MOBIL LISTRIK

Mimpi Xiaomi produksi mobil listrik

Kantor Xiaomi di Tiongkok
Kantor Xiaomi di Tiongkok | tester /Shutterstock.com

Siapa tak kenal Xiaomi. Perusahaan Manufaktur asal Tiongkok ini telah mencuri perhatian dunia dengan produk gawainya.

Salah satu nilai plus produk jenama ini adalah harganya yang relatif terjangkau ketimbang produk lain sekelasnya.

Tak hanya tertarik dengan industri gawai, jenama ini juga melirik otomotif.

Kabar Xiaomi yang tengah melebarkan sayap ke industri otomotif sebenarnya bukan kabar baru. Jenama ini sudah acap kali diberitakan sedang mengembangkan produk mobil listrik murah yang akan dipasarkan secara massal.

Laporan dari Global Manufacturing menyebut pada Desember 2014, bahwa ada potensi atas kesepakatan antara Xiaomi dengan Tesla, produsen mobil listrik asal AS. Keduanya pun sudah saling tatap muka.

Bahkan dalam China Internet of Vehicles Conference 2014 yang berlangsung di Shenzhen, Tiongkok, CEO Xiaomi Lei Jun mengatakan, "Perusahaan sekarang bekerja sama dengan perusahaan mobil terkenal untuk secara diam-diam mengembangkan semacam mobil listrik murni, yang akan dimasukkan ke dalam produksi massal. pada tahun 2015 paling cepat."

Dalam laman resmi, Xiaomi Canada dituliskan bahwa VP Xiaomi, Li Wanqiang, kerap menyambangi Silicon Valley untuk mengerjakan produk Xiaomi yang mungkin merupakan mobil listrik. Silicon Valley adalah markas banyak perusahaan teknologi kenamaan, salah satunya Tesla.

Lei Jun pun mengatakan betapa ia menyukai mobil-mobil itu (Tesla). Dalam hal ini ada kecurigaan yang semakin kuat bahwa kedua perusahaan itu bisa bekerja sama dalam beberapa kapasitas.

Lantas, kenapa Xiaomi tak memproduksi mobil listriknya di Tiongkok?

Mimpi Xiaomi memproduksi mobil listrik ini terhambat oleh peraturan pemerintah, yang membatasi jenis perusahaan yang diizinkan berproduksi di Tiongkok. Aturan tersebut hanya mengizinkan perusahaan otomotif untuk mengembangkan mobil.

Artinya, jika Xiaomi ingin mengembangkan mobil listrik di negeri tirai bambu tersebut, maka salah satu caranya adalah bekerjasama atau membeli sebuah perusahaan mobil.

Namun belakangan, China National Development and Reform Commission (NDRC) mengungkapkan serangkaian peraturan baru yang memungkinkan perusahaan non-otomotif masuk ke sektor kendaraan listrik. Akan tetapi peraturan itu sedang dalam peninjauan dan belum disahkan oleh pemerintah.

Menurut rancangan rencana tersebut, perusahaan yang berencana mengajukan lisensi pembuatan mobil listrik diharuskan memiliki pengalaman tiga tahun dalam penelitian dan pengembangan kendaraan listrik, dan memiliki hak paten pada baterai dan sistem kontrol listrik.

Menukil Xiaomi World (h/t Liputan6.com), Xiaomi akhirnya menjalin kesepakatan dengan produsen otomotif lokal Tiongkok, BYD Auto, untuk memproduksi mobil kelas city car dengan isi penumpang maksimal empat orang. Mobil hasil pengembangan kedua perusahaan itu dinamai Mistla.

Mistla diprediksi bakal dilengkapi dengan sistem hiburan berbasis sistem operasi MIUI. Konsep ini serupa seperti yang terdapat pada Apple CarPlay atau Android Auto. Mobil listirik tersebut kabarnya akan dijual seharga 5.888 Dolar AS atau setara Rp70-80 juta.

Hingga kini wujud mobil Xiaomi belum tampak juga. Hingga pada Maret 2015, seperti dikabarkan Gizmochina, beredar beberapa foto di Weibo yang memuat gambar mobil listrik Xiaomi yang terparkir di halaman kantor Xiaomi di Beijing.

Lei Jun, sang CEO juga tertangkap kamera tengah menggunakan dan memarkir mobil berjenis hatchback tersebut di tempat umum. Namun setelahnya, sang CEO membantah kabar tersebut.

Teka-teki mobil listrik buatan Xioami sedikit terkuak ketika pada akhir 2016, Business Insider menulis bahwa perusahaan teknologi itu telah mempublikasikan sebuah potongan gambar di media sosial.

Potongan visual itu mencakup gambar cetakan ban, dan menyebutkan cruise control, sistem anti-lock breaking, dan beberapa fitur lainnya.

The Indian Express menebak bahwa beberapa fitur yang disebutkan dalam potongan gambar itu, seperti cruise control, nampaknya lebih sesuai untuk kendaraan mobil.

Kabar teranyar terkait mobil listrik Xiaomi datang dari India. Mengutip The Economic Times, dalam sebuah pengajuan peraturan, di India, Xiaomi dan Registrar of Companies (RoC) mengatakan bahwa mereka dapat menjual semua jenis alat transportasi, alat angkut dan peralatan transportasi lain.

Peraturan tersebut membuka kesempatan bagi Xiaomi untuk mewujudkan mimpinya membangun pabrik dan memasarkan mobil listrik.

Juru bicara Xiaomi India--yang tak disebutkan namanya--mengatakan bahwa pengajuan peraturan hanya menunjukkan adanya perubahan dalam klausa benda-benda dari nota kesepakatan untuk merinci produk yang mungkin dipilih perusahaan untuk diluncurkan dan dijual di India pada masa mendatang.

"Kami telah menyatakan minat kami untuk membawa beberapa produk non-smartphone kami ke India beberapa kali, namun setelah memastikan bahwa kami telah memilih produk yang tepat dan menyesuaikannya dengan kebutuhan India," kata sang juru bicara.

Upcoming Xiaomi Electric Car INDIA /Guide4Tech ujjwal
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR