KENDARAAN LISTRIK

Mengenal EgoGP, motor listrik untuk balap MotoE

Energica EgoGP saat diuji oleh mantan pebalap MotoGP, Loris Capirossi.
Energica EgoGP saat diuji oleh mantan pebalap MotoGP, Loris Capirossi. | Energica

Era listrik akhirnya menghampiri balap sepeda motor juga. Setelah balap mobil mendahului dengan Formula E sejak lima tahun lalu, penyelenggara MotoGP, Dorna, Selasa (6/2/2018), mengumumkan bakal berlangsungnya balap motor listrik bertitel MotoE mulai 2019.

Balap yang disponsori oleh perusahaan energi Enel dan diikuti oleh 11 tim tersebut bakal mengikuti kalender MotoGP, seperti Moto2 dan Moto3. Nama resmi turnamen tersebut adalah FIM Enel MotoE World Cup.

Namun pada tahun pertama penyelenggaraannya, MotoE hanya bakal berlangsung lima kali dan semuanya di sirkuit di Eropa. Satu balapannya berlangsung selama 10 putaran sirkuit.

Hal lain yang membedakannya dengan MotoGP, pada MotoE seluruh tim akan menggunakan sepeda motor yang sama, atau populer disebut one make race. Motor tersebut akan disuplai oleh Energica, perusahaan motor bertenaga listrik asal Italia. Nama motor tersebut adalah EgoGP.

Siapakah Energica?

Nama perusahaan yang bermarkas di Modena, Italia, ini memang belum populer di kalangan awam. Energica adalah bagian dari CRP Group, perusahaan Italia yang berdiri pada 1970 dan fokus pada rekayasa komponen berteknologi canggih, termasuk pengembangan suku cadang kendaraan balap, seperti untuk Formula 1.

Singkat cerita, Franco Cevolini, anak pendiri CRP Group, berhasrat untuk memproduksi sepeda motor performa tinggi (supersport) dengan teknologi berkelanjutan.

Upaya tersebut diawali pada 2006 dan enam tahun kemudian, CRP memperkenalkan purwarupa motor listrik supersport Energica Ego dalam ajang pameran motor ternama di dunia, EICMA. Setahun setelahnya, mereka memperlihatkan versi produksi dari purwarupa tersebut.

Pada 2014 Cevolini mendirikan Energica Motor Company, sekaligus memamerkan Ego, Ego45--versi mewah dari Ego--serta model kedua produksi mereka, Energica Eva.

Nah, EgoGP, walau pada pengembangannya bakal mengalami beberapa perubahan untuk disesuaikan dengan kebutuhan balap, akan tetap berbasis pada Energica Ego.

Kehadiran Ego mendapat sambutan yang baik. Apalagi ia adalah supersport bertenaga listrik penuh pertama.

Motorcycle News (MCN), yang menyatakan sempat meragukan kemampuan motor itu ketika pertama diminta mencobanya, memilih Energica Ego sebagai Sepeda Motor Listrik Terbaik 2017.

Motor apakah Energica Ego?

Tampak depan Energica EgoGP.
Tampak depan Energica EgoGP. | Energica

Motor Ego versi standar menggunakan mesin listrik berpendingin oli yang mampu menghasilkan tenaga hingga 145 hp pada 4.900-10.500 rpm dan torsi maksimal 200 Nm antara 0-4.700 rpm.

Tenaga tersebut, telah dibuktikan oleh MCN dan Clean Technica, bisa memacu Ego dari diam hingga kecepatan 100 km/jam hanya dalam waktu 3 detik. Kecepatan maksimalnya mencapai 240 km/jam.

Pada EgoGP, mesin motor disetel hingga tenaga maksimalnya bertambah menjadi 147 hp dengan torsi 200 Nm antara 0-5.000 rpm. Kecepatan maksimalnya bertambah menjadi 250 km/jam.

Padahal berat motor tersebut mencapai 280 kg. Sebagai perbandingan, berat minimum motor MotoGP ditetapkan 160 kg.

Meski berat, mereka yang pernah mencoba motor tersebut, termasuk mantan pebalap MotoGP Loris Capirossi, menyatakan Ego amat gesit dan mudah dikendalikan.

Untuk versi MotoE, Dorna dan Energica tengah memikirkan cara untuk mengurangi berat tersebut. Opsi yang kemungkinan diambil, menurut New Atlas, adalah mengganti baterai berkapasitas 11,7 kWh yang digunakan pada Ego versi produksi massal.

Baterai standar itu bisa membawa Ego menempuh jarak antara 128-160 km, tergantung cara mengemudinya. Karena MotoE hanya akan menempuh 10 putaran sirkuit, atau sekitar 40 km, opsi mengganti baterai untuk mengurangi berat sepertinya masuk akal.

Pada versi standar, dibutuhkan waktu hingga 3,5 jam untuk mengisi baterai dari nol hingga penuh. Tentu saja tak mungkin untuk menunggu selama itu dalam sebuah Grand Prix.

Oleh karena itu EgoGP bakal menggunakan teknologi cas cepat DC dengan sistem CCS (combined charging system) agar bisa mengisi baterai dari 0 hingga 85 persen hanya dalam waktu sekitar 20 menit.

Lazimnya motor listrik, namun tak lazim untuk motor sport, Ego dan EgoGP tak memiliki kopling dan girboks. Akselerasi sepenuhnya diatur oleh sistem ride-by-wire, yang memungkinkan pengemudi mengendalikan torsi dan akselerasi motor, berdasarkan torsi regeneratif atau pengereman mesin (engine brake).

Pemetaan regeneratif itu juga tersedia dalam empat pilihan, yakni rendah, menengah, dan tinggi, serta non-aktif.

Ego juga dilengkapi dengan fitur asisten parkir (park assistant), pemantau kecepatan, kapasitas baterai, dan pada dasbor motor ini disematkan display digital dari buatan COBO TFT dengan layar warna berukuran 4,3 inci.

Konektivitas nirkabel motor didukung oleh teknologi untuk jarak dekat dan UMTS (dalam pengembangan). Fitur itu memungkinkan Anda menghubungkan motor dengan gawai dan komputer di rumah melalui jaringan internet dengan mengakses aplikasi My Energica App.

Belum diketahui apakah fitur standar Ego tersebut tetap akan dipasang pada EgoGP atau tidak.

Hal yang pasti ada tiga komponen khusus untuk EgoGP, yaitu:

  • Vehicle Control Unit (VCU) untuk memonitor dan mengatur baterai, inverter, alat cas, dan ABS. Fitur ini bisa memonitor tenaga motor berdasarkan geberan gas sebanyak 100 kali per detik selama berkendara.
  • Supply Unit yang berisi baterai isi ulang yang tersegel dalam sebuah bungkus tersegel. Biasanya baterai akan cepat panas jika dibungkus dan mengurangi daya tahannya. Namun bungkus baterai Energica EgoGP dirancang untuk mengatasi masalah overheat tersebut.
  • eABS generasi terbaru yang mampu membatasi torsi regeneratif maksimal dalam kondisi jalan basah. Sistem ini bisa memverifikasi friksi pada jalan dan jika basah ia akan segera membatasi torsi maksimum motor.

Daya tahan dan performa Energica Ego telah dibuktikan saat berhasil finis pada posisi ke-7 dalam ajang TT Zero Race di Isle of Man tahun lalu. Ia menjadi satu-satunya motor listrik yang mengikuti balap menempuh satu putaran sirkuit sepanjang 60,75 km tersebut.

"Kami siap untuk mencatat bab baru dalam sejarah olahraga bermotor bersama Dorna, Enel, FIM, dan Michelin," kata Livia Cevolini, CEO Energica Motor Company SpA.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR