TRANSPORTASI UMUM

Perbaikan infrastruktur membuat bus semakin laris

Bus dengan model Super High Deck.
Bus dengan model Super High Deck. | Mustafa Iman /Beritagar.id

Beberapa Agen Pemegang Merek (APM) produk bus di Indonesia meyakini pasar kendaraan penumpang berbagai kategori bakal semakin menanjak pada paruh kedua tahun ini. Mereka bahkan yakin kenaikan itu akan berlanjut pada tahun 2019.

Faktor-faktor pemicunya adalah kebutuhan sarana transportasi di instansi swasta maupun pemerintah, serta semakin baiknya infrastruktur jalan di Indonesia.

“Kami optimistis semakin membaiknya infrastruktur terutama dengan rampungnya jalan tol trans Jawa dan trans Sumatra sangat berpengaruh besar terhadap industri jasa angkutan darat khususnya jasa angkutan bus. Orang akan berminat naik bus karena waktu tempuhnya semakin cepat,” tutur Direktur Penjualan dan Promosi Hino Motor Sales Indonesia (HMSI) Santiko Wardoyo kepada Motoris.id.

“Jalan tol sudah hampir semua terhubung terutama trans Jawa dan Sumatra. Ini berdampak positif terhadap penjualan kami. Terutama untuk bus Antar-Kota Antar-Provinsi dan pariwisata,” imbuhnya.

Pernyataan senada dikatakan Presiden Direktur Tata Motors Distribusi Indonesia (TMDI), Biswadev Sengupta. Menurutnya, angkutan bus akan kembali mendapatkan tempat di hati masyarakat jika pelayanannya meningkat.

“Dan itu bisa terjadi kalau biaya operasi atau perjalanan juga semakin efisien. Dan efisiensi terjadi jika infrastruktur jalan juga bagus sehingga laju kendaraan lebih lancar dan tidak macet. Infrastruktur jalan tol yang dibangun pemerintah mewujudkan hal itu.”

Dalam laporan HMSI, sepanjang Januari-Mei penjualan sasis bus Hino mengalami peningkatan pemesanan sebesar 5 persen dari tahun lalu, dari 589 unit menjadi 621 unit.

Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), hingga saat ini Hino masih menguasai pasar bus di Indonesia, diikuti Mitsubishi dan Scania.

Faktor infrastruktur dalam menunjang daya saing angkutan bus juga diakui oleh Direktur Utama Perusahaan Otobus (PO) Gunung Harta, I Gede Yoyok Santoso. Ia mengatakan pihaknya berani membuka rute-rute baru untuk trayek Jakarta atau Bogor ke Jawa Timur.

“Karena akan semakin cepat dan jadwal juga tepat. Angkutan bus memiliki keunggulan tersendiri bagi para pencinta bus. Terlebih kami juga terus berinovasi dengan menghadirkan fitur kenyamanan baru yang tidak kalah dengan moda transportasi lainnya,” beber Yoyok.

Dengan bertambahnya rute baru, maka ada kebutuhan untuk menambah unit bus baru.

“Belum lagi dari sisi sektor pariwisata. Membaiknya perekonomian masyarakat dan kebutuhan rekreasi yang ditopang oleh membaiknya infrastruktur. Sehingga, saya kira, di tahun-tahun mendatang akan banyak permintaan sasis bus baru,” tambahnya.

Sementara Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebutkan, tren pengguna bus masih cukup bagus, walau persaingan dengan moda transportasi lain juga cukup ketat. Ia mengingatkan agar para PO harus bersikap jeli menangkap momentum itu.

Tampilan modern

Selain soal infrastruktur jalan, Santiko Wardoyo melihat PO juga mulai berlomba untuk menghadirkan armada bus baru dengan tampilan modern yang dilengkapi berbagai fitur kenyamanan dan keamanan untuk memikat penumpang.

Contohnya bus dengan tipe super high deck (SHD) dan double decker (bus tingkat) yang mulai banyak memikat masyarakat.

Dari beberapa merek yang hadir di Indonesia, menurut Tribunnews.com, Mercedes Benz dan Scania termasuk yang paling aktif merilis model-model baru nan canggih.

Selama dua tahun terakhir, Mercedes-Benz aktif memasarkan bus premium dengan grade lebih tinggi, yakni OC500 RF 2542 triple axle. Sementara Scania sukses memasarkan bus premium bertipe K360 IB dan K410 IB di pasar Indonesia.

Dalam laman Ayo Naik Bis, Anda dapat melihat beberapa model bus modern yang saat ini tengah tren di Indonesia.

Ketua Umum Asosiasi Karoseri Indonesia, Sommi Lumadjeng, mendapatkan laporan dari perusahaan karoseri, bahwa PO yang menggunakan armada dengan desain modern, terus bertambah.

"Tren ini pertama kali dikenal pada tahun 2015. Sampai kuartal pertama 2018 ini peningkatan order rata-rata 20-22 persen. Pemesan bukan hanya PO-PO besar, tetapi juga menengah dan kecil,” jelasnya.

Menurutnya, gaya desain bus seperti ini sangat penting di tengah persaingan bisnis transportasi yang semakin sengit. Sebab, salah satu penyebab masyarakat menggunakan jasa angkutan bus adalah karena desain dan modelnya.

“Secara rancang bangun, bus dengan dek tunggal tinggi itu (SHD) biasanya lebih nyaman. Sebab, umumnya dipakai untuk layanan kelas eksekutif ke atas. Daya pandang penumpang juga terasa lapang. Apalagi, formasi bangku yang diatur sedemikian rupa,” kata Sommi.

"Sedangkan di bagian bawah dek umumnya digunakan untuk penyimpanan barang yang lebih banyak."

Bahkan, menurut pengamatan Menhub Budi, saat ini masyarakat Indonesia pengguna bus telah menjadikan menumpang armada bus sebagai salah satu gaya hidup mereka.

Pilihan masyarakat terhadap moda transpotasi umum seperti bus, juga diyakini bisa menurunkan angka kecelakaan lalu lintas.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR