Persiapan sebelum touring sepeda motor di musim hujan

Ilustrasi motor yang terkena hujan.
Ilustrasi motor yang terkena hujan. | Shutterstock

Libur panjang yang akan hadir pada pekan ini (10-12/12/2016) tentunya tak akan dilewatkan begitu saja tanpa aktivitas. Bagi komunitas bermotor, kegiatan berupa touring (menjelajah) biasanya menjadi pilihan.

Namun, cuaca buruk yang terjadi di hampir semua wilayah di Indonesia, tentunya mesti di pertimbangkan. Apalagi, seperti dilaporkan Liputan6.com, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),menyebutkan tahun 2016 sebagai tahun bencana.

Penyebabnya, sepanjang Januari-November 2016, terjadi 1.985 bencana alam di Tanah Air, mulai dari banjir, longsor, hingga angin puting beliung. Angka tersebut adalah yang tertinggi dalam 10 tahun terakhir.

Oleh karena itu, persiapan aktivitas touring mesti dilakukan dengan lebih matang. Berkendara di tengah cuaca buruk, tentu saja berbeda dari saat kondisi cerah.

Berikut kami paparkan beberapa hal yang harus Anda persiapkan sebelum melakukan aktivitas touring di musim hujan.

Persiapkan perlengkapan berkendara saat hujan

Cek kondisi motor sebelum berkendara di cuaca hujan, dan pahami bagian rawan karat
Cek kondisi motor sebelum berkendara di cuaca hujan, dan pahami bagian rawan karat | Shutterstock

Hal pertama, tentu saja mempersiapkan motor dengan baik. Jangan lupa mengecek tekanan angin pada ban dan menggantinya bila diperlukan.

Perlu dipertimbangkan juga untuk membawa busi cadangan karena komponen yang satu ini berperan penting pada pengapian motor tetapi mudah rusak bila terkena air.

Mengingat cuaca yang kerap tak menentu, jas hujan wajib dibawa. Pilihlah jas hujan yang berkualitas dan bisa membuat pakaian Anda tetap kering sederas apapun hujan yang turun.

Laman Tempo.co memberikan panduan cara memilih jas hujan yang baik bagi para pengendara motor, termasuk jangan memilih model ponco dan pilih yang berwarna terang.

Diperlukan jas hujan yang kedap air untuk menjaga stamina berkendara di saat hujan.
Diperlukan jas hujan yang kedap air untuk menjaga stamina berkendara di saat hujan. | Shutterstock

Sepatu berjenis bot juga sebaiknya dipersiapkan sebagai antisipasi melintasi jalan atau cuaca ekstrem. Jangan nekat menggunakan alas kaki yang sederhana untuk bermotor jarak jauh, menggunakan sandal misalnya.

Atau jika tak ingin sepatu basah, Anda dapat menggunakan kover sepatu seperti yang banyak di jual di toko-toko perlengkapan berkendara, seperti disarankan Motor Plus.

Jangan lupa juga mempersiapkan pelindung tas dengan bahan antiair. KLX Adventure menyarankan Anda untuk mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik.

Bahkan bila perlu, gunakanlah sarung tangan antiair saat berkendara dalam hujan. Jangan paksakan tangan telanjang untuk memuntir gas dan mengendalikan motor. Akan sangat berbahaya.

Yang tak kalah penting, beberapa perkakas untuk melakukan pertolongan pertama pada motor ketika menemui kendala di jalan juga sebaiknya harus dipersiapkan.

Kemampuan ekstra dalam berkendara

Diperlukan kemampuan ekstra berkendara saat melibas lintasan basah.
Diperlukan kemampuan ekstra berkendara saat melibas lintasan basah. | Shutterstock

Berkendara dalam kondisi cuaca hujan atau aspal basah, seperti telah kami sebutkan sebelumnya, sangat berbeda dibandingkan dalam kondisi aspal kering. Anda dituntut memiliki keahlian tambahan untuk mengantisipasi pelbagai hal.

Selain jalan licin yang membahayakan, melintasi genangan atau banjir tentunya menjadi hal lumrah yang akan ditemui di jalan. Di sanalah kemampuan berkendara Anda diuji untuk menghadapi kondisi tak terduga.

Laman We Love Honda membagi sedikit tip saat berkendara dalam hujan. Di antaranya adalah memastikan fisik Anda dalam keadaan prima/siap dan sehat karena cuaca yang dingin bisa membuat cepat lelah dan rentan penyakit.

Fokus berkendara juga dituntut saat Anda bermotor dalam kondisi hujan. Jangan bermanuver terlalu ekstrem. Tempo.co menjabarkan lebih detail cara mengendarai motor saat hujan.

Pelajari kondisi jalan yang akan dilewati sepanjang touring. Sebisa mungkin hindari rute yang melewati kawasan rawan banjir.

Yang harus dilakukan dalam kondisi tertentu

Pengendara motor yang mencoba menerobos banjir.
Pengendara motor yang mencoba menerobos banjir. | Shutterstock

Jika terpaksa harus melibas banjir, baiknya perhitungkan untung ruginya. Terutama pada dua komponen motor ini. Pun, jika terpaksa Anda harus menerjang banjir, segera lakukan pengecekan kondisi motor.

Modifikasi.co.id menyarankan untuk segera mengecek kondisi piringan rem dan cairan kendaraan, seperti minyak rem dan oli kendaraan.

Jika kendaraan Anda kebetulan adalah motor skuter matik (skutik), pastikan air tak memasuki area Continously VariableTransmission (CVT). Apabila masuk, yang harus Anda lakukan adalah membawanya ke bengkel untuk memastikan bagian dalam CVT tak rusak.

Anda pun dapat langsung melakukan pengecekan busi dan komponen kelistrikan seperti sakelar, konektor kabel, spul, starter motor, hingga fitting bohlam.

Bila komponen kelistrikan tidak diperiksa, ada potensi korosi yang bisa menyebabkan korsleting. Pastikan juga di dalam kotak saringan udara tidak terdapat air.

Secara umum, ada enam hal yang harus dipersiapkan sebelum melakukan touring. Seperti yang kami jabarkan dalam infografik di bawah ini.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR