Penasaran pada motor mewah beroda tiga

Ilustrasi motor mewah roda 3
Ilustrasi motor mewah roda 3 | Tangkapan layar akun Wuryandari Hadi /Facebook.com

Judul di atas boleh jadi nyeleneh. Namun faktanya para pengamat otomotif domestik, baik kalangan media maupun narablog, memang sempat dibuat penasaran perihal motor mewah beroda tiga ini pada awal Februari 2017.

Dikatakan mewah karena motor yang diklaim berasal dari Tiongkok ini memiliki bodi yang melindungi pengendara dan penumpang layaknya mobil. Bahkan kabinnya dilengkapi AC, televisi, Radio FM, dan pengisian daya baterai gawai berjenis USB.

Karena fitur yang belum ada pada berbagai motor yang beredar di Indonesia, para jurnalis dan narablog berusaha mencari tahu produk ini, termasuk distributor dan diler penjualnya.

Akun facebook yang menyoalkan kehadiran motor roda tiga bertudung
Akun facebook yang menyoalkan kehadiran motor roda tiga bertudung | Tangkapan layar Facebook Wuryandari Hadi /Facebook.com

Semua berawal dari unggahan pemilik akun Facebook yang namanya tersamar pada 29 Januari 2017. Sembari menukil laman akun Jual Beli Mobil Magelang, ia menanyakan kebenaran kabar kehadiran motor mewah beroda tiga ini.

Dua hari berselang (31/1/2017), akun Facebook bernama Wuryandari Hadi menanggapi tautan tersebut sehingga akhirnya isu ini menjadi ingar bingar.

Beberapa media mencoba mengonfirmasi. Otomania.com (1/2) mengabarkan bahwa kendaraan ini sudah berada di Indonesia melalui beberapa diler di Kediri, Semarang, dan Salatiga.

Kendaraan bermesin 250cc ini disebut berharga cukup terjangkau, sekitar Rp18 juta. Adapun bahan bakarnya adalah bensin.

Namun laman e-dagang Alibaba yang menjual motor ini secara daring (online) menjelaskan bahwa sumber penggerak motor ini adalah baterai. Motor ini pun hanya mampu berlari maksimal 30 kpj.

Viva.co.id (9/2) lantas berhasil berbincang dengan Idris yang mengaku importir umum kendaraan tersebut melalui sebuah diler motor di Pekanbaru, Riau. Idris mengatakan ada model yang berkapasitas mesin 150cc dengan harga lebih murah, Rp11 juta.

Idris juga mengatakan bahwa produk yang dikabarkan akan meluncur pada Agustus 2017 telah ia jual. Bahkan stok motor bermerek Hods di dilernya sekarang hanya tersisa lima unit.

"Kami impor langsung dari luar tanpa perantara sehingga harganya murah. Saat ini kami jual dua model, ada yang 150cc dan ada yang 250cc. Motor-motor itu bukan motor listrik, tapi menggunakan bahan bakar bensin," kata Idris, yang merupakan awak diler Metro Motor Pekanbaru yang berlokasi di Jalan Lintas Sumatera Nomor 25, Pekanbaru.

Harga yang relatif terjangkau tersebut, menurut sebuah sumber lain, sudah termasuk surat-surat kendaraan. Namun belum termasuk biaya pengiriman ke daerah tujuan.

Dalam laman resmi diterangkan bahwa motor ini dijual dalam kombinasi warna merah-putih, biru-putih, coklat putih, dan merah hitam. Namun sebuah sumber lain mengatakan ada pula warna biru dan kuning emas (gold).

Bahkan seorang penjual yang berhasil dihubungi Otomania mengatakan bahwa proses pemesanan motor mewah tersebut relatif mudah dan cepat.

Calon pembeli cukup mengisi identitas diri serta alamat tujuan pengiriman motor. Kemudian calon pembeli wajib mentransfer uang sebesar 50 persen dari harga kendaraan.

Setelah itu pihak diler akan mengirimkan resi dan bukti pengiriman. Adapun sisa pembayaran dilakukan ketika motor telah sampai di lokasi pengiriman.

Menurut Bintang, motor ini pantas dijadikan dambaan para ibu yang tak ingin repot terkena terik matahari atau air hujan saat berkendara.

Diler fiktif

Namun begitu, ketika Liputan6 mendatangi alamat diler Metro Motor Pekanbaru seperti tercantum di atas pada Kamis (9/2), cerita lain mulai bergulir.

Media tersebut hanya menemukan Kantor BPJS dan sebuah hotel yang baru berdiri. Pada lokasi tersebut tak tampak nama diler Metro Motor.

Bahkan di sepanjang jalan itu hanya ada diler milik PT. Capella yang mendistribusikan motor jenama Honda. Selebihnya hanya ada bengkel mobil dan tempat servis AC.

"Tidak pernah ada showroom Metro Motor selama saya berjaga di sini. Tidak tahu kalau dulu ya bang," terang Opung, petugas parkir yang ditemui di lokasi.

Idris, yang menjadi narasumber awal, ketika dihubungi pun memberikan ragam alasan ketika hendak ditemui. Mulai dari sibuk menyiapkan pesanan unit hingga tengah mengurus surat-surat kendaraan di Samsat.

Dia lalu menjanjikan akan menemui awak media pada Jumat (10/2) pukul 10 pagi. Namun harapan para jurnalis kandas karena hingga pukul 12 siang pun Idris tak bisa dihubungi lagi.

Saat berhasil dihubungi, Idris mengaku tengah berada di Samsat untuk mengurus surat pemesanan motor. Idris berjanji akan menghubungi para jurnalis ketika seluruh pekerjaannya rampung.

Keanehan lain adalah ketika seorang tenaga penjual mengatakan bahwa layanan pembelian kendaraan hanya dapat dilakukan dengan sistem transfer. Ia berdalih menggunakan metode itu karena kendaraan masih dalam status ilegal (tak resmi).

Selain diler fiktif di Pekanbaru itu, dikabarkan pula pada Senin (13/2) ada diler fiktif lain yang berada di Malang (Jawa Timur). Kabar terakhir yang terlacak media menyatakan diler kendaraan ini juga berada di Batam, Kepulauan Riau, tapi model motornya berbeda.

Salah seorang pramuniaga diler itu mengatakan bahwa kendaraan tersebut belum dapat dilihat oleh calon konsumen. Maklum, kendaraan akan diluncurkan secara resmi pada Oktober 2017.

Kerancuan legalitas pengemudi

Selain diler yang belum jelas rimbanya, muncul persoalan lain. Apa surat izin mengemudi untuk pengendara motor roda tiga layaknya bajaj ini.

Wakil Kepala Korps Polisi Lalu Lintas (Wakakorlantas) Brigjen Polisi Indrajit mengatakan apabila mengacu pada UU no 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan (berkas PDF), SIM C berlaku apabila kendaraan tersebut tidak memakai rumah (tudung). Namun bila sebaliknya, pengemudi wajib memiliki SIM A.

Akan tetapi pendapat lain diutarakan Kepala Bidang Registrasi dan Identifikasi Korlantas Polri, Komisaris Besar Polisi Refdi Andri. Identifikasi pengguna kendaraan ditentukan dari hasil uji tipe kendaraan tersebut dan yang memutuskan nanti adalah Kementerian Perhubungan.

Namun demikian, Refdi tak menampik bahwa hal tersebut telah diatur dan tertuang dalam UU no 22 tahun 2009.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR