TIP OTOMOTIF

Menyusul kendaraan dari kiri diizinkan dalam keadaan tertentu

Ilustrasi lalu lintas kendaraan di jalanan Indonesia.
Ilustrasi lalu lintas kendaraan di jalanan Indonesia. | Aditya Pradana Putra /Antara Foto

Indonesia adalah negara yang menganut sistem setir kanan pada kendaraan roda empat atau lebih. Oleh karena itu, manajemen lalu lintas Indonesia menetapkan sisi kiri jalan sebagai lajur berkendara, sementara sisi kanan baru digunakan jika ingin menyusul mobil lain yang berada di depan.

Pengaturan lalu lintas tersebut termaktub pada pasal 51 Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 1993 tentang Prasarana dan Lalu Lintas Jalan dan ditegaskan kembalai pada pasal 108 Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAAJ).

"Pengemudi kendaraan bermotor yang akan melewati kendaraan lain harus menggunakan lajur atau jalur Jalan sebelah kanan dari kendaraan yang akan dilewati, mempunyai jarak pandang yang bebas, dan tersedia ruang yang cukup," demikian dijelaskan pada Pasal 109 ayat (1) UU 22/2009.

Apakah itu berarti pengemudi tak boleh mendahului kendaraan lain melalui lajur kiri jalan?

Ayat (2) pasal tersebut memperbolehkan hal tersebut dilakukan, tapi ada syaratnya. Menyusul dari lajur kiri hanya bisa dilakukan "dalam keadaan tertentu", dengan tetap memerhatikan keamanan dan keselamatan lalu lintas.

Pada penjelasan pasal tersebut "keadaan tertentu" dijabarkan sebagai kondisi ketika lajur sebelah kanan atau paling kanan dalam keadaan macet, antara lain akibat kecelakaan lalu lintas, pohon tumbang, jalan berlubang, genangan air, kendaraan mogok, antrean mengubah arah, atau kendaraan bermaksud berbelok kiri.

Jadi artinya, saat situasi lalu lintas normal, mendahului kendaraan lain wajib dilakukan dari sisi sebelah kanan. Jika tidak, tentu saja bakal melanggar aturan. Sanksinya, sesuai pasal 287 ayat (1) adalah kurungan maksimal 2 bulan atau denda hingga Rp500.000.

Walau menyusul dari kiri diperbolehkan dalam keadaan tertentu, Koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman) Edo Rusyanto dalam laman blognya mengingatkan untuk melakukannya dengan hati-hati dan penuh perhitungan.

"...mendahului lebih aman dan selamat dari sisi kanan. Hal itu mengingat Indonesia menerapkan pola berkendara di lajur kiri jalan," tulis Edo.

Kiat mendahului kendaraan

Sementara dalam perbincangan dengan Beritagar.id, Jusri Pulubuhu, pendiri dan instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), memaparkan kiat menyalip kendaraan yang merujuk pada 6 titik berbahaya saat berkendara.

Ia menyebut setidaknya ada beberapa hal dan strategi yang mesti diperhatikan saat hendak mendahului kendaraan di depan.

Pertama, pastikan Anda menyalakan lampu sein. Kemudian perhitungkan kecepatan dan kemampuan akselerasi kendaraan dibandingkan dengan kendaraan yang akan dilewati.

Cermati dan pastikan lajur yang akan dipakai untuk mendahului itu kosong atau setidaknya ada jarak cukup jauh dengan kendaraan lain yang datang dari arah berlawanan. Pantau juga spion kanan untuk melihat kondisi jalan di belakang kendaraan Anda.

Jangan lupa pula untuk membunyikan klakson, minimal dua kali. Tujuannya untuk memberikan tanda kepada kendaraan di depan bahwa Anda akan mendahuluinya.

"Pastikan Anda berhitung sebelum menyalip pada lajur dua arah tanpa pembatas. Nyalakan lampu sein, bunyikan klakson, dan ukur kecepatan Anda. Jika Anda ragu, sebaiknya jangan dilakukan," tuturnya.

Jusri juga mengingatkan, jangan menyalip jika kendaraan di depan Anda melambat dan menyalakan lampu sein kanan.

Peringatan itu juga tertuang pada ayat (3) pasal 109 UU 22/2009 yang menyatakan bahwa jika kendaraan yang akan dilewati telah memberi isyarat (lampu sein) akan menggunakan lajur atau jalur jalan sebelah kanan, pengemudi di belakangnya dilarang melewati kendaraan tersebut.

Jusri juga menganjurkan, jika tidak sangat terpaksa atau dalam keadaan darurat, hindari menyalip dari sebelah kiri atau dari bahu jalan. Selain berbahaya, besar kemungkinan polisi akan menilang Anda.

Bagaimana menyalip dalam kondisi jalan yang relatif menanjak?

"Ketika jalan menanjak, jangan coba-coba menyalip. Apalagi di ujung tanjakan ada tikungan, itu sudah termasuk blindspot (titik buta) dan sangat berbahaya," tegas Jusri.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR