KENDARAAN LISTRIK

Olimpiade Tokyo 2020 jadi ajang pamer kendaraan masa depan

Anak-anak dan warga kota berpose bersama maskot Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020 Miraitowa dan Someity dalam acara hitung mundur setahun hingga pelaksanaan Olimpiade di Tokyo Stadium, Tokyo, Jepang, Senin (22/7/2019).
Anak-anak dan warga kota berpose bersama maskot Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020 Miraitowa dan Someity dalam acara hitung mundur setahun hingga pelaksanaan Olimpiade di Tokyo Stadium, Tokyo, Jepang, Senin (22/7/2019). | Issei Kato /Antara Foto/Reuters

Kurang dari satu tahun lagi Tokyo, Jepang, akan menghelat pesta olahraga terbesar di kolong Bumi: Olimpiade dan Paralimpiade 2020. Sebagai tuan rumah, Negeri Matahari Terbit itu sudah siap melaksanakan ajang empat tahunan tersebut pada Agustus 2020.

"Persiapan berjalan luar biasa. Lokasi pertandingan terlihat sangat bagus," ucap Duane Kale, Wakil Presiden Komite Paralimpiade Internasional (IPC), dalam acara "One Year to Go Countdown Ceremony" di Shibuya Ward’s NHK Hall, Shibuya, Minggu (25/8/2019) lalu, seperti yang dikutip dari Japan Times.

Jepang telah mempersiapkan diri sejak lama. Misalnya, renovasi total stadion utama yang bakal menjadi pesta pembukaan, National Stadium, sudah dikerjakan sejak 2015 lalu dan siap akhir tahun ini.

Pun dengan kesiapan infrastruktur dan manajemen transportasi di sana. Untuk mengatasi kemacetan, Pemerintah Kota Tokyo, akan mengenakan jalan berbayar, dengan sekali masuk hingga 1.000 Yen (Rp133.000) antara jam 6 pagi sampai 10 malam.

Namun, Jepang tidak ingin dikenang hanya sebagai kesanggupan Tokyo menjalankan Olimpiade dan Paralimpiade 2020 saja. Lebih dari itu. Mereka ingin dikenang sebagai tuan rumah yang mencerminkan masa depan.

Salah satu yang menjadi tolok ukurnya adalah penyediaan alat transportasi bagi para atlet selama berkompetisi. Toyota, sebagai rekanan resmi (official partner) Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan IPC, akan menyediakan kendaraan ramah lingkungan.

Dilansir laman resmi Toyota Global, Minggu (25/8), raksasa otomotif Jepang berlogo tiga elips itu menyediakan 3.700 kendaraan dengan 90 persennya adalah armada bermotor listrik.

Bermacam teknologi akan ditunjukkan Toyota. Antara lain kendaraan listrik hibrida, kendaraan berbahan bakar hidrogen, plug-in electric, hingga battery electric vehicle (BEV). Berikut, beberapa kendaraan "ramah lingkungan" Toyota di Olimpiade dan Paralimpiade 2020.

Mirai

Mirai saat diperkenalkan pertama kali di Mandalay Bay Convention Center, Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat, Senin (5/1/2015).
Mirai saat diperkenalkan pertama kali di Mandalay Bay Convention Center, Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat, Senin (5/1/2015). | Michael Nelson /EPA

Mungkin, nama Mirai sudah muncul ke publik sebagai kendaraan resmi Olimpiade dan Paralimpiade cukup lama. Sudah sejak akhir 2014, Toyota mengumumkan kendaraan bertenaga air (hydrogen fuel cell vehicle/FCV) itu sebagai salah satu armadanya.

Dalam laman resmi Toyota Global, perusahaan yang didirikan pada 1937 tersebut bakal menyediakan 500 Mirai. "Diperkirakan, 500 kendaraan akan disediakan untuk alat transportasi para ofisial selama Olimpiade 2020 berlangsung," tulis Toyota Global.

APM

Desain APM.
Desain APM. | Antara News/Toyota Global

Sesuai namanya, Accessible People Mover (APM), mobil tersebut menawarkan mobilitas untuk banyak orang yang terlibat dalam Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020. Mereka yang bisa menaiki APM adalah atlet, staf, hingga para pengunjung.

APM merupakan kendaraan dengan penggerak baterai, atau short-distance battery electric vehicle (BEV). Dalam desainnya, APM akan memiliki tiga baris tempat duduk.

Baris pertama khusus untuk supir. Baris kedua, untuk diduduki tiga orang penumpang, dan baris ketiga, dua orang penumpang. Total, ada enam penumpang, termasuk supir, sekali jalan.

"Toyota berencana menyediakan sekitar 200 APM selama pesta olahraga berlangsung, tulis Toyota Gobal.

e-Palette

Desain e-Palette.
Desain e-Palette. | Antara News/Toyota Global

Sama seperti APM, e-Palette merupakan kendaraan berpenggerak massal. Bedanya, daya tampung e-Palette jauh lebih banyak dibanding APM, serta bisa dinaiki oleh penyandang disablitas kursi roda.

Setidaknya, 20 orang, termasuk supir, mampu menaiki e-Palette dalam sekali jalan. e-Palette akan disediakan bagi staf dan atlet dari tempat bertanding sampai kampung atlet atau sebaliknya.

Sejauh ini, belum diketahui berapa jumlah e-Palette yang bakal disediakan oleh Toyota. Yang pasti, kendaraan serupa bus mainan tersebut akan digerakan dengan listrik.

Concept-i

Desain Concept-i
Desain Concept-i | Antara News/Toyota Global

Mungkin, Concept-i menjadi bintang dari kendaraan masa depan di Olimpiade dan Paralimpiade kali ini. Bentuknya yang menyerupai sedan sangat futuristik. Pun dengan teknologinya.

Dilansir Toyota Global, Concept-i akan dikendalikan secara mandiri, alias tanpa supir. Selain itu, para penumpang dapat melakukan percakapan dengan "agen"--atawa kecerdasan buatan.

"Dengan kecerdasan buatan, Concept-i dapat memahami keinginan penumpang; cara baru untuk kendaraan masa depan," tulis Toyota Global. Sayang, belum diketahui berapa jumlah yang akan disediakan Toyota, pun dengan peruntukannya.

Walking area BEVs

Terakhir, kendaraan masa depan yang disediakan Toyota adalah Walking area BEVs. Ada tiga jenis Walking area BEVs: untuk pengemudi berdiri, duduk, dan kursi roda. Kecepatan dari masing-masing jenis itu, tak lebih dari 10 Km/jam.

Rencananya, Toyota akan menyediakan sekitar 300 Walking area BEVs di sekitar Olympic Stadium dan Ariake Tennis Park.

When you are free to move, Anything is possible | Walking area BEV | Toyota /Toyota Motor Corporation
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR