MOBIL LISTRIK

Nasib mobil listrik karya anak negeri

Ricky Elson keluar dari Selo, mobil listrik dengan konsep sport car, di halaman Balai Kota Surabaya, Senin (9/12/2103).
Ricky Elson keluar dari Selo, mobil listrik dengan konsep sport car, di halaman Balai Kota Surabaya, Senin (9/12/2103). | Fully Syafi /TEMPO

Alih-alih mendapatkan dukungan dari pemerintah negeri sendiri yang telah dua tahun dinanti, Ricky Elson, anak bangsa pencipta mobil listrik Selo, malah mendapatkan tawaran menarik dari sebuah negara tetangga untuk melanjutkan pengembangan karyanya tersebut.

Dalam curahan hatinya di halaman Facebook pribadinya yang diposting pada 30 Agustus 2015, Ricky (35) mengaku ada "keinginan keras" dari seseorang yang ditemuinya di KL (kemungkinan besar singkatan dari Kuala Lumpur) delapan bulan lalu untuk mengembangkan Selo.

Dua tahun lalu mobil listrik sempat menarik perhatian masyarakat Indonesia setelah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saat itu Dahlan Iskan mencetuskan ide untuk membuat mobil listrik nasional. Beberapa insinyur muda Indonesia menyambut ide tersebut dengan membangun prototipe mobil listrik, termasuk Ricky dengan Selo.

Bentuknya yang serupa sedan sport mewah dan warna kuning cerahnya, mobil tersebut segera menarik perhatian masyarakat.

Namun kemudian Kejaksaan Agung menyatakan bahwa proyek mobil listrik milik Dahlan Iskan tak lolos uji emisi sehingga tak bisa diproduksi masal. Proyek mobil listrik pun terhenti, bahkan Kejagung kemudian menyelidiki dugaan korupsi dalam proyek tersebut.

Nasib Selo karya pria asal Sumatera Barat itu pun menjadi tak jelas, hingga muncul postingan Ricky di situs media sosial itu.

Beragam tanggapan pun muncul di kolom komentar posting tersebut dan blog-blog. Sebagian besar menyayangkan pemerintah yang sepertinya tidak memperhatikan potensi anak bangsa.

"Selamat bung ricky elson....akhirnya indonesia kehilangan karya orang pintar asli indonesia. Pantes saja profesor2 muda asli indonesia yg berada dipenjuru dunia tdk mau plg ke NKRI...bkn mreka gak cinta..bkn mreka benci....mreka cinta negri ini tpi benci dg sistem dan birokrasi yg berbelit belit.... Klo kalian tau...penemu 4G jga org indonesia lulusan ITB," tulis akun Onoigum Mugiono, di kolom komentar.

"Sudah nggak kaget kok model beginian, di Indonesia tak dianggap, setelah sukses di luar negeri dengan banyak karya dan produk fenomenal lantas heboh, putra indonesia bla bla bla,, ujung2nya..... indonesia jadi konsumen, (orang Indonesia insinyur mobil listrik lulusan Ashikaga Institute of Technology, Kota Tochigi, Jepang, lebih di anggap oleh Malaysia). Last, jangan kaget besok kalau mobil listrik Malaysia tahu2 lolos uji emisi dan dijual di Indonesia," tulis blogger Pertamax7.com.

Menurut Ricky, jika benar Selo akan diakuisisi oleh negeri Jiran, bukan berarti dia menjual diri ke negeri orang. Tetapi, pria asal Padang, Sumatera Barat, itu ingin terus berkarya dalam pembuatan mobil.

"Saya insya Allah bersedia, jika ini pilihan jalan yang realistis untuk kami lanjutkan karya ini. Meski ini jalan berputar, untuk negri (negeri)kami kelak. Meski pahit," tulis Ricky

Berikut kutipan lengkap curahan hati Ricky di Facebook:

"Jangan bilang ini tak Cinta"
2 Tahun lebih berlalu,

Sejak pengembangan pertama Mobil ini.
dan semenjak itu,
Ide ide pengembangan Generasi Baru
dan Mesin mesin yg baru
terus berputar didalam kepala ini.
Serasa berat menahan mimpi
yang harus saya dikubur sejenak
didalam kolam kolam Lele di Ciheras,
dibawah jerami kering tua,
penutup benih bibit Jahe..
Namun dalam hati terus memendam hasrat
untuk terus berkarya,
meski tak mudah...

Kelanjutan dari pertemuan dgn seseorang di KL,
8 bln yg lalu
hari ini dapat kabar,
ada keinginan keras mereka
utk pengembangan Mobil Listrik,
bersama team kami.

hemmmm,
akankah pembeli Prototype
Next Generation Of
"SELO" the Electric Car
(baca : Membiayai produksi next Prototype)
berasal dari Negara Tetangga (M)?
ini bukan menjual diri.
Karna kami harus terus berkarya.

saya insyaaAllaah bersedia,
jika ini pilihan jalan yg realistis
untuk kami melanjutkan "karya" ini.
Meski ini jalan berputar,
untuk negri kami kelak.
Meski Pahit.

syarat
Proses Pembuatan tetap harus
di Indonesia.

semoga ada pilihan lain.

Ditulis:
20150830, Macet menuju CiTos

360, 22 Mei 2014: Mobil Listrik Buatan Indonesia ( Ricky Elson ) /Indonesia Tv
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR