MOBIL LISTRIK

Mengenal mobil listrik anyar Dahlan Iskan

Tesla Model S, mobil listrik asal AS yang dipinang Dahlan Iskan.
Tesla Model S, mobil listrik asal AS yang dipinang Dahlan Iskan. | /Shutterstock.com

Nama Dahlan Iskan tak bisa lepas dari teknologi mobil konsep berbasis listrik di Indonesia. Saat menjabat sebagai Menteri BUMN, Dahlan pernah menggagas sebuah mobil listrik bernama Selo walau akhirnya kandas pada perizinan.

Namun Dahlan tak menyerah. Kali ini Dahlan meneruskan proyek mobil listrik dengan menggunakan mobil asal Amerika Serikat (AS), Tesla Model S, yang dibelinya seharga Rp4 miliar.

"Di Amerika Serikat, mobil listrik sudah diproduksi massal, dan pemasarannya berkembang pesat," kata Dahlan, Jumat (12/5/2017).

Tesla yang dibelinya, lanjut Dahlan, bukan untuk pamer. Pemilik media Grup Jawa Pos ini justru ingin memperkenalkan kendaraan masa depan tersebut kepada masyarakat Indonesia.

Walau tak menyebutkan tipenya, Tesla Model S yang dipilih Dahlan punya opsi penuh --disinyalir tipe P100D. Tipe ini diklaim memiliki komponennya terbaik di kelasnya.

Tesla Model S memang bukan mobil murah. Di negeri Paman Sam, pihak pabrikan bahkan membuat empat tipe untuk model ini yang dapat dipesan calon konsumen; yakni Model S 75, Model S 90D, Model S 100D, dan Model S P100D.

Khusus untuk model terakhir (P100D)diklaim sebagai mobil listrik tercepat saat ini, dan sempat dipamerkan pada ajang otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2017.

Kendaraan itu dikabarkan mampu melesat dari diam (0 kpj) hingga kecepatan 100 kpj hanya dalam waktu 2,5 detik. Bahkan, menurut Forbes, catatan waktunya bisa lebih cepat lagi, yakni 2,28 detik, sehingga menjadi sedan produksi massal tercepat di dunia.

Catatan waktu itu bahkan lebih cepat dari hypercar Ferrari LaFerrari, Bugatti Veyron, Lamborghini Aventador, atau Porsche 911 Turbo S. Namun saat diuji, sedan berpenggerak empat roda dengan dua mesin listrik itu menggunakan perangkat lunak "Ludicrous + yang belum tersedia di pasaran saat ini.

Total tenaga yang dihasilkan dua mesin listrik itu diklaim Tesla mencapai 761,7 hp dengan torsi maksimal 1.000 Nm. CarsGuide memprediksi tenaganya bisa lebih dari itu.

Mobil ini mengusung baterai berkapasitas 100 kWh dan diklaim bisa menempuh jarak hingga 540 km jika mobil dipacu pada kecepatan rata-rata 100 km/jam. Jarak tempuh bertambah menjadi 658 km jika kecepatan diturunkan menjadi 88,5 km/jam.

Selain kencang, sedan mewah Tesla juga menawarkan fitur seperti sedan mewah kebanyakan. Misalnya sistem audio stereo 7-speaker, trim dari kulit, pelek 19-inci, layar sentuh 17-inci, keyless entry and start, dasbor digital, wiper kaca otomatis, lampu LED, dan konektivitas internet melalui kartu SIM.

Kendaraan listrik, teknologi tak terbendung

Seperti dikabarkan Kompas.com, mobil listrik jenis sedan berwarna gelap itu dipamerkan Dahlan di depan kantor perusahaannya, di kawasan Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Jawa Timur. Tesla S disandingkan berjajar dengan Selo, sang mobil listrik purwarupa karya anak bangsa.

Dari sisi teknologi, memang Tesla model S ini jauh mengungguli Selo. Namun jika mendapat dukungan penuh pemerintah, Dahlan meyakini bahwa bukan mustahil ketertinggalan teknologi mobil listrik dapat dipelajari dan dapat dikejar.

''Sebenarnya saya memikirkan pentingnya Indonesia memproduksi mobil listrik sejak empat tahun lalu....Ada hambatan karena sekarang ini saya kena perkara mobil listrik sehingga praktis kita kehilangan waktu empat tahun," imbuh Dahlan.

Baginya, perkembangan global mobil listrik akan terus melesat dan tak dapat terbendung. Terbukti, negara Asia Tenggara lain seperti Thailand juga telah memikirkan mobil listrik.

''Jadi, saya membeli ini bukan ingin punya Tesla atau harus punya Tesla. Biar masyarakat Indonesia tahu bahwa mobil listrik buatan Amerika sudah sedemikian majunya," tegas mantan Dirut PT PLN tersebut seperti ditulis Jawapos.

Menurut Dahlan, Indonesia harus bangkit dari ketertinggalan saat ini. Jika tidak, Indonesia akan makin tertinggal lebih jauh. Padahal, mobil listrik merupakan keniscayaan.

Masa depan mobil listrik yang tak terbendung, lanjut Dahlan, dibuktikan dengan kapitalisasi Tesla yang melebihi Ford. Saat ini Tesla baru memproduksi sekitar 10 persen mobil dibanding Ford yang mampu memproduksi 7 juta unit mobil berbahan bakar minyak dalam setahun.

Namun, menurut kabar Cmlviz.com, nilai pasar perusahaan Tesla lebih besar daripada Ford. ''Kenapa bisa begitu? Ya karena orang percaya Tesla itu punya masa depan. Sedangkan mobil bensin akan menjadi masa lalu," ujar Dahlan.

Pada kesempatan tersebut Dahlan juga menegaskan, ide dan dukungannya terhadap mobil listrik bukan untuk kepentingan pribadinya, melainkan untuk mengembangkan industri mobil listrik di Indonesia.

Sayang, konsep berbasis teknologi itu kini terhambat. Dahlan diperkarakan oleh Kejaksaan Agung karena dianggap bersalah dalam pembuatan purwarupa mobil listrik untuk APEC 2013. Padahal, menurut Dahlan, pembuatan mobil purwarupa itu tidak menggunakan uang belanja negara (APBN), melainkan dana sponsor tiga perusahaan BUMN.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR