobanya menempuh jarak jauh, dari panasnya Jakarta menuju kesejukan Cipanas, Jawa Barat, pada Sabtu (15/10/2016).

Motor yang kami coba tersebut berwarna grigio seta atau abu-abu sutera, yang menurut kami tampak seperti perak. Warna itu berpadu dengan merah tua menyala yang menjadi warna dasar jok motor.

Primavera tersebut masih dalam kondisi standar, artinya semua kelengkapan seperti mesin, ban, suspensi, spion, dan knalpot, masih sesuai dengan standar pabrik.

Vespa Primavera generasi baru dengan mesin i-Get.
Vespa Primavera generasi baru dengan mesin i-Get. | Mustafa Iman /Beritagar.id

Sulit meliuk namun agresif berakselerasi

Sebelum berangkat, kami mengisi penuh dahulu tangki bahan bakar yang berkapasitas 8,5 liter dengan bensin jenis Pertamax (RON 92).

Beberapa kawan mengatakan kalau motor ini terbilang irit konsumsi bahan bakar dengan perkiraan lebih dari 40 km/liter. Benar atau tidaknya akan kami coba buktikan dalam perjalanan ini.

Kami berangkat dari Jakarta pukul 8.00 WIB, dengan skenario akan melintasi jalur Margonda, Depok, lanjut ke Jalan Raya Bogor, Bukit Sentul, Simpang Gadog, Puncak Pas, hingga Cipanas.

Sudah kami perkirakan bakal menemui kemacetan di sekitar Depok dan pasar Cibinong, Bogor.

Dengan dimensi panjang 180,5 cm dan lebar 68 cm, kami agak kesulitan untuk bermanuver agresif, meliuk di antara kepadatan lalu lintas Jalan Raya Bogor yang dipenuhi angkutan kota dan minibus.

Tinggi jok yang mencapai 78 cm cukup menyulitkan kami, yang bertinggi badan kurang dari 170 cm, untuk melakukan manuver tersebut.

Kesulitan saat menerobos kemacetan itu terbayar ketika arus lalu-lintas berubah lengang. Mesin injeksi i-Get, silinder tunggal, 4 tak, dengan 3 katup, membuat kami tak kesulitan untuk memuntir gas dan berakselerasi mencapai kecepatan yang diinginkan tanpa getaran. Pendek kata, untuk akselerasi, motor ini boleh juga. Tidak mengecewakan.

Kami tidak sempat mengukur tenaga Primavera itu sendiri, namun Vespa mengklaim motor ini memiliki tenaga 12,7 hp pada putaran mesin 7.750 rpm, serta torsi maksimal 12 Nm pada 5.000 rpm. Besar tenaga dan torsi itu naik 10 persen dibandingkan versi mesin sebelumnya.

Kompromi antara bobot motor dengan kondisi jalan
Kompromi antara bobot motor dengan kondisi jalan | Mustafa Iman /Beritagar.id

Manuver di jalur licin dan berpasir

Saat melaju dengan kecepatan konstan pada kisaran 70-80 km/jam dari Margonda hingga Sentul, motor ini melaju mulus nyaris tanpa getaran dan pengereman pun dilakukan dengan baik.

Setelah melalui jalan yang relatif mulus, cobaan menghadang di jalur Bukit Sentul yang terkenal licin dan berpasir, serta banyak tikungan dan naik-turun.

Tentu saja motor dikendarai dengan lebih hati-hati, namun rem cakram 20 cm di ban depan berukuran 11 inci dan rem belakang teromol pada ban yang juga berukuran 11 inci bisa menambah kepercayaan diri kami dalam melibas jalur tersebut.

Pada kondisi tersebut, kami hanya memacu motor dengan kecepatan 40-60 km/jam.

Sedikit masalah kami dapatkan saat menghadapi jalur menanjak. Tenaga motor terasa lambat naik --kami tertinggal oleh rekan yang menggunakan skuter bervolume mesin sama, 150cc, yang diproduksi jenama lain.

Meskipun begitu, saat kami memuntir gas lebih agresif dan mengurangi jeda puntiran, tenaga yang diinginkan pun keluar dan motor kembali melaju stabil.

Menaklukkan kemacetan jalur puncak

Menerabas kemacetan jalur Puncak, Jawa Barat.
Menerabas kemacetan jalur Puncak, Jawa Barat. | Mustafa Iman /Beritagar.id

Selang 1,5 jam kemudian, kami tiba di Simpang Gadog, Bogor, menuju Puncak. Kondisi jalan saat itu macet sekali, karena telah diberlakukan arus searah oleh petugas kepolisian.

Dalam kondisi tersebut, polisi lalu lintas hanya membuka dua jalur untuk motor, masing-masing di bahu kiri dan kanan jalan.

Karena itu adalah akhir pekan di sebuah kawasan wisata, banyak kendaraan yang berseliweran. Ditambah angkot yang kerap berhenti sembarangan, perjalanan menuju Cipanas pun sempat terganggu.

Mengarungi kemacetan jaur Puncak yang menanjak, Primavera i-Get tak mengalami hambatan dan bisa melaju stabil pada kecepatan rendah.

Hanya saja, spion yang kelewat lebar sedikit menyulitkan dalam bermanuver di sela-sela mobil. Suspensi yang relatif keras juga membuat sulit mengendalikannya di jalanan bergelombang (bumpy).

Jok yang empuk dan nyaman juga sangat membantu kami saat mesti menunggu terurainya kemacetan.

Setelah meninggalkan kemacetan dan memasuki jalur puncak yang berliku, kami mencoba melakukan beberapa manuver agresif saat menikung. Hasilnya, beberapa kali kami rasakan gesekan aspal pada elemen standar samping bagian kiri.

Untuk akselerasi melalui tanjakan, Primavera terasa nyaman, tetapi karena ground clearance yang rendah, kami sarankan agar pengemudi tak melahap tikungan terlalu tajam.

Pada sebuah kesempatan, kami sanggup membetot gas hingga 115 km/jam dan tak terasa ada getaran pada kemudi maupun bodi motor.

Kami hanya membutuhkan waktu 60 menit dari Gadog menuju Cipanas. Namun saat memasuki jalan yang tak rata menuju vila tempat kami menginap, beberapa kali terasa benturan pada bagian bawah motor.

Kami baru tersadar kalau skuter ini memiliki ground clearance (jarak antara bagian terendah motor dengan tanah) yang sempit, hanya 15 cm. Ditambah berat pengemudi dan penumpang, jarak itu bisa berkurang hingga 10 cm.

Setelah sampai, kami lalu mencoba membuktikan efisiensi bahan bakar yang dijanjikan Piaggio.

Jarak yang kami tempuh mencapai 103 km dan konsumsi bahan bakar setelah kami hitung mencapai 2,4 liter. Jadi, Vespa Primavera i-Get yang kami gunakan mencatatkan penggunaan bahan bakar 42,9 km/liter. Lumayan irit untuk perjalanan luar kota.

Setelah merasakannya sendiri, kami berpendapat Vespa Primavera i-Get seharga Rp36,5 juta ini (OTR Jakarta) nyaman untuk dikendarai menempuh jarak jauh, pun irit bahan bakar.

Ground clearence yang relatif rendah memang agak menyulitkan, tetapi tidak sampai mengurangi kenyamanan berkendara secara drastis.

Dasbor Vespa Primavera i-Get.
Dasbor Vespa Primavera i-Get. | Mustafa Iman /Beritagar.id
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR