Menjajal All New Fortuner di jalur Semarang - Yogya

Empat dari sembilan mobil Toyota All New Fortuner yang digunakan para jurnalis melaju di jalan Tol Semarang-Jatingaleh-Bawen, Jawa Tengah, 28 Januari 2016
Empat dari sembilan mobil Toyota All New Fortuner yang digunakan para jurnalis melaju di jalan Tol Semarang-Jatingaleh-Bawen, Jawa Tengah, 28 Januari 2016 | Toyota Astra Motor

Kurang lebih 35 orang jurnalis dari Jakarta, Yogayakarta, dan Semarang menjajal generasi terbaru Toyota pembuka 2016, All New Fortuner, pada Kamis-Sabtu (28-30 Januari 2016). Inilah mobil yang seluruh bagian merupakan generasi keluaran anyar; mulai mesin, desain, dan fitur.

Tiba di Bandara Ahmad Yani, Semarang, Jateng, pada Kamis siang (28/1), Beritagar.id mendapat All New Fortuner varian VRZ 2.4 4x2 bertransmisi otomatis (A/T). Harga jual on the road adalah Rp494 juta.

Rouli Sijabat, Public Relation Manager Toyota Astra Motor (TAM), yang ikut mendampingi para jurnalis, mengatakan varian VRZ adalah andalan TAM. "Itu sebabnya kami menyediakan enam mobil VRZ untuk acara Journalists Test Drive ini," katanya dalam sambutan awal.

Dari bandara, Beritagar.id langsung duduk di belakang kemudi. Dibanding generasi Fortuner terdahulu, mobil ini jelas jauh berbeda. Interior cukup mewah dengan balutan kulit, mesin begitu bertenaga --terutama saat menggunakan power mode. Selain itu, ukuran mobil juga lebih besar dibanding generasi terdahulu.

Jok terasa nyaman dan bahu terasa dipeluk saat mendudukinya. Kesan ergonomis begitu kuat. Lagi pula, All New Fortuner memberi kemudahan dengan satu tuas pada sisi kanan jok. Untuk mengatur ketinggian jok, tinggal menarik tuas ke atas atau mendorong ke bawah. Sementara untuk mengatur jarak dengan kemudi, hanya perlu menggeser depan belakang.

Tuas pengatur di sisi kanan jok pengemudi All New Fortuner
Tuas pengatur di sisi kanan jok pengemudi All New Fortuner | Toyota Astra Motor
Tampilan interior Toyota All New Fortuner
Tampilan interior Toyota All New Fortuner | Toyota Astra Motor

Keluar dari bandara, Beritagar.id yang ditemani jurnalis VIVA langsung menemui antrean pembayaran tiket parkir dan lampu lalu lintas persimpangan. Di sini terasa power mode tak cocok untuk kondisi macet.

Power mode menghasilkan tenaga yang besar dari hasil pembakaran, kendati mobil bermesin diesel. Meski pedal gas hanya diinjak ringan, mobil terasa ingin melompat. Itu sebabnya, kami menyarankan penggunaan eco mode yang tentu tenaganya lebih ekonomis.

Selepas kemacetan, kami yang tetap menggunakan power mode masuk ke jalur tol Jatingaleh-Bawen untuk menuju Yogyakarta. Di fase ini, mobil terbukti sangat nyaman. Kesenyapan kabin mobil premium SUV (Sport Utility Vehicle) ini punya kualitas setara Toyota Alphard yang berkategori premium MPV (Multi Purposes Vehicle).

Itu sebabnya kami sempat terkejut ketika speedometer menunjukkan kecepatan 140 km/jam. Kenyamanan kabin membuat pengemudi dan penumpang tak merasakan dampak kecepatan. Kelompok jurnalis lain merasakan hal senada ketika tak sadar kecepatan sudah mencapai 180 km/jam.

Keluar dari tol, kami bertemu jalur berkelok. Di sini, power mode membuktikan tuahnya. Saat menyalip truk dari kondisi RPM rendah, All New Fortuner bisa dipacu hingga kecepatan 60 km/jam hanya dengan sekali sentak pedal gas. Tenaganya memang besar.

Kami mengarungi jalan berkelok dan naik turun seperti halnya saat meninggalkan bandara menuju GoodFellas untuk makan siang di bagian atas kota Semarang. Tak ada kendala berarti dalam melahap jalur tersebut.

Mobil tetap mampu melaju kencang meski menanjak. Tak ada kesan ngotot dan kepayahan. Namun ada satu kelamahan soal laju mobil ini.

Beritagar.id mendapat kesan sedikit oversteer saat mobil "digoyang" untuk menyalip atau menikung. Bagian buritan agak bergoyang meski tak signifikan bila tak dirasakan secara saksama.

Seperempat akhir perjalanan menuju Ketep Pass, Magelang, Jawa Tengah, Beritagar.id berganti menjadi penumpang di kabin tengah. Tak ada sisi negatif di sini. Nyaman dan bahkan cenderung dingin lantaran AC berembus langsung di kompartemen tengah.

Namun jangan khawatir, AC bisa diatur manual oleh penumpang di kabin tengah. Sementara suhu AC bisa diatur di dasbor. Tubuh juga tak terasa "dianiaya" meski mobil "digoyang" untuk menyalip atau menikung. Suspensi terasa nyaman.

Sampai di Ketep Pass, alhasil badan tak terasa lelah meski telah menempuh jarak sekitar 115 km. Konsumsi bahan bakar pun relatif irit. Kondisi tangki penuh dari Semarang, bahan bakar solar hanya habis setengah tangki.

Mobil ini benar-benar memberi gambaran semboyan yang disematkan Toyota; "Tough and cool." Lalu bagaimana bila mobil ini dikendarai wanita?

"Nyaman kok, terutama karena setelan joknya ok," ujar Tiwi dari Carvaganza, satu-satunya wanita jurnalis dalam acara test drive ini.

Beriringan menuju Ketep Pass, Magelang, 28 Januari 2016
Beriringan menuju Ketep Pass, Magelang, 28 Januari 2016 | Hedi Novianto/Beritagar.id
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR