KENDARAAN LISTRIK

Motor listrik Honda PCX bisa disewa Rp2 juta per bulan

Wapres Jusuf Kalla (kiri) menaiki skutik Honda ADV 150 disaksikan Menperin Airlangga Hartarto (ketiga kanan) dan Executive Vice President Director PT Astra Honda Motor Johanes Loman (kanan) saat meninjau stan Honda Motor usai membuka Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) ke-27 tahun 2019 di ICE BSD, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (18/7/2019).
Wapres Jusuf Kalla (kiri) menaiki skutik Honda ADV 150 disaksikan Menperin Airlangga Hartarto (ketiga kanan) dan Executive Vice President Director PT Astra Honda Motor Johanes Loman (kanan) saat meninjau stan Honda Motor usai membuka Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) ke-27 tahun 2019 di ICE BSD, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (18/7/2019). | Zarqoni Maksum /AntaraFoto

Satu lagi prototipe motor listrik meluncur di Tanah Air. Kali ini, motor ramah lingkungan itu dikembangkan Kementerian Perindustrian bersama New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO), Panasonic, dan Honda.

Merek yang digadang adalah Honda PCX listrik, model yang sudah diperkenalkan dalam ajang Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2019, akhir Juli lalu.

Bandung, Jawa Barat, dan Denpasar, Bali dipilih jadi lokasi pertama uji coba motor dengan baterai ini. Periode uji coba berlangsung selama tiga sampai empat bulan. Jika sukses, kota percontohan akan diperluas ke DKI Jakarta.

“(Bandung dipilih) Karena kota pelajar. Kita juga melihat kotanya relatif kecil sehingga lebih compact,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (28/8/2019).

Tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) motor listrik ini belum 100 persen. Salah satu komponen utamanya, baterai, masih diimpor Panasonic dari Jepang. Hal ini yang menyebabkan harga jualnya terbilang cukup tinggi bagi pelajar pun masyarakat kelas menengah ke bawah.

Untuk itu, selama masa uji coba ini, pemerintah menawarkan sistem persewaan motor dengan biaya Rp2 juta per bulannya. Biaya tersebut termasuk dengan dua unit baterai, yang masing-masingnya memiliki berat 10 kilogram (kg).

Pengisian daya satu baterai bisa memakan waktu hingga empat jam. Laju motor yang bisa ditempuh ketika baterai terisi penuh mencapai 69 kilometer (km)—jika dikendarai pada kecepatan konstan 40 km/jam.

“Jadi nanti motor itu punya dua unit baterai. Pemakaiannya ditukar-tukar, seperti botol LPG,” tutur Airlangga.

Airlangga menawarkan, jika motor disewa sampai dua tahun, maka si penyewa bisa langsung memilikinya dengan sistem buyback. “Ini baru prototipe, nanti model berikutnya akan kita dalami lagi,” tukas Airlangga.

Direktur Jenderal Industri, Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian Harjanto menambahkan, fasilitas penggantian baterai yang disiapkan mencapai 40 unit. Perinciannya, 30 fasilitas berada di Bandung dan sisanya ada di Denpasar.

Jumlah motor yang disediakan selama masa uji coba mencapai 300 unit, berikut 1.000 unit baterai dan 4 unit mikro-EV (electric vehicle) yang ditempatkan di tiga lokasi yakni Bandung, Denpasar, dan Tangsi Jaya di Kabupaten Bandung Barat.

Selama masa uji coba, pemerintah bersama pengembang bakal mengukur tingkat efektivitas teknologi kendaraan listrik serta mobile battery sharing-nya.

“Proyek demonstrasi kendaraan listrik ini tidak hanya bertujuan untuk mengenalkan kendaraan listrik, tetapi juga mendorong tumbuhnya pasar sebagai basis pengembangan industri kendaraan listrik dalam negeri,” kata Harjanto dalam Liputan6.com.

Gandeng ojol

Selain uji coba di masyarakat, Kementerian Perindustrian turut menggandeng dua perusahaan penyedia layanan transportasi berbasis aplikasi, Gojek dan Grab, untuk menggunakan motor listrik ini.

Proyek percontohan dengan dua layanan ojek online (ojol) ini bakal masuk dalam program The Demonstration Project to Increase Energy Efficiency Through Utilization of Electric Vehicle and Mobile Battery Sharing.

Dirjen ILMATE Harjanto mengungkapkan, kedua perusahaan ini dipilih lantaran memiliki jutaan pengguna aktif dan ratusan ribu mitra pengemudi di Tanah Air. Namun, Harjanto belum memerinci seperti apa kerja sama ini akan dijalin.

Sejauh ini baru Gojek yang terlihat merespons wacana penggunaan motor listrik pabrikan Honda tersebut. Hal ini bisa terendus dari kolaborasi Gojek dan Astra Honda Motor (AHM) dalam ajang GIIAS, Juli lalu.

Chief Operations Officers Gojek Hans Patuwo ketika itu menyebut pihaknya bakal melakukan uji coba penggunaan Honda PCX listrik di Jakarta melalui layanan GoRide.

“Mitra pengemudi GoRide terpilih akan melayani pelanggan dengan menggunakan Honda PCX Electric yang disediakan oleh Astra,” kata Hans.

Direktur Marketing AHM Thomas Wijaya tak memerinci berapa unit motor yang akan diujicobakan ke Gojek. Pihaknya, kepada CNN Indonesia, hanya mencantumkan ‘beberapa’ sebagai respons dari tanya tersebut.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR