TIP OTOMOTIF

Merawat kendaraan yang kena abu vulkanik

Ilustrasi mobil tertutup debu vulkanik
Ilustrasi mobil tertutup debu vulkanik | Art Konovalov /Shutterstock

Erupsi gunung berapi--seperti Gunung Anak Krakatau menghasilkan abu vulkanik. Tidak hanya kesehatan yang terganggu karenanya. Kendaraan bermotor pun bisa terdampak paparan abu vulkanik.

Dinukil Liputan6.com, saringan udara atau filter menjadi salah satu komponen penting yang harus diperhatikan jika mobil terpapar abu vulkanik.

Saringan udara menjadi kotor akibat menghisap debu atau abu tersebut. Akhirnya ini membuat performa mesin menjadi turun.

Abu vulkanik tidak akan merusak mesin secara langsung. Melainkan memengaruhi performa kendaraan juga efisiensi bahan bakar.

Kotoran yang menumpuk pada bagian saringan udara memengaruhi tenaga dan performa. Bila tenaga berat maka konsumsi bensin menjadi boros.

"Kalau mobilnya hidup, yang dicek filter udaranya. Tapi bila mobilnya tidak dalam kondisi hidup, diam begitu ya cukup dibersihkan saja disemprot pakai kompresor bisa," kata Service Advisor Toyota Astra Motor, Kusnan.

Para pemilik kendaraan bermotor yang terkena hujan abu disarankan untuk segera mengganti saringan udara. Tujuannya, agar performa mesin tidak terganggu dan kembali normal lagi.

Sementara jika kendaraan terkena hujan abu vulkanik, tidak disarankan untuk langsung membersihkan kaca dengan wiper. Sebab menurut Christopher Sebastian, CEO Makko Group (pemegang beberapa merek perawatan kendaraan), dinukil Kompas.com, ini dapat menyebabkan timbulnya goresan di kaca.

Permukaan kaca yang tergores dapat mengganggu pandangan. Hal ini bisa membahayakan pengemudi dalam kondisi perjalanan di tengah hujan atau malam hari.

Saran Christopher, langkah pertama yang bisa dilakukan adalah membersihkan lebih dahulu permukaan kaca dengan air. Ini dilakukan untuk melunturkan abu yang menempel di permukaan kaca.

Abu abu vulkanik lebih bahaya ketimbang abu biasa. Karena secara partikel berupa potongan kecil batuan bergigi, mineral, dan kaca vulkanik. Bahkan, abu tersebut bersifat korosif .

“Material debu vulkanik berbeda dengan debu biasa. Ia punya bahan seperti serat kaca, serta pasir dengan bentuk yang tajam. Perhatian tidak hanya pada kaca depan tapi kaca belakang yang punya fitur wiper juga perlu dibersihkan terlebih dulu. Soalnya kadang terlupa,” ucap Christopher.

Dipertegas oleh General Repair Service Manager Toyota Astra Motor (TAM) Iwan Abdurahman, dibandingkan abu biasa, karakter abu vulkanik memiliki perbedaan. Butiran yang keluar dari gunung berapi itu disebut lebih berpotensi merusak kendaraan ketimbang abu biasa.

"Efeknya lumayan (signifikan) terhadap mobil, terutama part logam atau body lainnya (part krom dan lainnya). Biasanya abu gunung berapi mengandung asam yang sifatnya korosif," kata Iwan kepada CNNIndonesia.com.

Lebih jauh, Iwan menjelaskan abu vulkanik bisa memicu kerusakan bukan hanya di bagian luar kendaraan, melainkan komponen lain seperti mesin. Jika dibiarkan terlalu lama, efek yang paling terlihat adalah baret dan karat."Yang terlihat efek karat, jika mobil terkena debu dan dibiarkan beberapa hari," ungkapnya.

Bila sudah terdapat baret dan karat pada ruang bakar seperti silinder, nantinya mesin kendaraan tidak bisa dinyalakan secara sempurna. Banyaknya baret atau karat, juga tergantung pada jumlah debu yang masuk.

Namun, bila kaca kendaraan sudah terlanjur tergores, pemilik kendaraan dapat memilih mengganti kaca atau memperbaikinya. “Tentu dengan kondisi goresan tidak terlalu dalam. Saat ini sudah ada teknologi dengan pemolesan khusus untuk menghilangkan goresan di kaca,” ucap Christopher.

Ditambahkan oleh Sony Susmana, Direktur Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), bila situasi mengharuskan pengemudi berkendara di tengah abu vulkanik, usahakan lampu mobil dalam kondisi menyala. Ini penting karena abu vulkanik mampu mengganggu jarak pandang.

Bagi pengguna mobil, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar tetap aman berkendara saat melintasi hujan abu vulkanik.

Misal, kecepatan kendaraan wajib diperhatikan, pasalnya abu vulkanik bisa membuat jalanan menjadi licin, apalagi jika terkena air. "Untuk roda empat, pastikan air dan wiper selalu siap untuk mengibas debu di kaca depan, serta kurangi kecepatan 20 km/jam dari kondisi normal," ujar Sony kepada GridOto.com.

Sedangkan untuk kendaraan roda dua, dinukil detikoto, langkah pertama yang harus dilakukan sepeda motor terkena debu vulkanik, yaitu mencuci bersih dahulu sebelum dihidupkan.

Alasannya, karena debu vulkanik bersifat abrasif. Kalau sepeda motornya jenis sport atau cub, perhatikan juga bagian rantai roda dan gear.

Sedangkan untuk semua tipe perhatikan bagian lubang filter udara, bersihkan dengan hati-hati," kata Technical Service Division Astra Honda Motor (AHM), Sarwono Edhi.

Sama dengan kendaraan roda empat, pengecekan filter udara menjadi satu hal paling penting saat sepeda motor terkena debu vulkanik.

"Untuk motor matik, bagian CVT perlu dicek juga karena motor melalui atau jalan di abu vulkanik. Kalau CVT kotor, menjadikan kerja sistem CVT tidak optimum, bisa tersendat-sendat. Sedangkan untuk rantai motor yang terdapat di motor (cub atau sport) cepat dibersihkan, dengan dicuci dan kemudian dilumasi," tutup Sarwono.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR