Kelompok umur 15-24 dominasi kecelakaan lalu lintas

Petugas kepolisian memeriksa kelengkapan surat-surat pengendara bermotor saat Operasi Zebra 2017 di Senayan, Jakarta, Kamis (2/11/2017)
Petugas kepolisian memeriksa kelengkapan surat-surat pengendara bermotor saat Operasi Zebra 2017 di Senayan, Jakarta, Kamis (2/11/2017) | Rivan Awal Lingga /Antara Foto

Masih tingginya angka kecelakaan di Indonesia, menjadi perhatian khusus Kepolisian Republik Indonesia. Untuk menekan angka kecelakaan tersebut, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri kembali menggelar Operasi Zebra mulai Rabu (1/11/2017) hingga dua pekan ke depan (14/11).

Operasi Zebra adalah kegiatan rutin yang dilakukan oleh Korlantas untuk menekan pelanggaran berlalu lintas dan menurunkan angka kecelakaan pengendara di jalan raya.

Tema Operasi Zebra tahun ini adalah "Penegakkan Hukum dan Meningkatkan Kesadaran Serta Kepatuhan Masyarakat Dalam Berlalu Lintas: Stop Pelanggaran, Stop Kecelakaan, Keselamatan Untuk Kemanusiaan".

Dikutip laman Tribunnews, Kepala Korlantas (Kakorlantas) Polri, Irjen Royke Lumowa, menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk bisa membuat perubahan perbaikan dalam berlalu lintas pada Operasi Zebra ini.

Operasi ini, kata Royke, ditargetkan mampu menurunkan angka kecelakaan 10-20 persen, setelah tahun lalu angka kecelakaan dan angka pelanggaran lalu lintas berhasil turun 35 persen dari tahun sebelumnya.

AKBP Yus Nurjaman, Kasubdit DikPen Dikmas Lantas Korlantas Polri, kepada Beritagar.id beberapa waktu lalu mengatakan, Operasi Zebra masih menjadi sebuah cara yang efektif untuk menindak para pengguna kendaraan di jalan raya yang melanggar Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya.

Sasaran utama adalah mereka yang tak membawa Surat Izin Mengemudi (SIM) atau surat kendaraan (STNK) yang telah kedaluwarsa.

Selama digelarnya Operasi Zebra dari tahun ke tahun, Yus menutur pelanggaran masih didominasi oleh pengendara yang tak memiliki SIM. "Kesadaran masyarakat untuk memiliki SIM masih sangat minim. Masih banyak sekali pengendara, terutama pemotor yang tak memiliki SIM saat terjaring operasi," kata Yus.

Kalangan pelajar, sambungnya, adalah pengemudi yang paling banyak kedapatan tak membawa SIM.

Kelompok usia remaja dan produktif pun menjadi sorotan. Dari data Korlantas Polri menunjukkan, bahwa pada Juli 2017 kelompok umur 15-24 tahun tercatat mendominasi jumlah korban kecelakaan.

Tertinggi pada kelompok umur 15-19 tahun dengan jumlah korban luka ringan 3.496 jiwa, luka berat 400 jiwa dan meninggal dunia 535 jiwa.

Kelompok usia ini juga mendominasi angka kecelakaan pada periode Januari-Mei dengan total jumlah 8.880 jiwa.

Angka ini kemudian diikuti oleh kelompok umur 20-24 tahun, dengan jumlah korban luka ringan 3.024 jiwa, luka berat 375 jiwa, dan meninggal dunia 533 jiwa.

Rentang usia ini juga menjadi yang terbanyak kedua sebagai jumlah korban kecelakaan pada periode Januari-Mei dengan korban sebanyak 8.404 jiwa.

Target operasi

Seperti pada operasi sebelumnya, pada Opersi Zebra kali ini pihak kepolisian akan menindak para pengendara yang melanggar peraturan berkendara guna memberikan efek jera.

"Pelanggaran lalu lintas yang ditindak di antaranya berboncengan tiga orang, melawan arus, tidak pakai helm, tidak pakai sabuk pengaman, menerobos lampu merah, SIM habis masa berlaku, STNK habis masa berlaku, dan tidak menyalakan lampu pada siang hari bagi pengendara sepeda motor," kata Royke.

"Selama masih bisa diingatkan, kami ingatkan. Kalau memang harus ditilang, ya, tilang," tegasnya.

Selain terkait administrasi kendaraan baik pribadi maupun umum, serta terkait jumlah penumpang kendaraan, Operasi Zebra ini juga akan menindak tegas pengguna kendaraan pribadi yang masih nekat menggunakan rotator dan sirene.

"Sekarang lagi marak kendaraan pribadi menggunakan sirene yang bukan haknya. Ini akan kami tindak," ujar Royke.

Menukil Motor Plus, selama Operasi Zebra di Jakarta, Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya akan menerjunkan 1.888 personel gabungan dari Polisi, TNI, dan Dinas Perhubungan (Dishub).

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR