KENDARAAN LISTRIK

PLN bakal tambah 5 SPLU di Jakarta

Ilustrasi SPLU.
Ilustrasi SPLU. | /Tangkapan layar Youtube PLN

Era kendaraan listrik kian dekat dengan masyarakat Indonesia. Setidaknya pemerintah menargetkan lebih dari 20 persen kendaraan rendah emisi--kendaraan hybrid maupun listrik--dari total populasi kendaraan pada tahun 2025 di Indonesia.

Untuk menopang rencana itu, Perusahaan Listrik Negara (PLN) Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) berencana membangun lagi lima stasiun pengisi (charger) bagi kendaraan listrik di Jakarta tahun ini, melengkapi 578 Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) yang saat ini ada di seluruh wilayah DKI.

General Manager PLN Disjaya Muhammad Ikhsan Asaad mengatakan untuk membangun lima stasiun pengisian bahan bakar listrik, pihaknya harus merogoh paling tidak Rp500 juta. Sementara untuk proses pembangunannya akan memakan waktu lima bulan.

"Memang mahal, tapi tetap lebih murah ketimbang bangun SPBU," kata Ikhsan dalam Katadata.id.

SPLU ini, jelas Ikhsan, dapat melayani kebutuhan pengisian daya kendaraan listrik dan dan kendaraan hybrid. Ia menyatakan bahwa PLN juga membuka kemungkinan pembangunan SPLU di seluruh Indonesia.

Namun pembangunan tersebut harus menunggu regulasi pemerintah terkait kendaraan low carbon emission vehicle (LCEV) yang hingga kini masih dirumuskan.

Ikhsan menyatakan bahwa PLN akan mampu menyuplai kebutuhan kendaraan listrik, karena akan ada tambahan daya dari pembangkit 35.000 megawatt yang secara bertahap mulai dirampungkan.

"Bahkan kami bisa sebut saat ini masih ada surplus listrik untuk Jawa, Bali, sebesar 8.000 megawatt," kata dia.

Ikhsan juga merinci bahwa kebutuhan listrik untuk sarana transportasi lainnya tidak terlampau besar.

Di antaranya adalah Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta dengan pasokan listrik 100 megawatt, Light Rail Transit (LRT) Kelapa Gading-Velodrome sebesar 28 megawatt, serta LRT Cawang-Cibubur sebesar 50 megawatt.

Rencana PLN ini tentunya merupakan bagian dari rencana besar mereka, yakni membangun 1.500 unit SPLU di seluruh Indonesia.

Kepala Divisi EBT PLN Tohari Hadiat beberapa waktu lalu mengatakan, PLN saat ini terus menambah penyediaan SPLU yang ditempatkan di titik-titik parkir di berbagai wilayah, terutama ibukota.

"Jumlah SPLU yang tersebar di Jakarta sampai dengan saat ini mencapai sekitar 1.100 unit. Sementara itu, di Indonesia sekitar 1.500 unit," ujarnya kepada Bisnis.com awal tahun lalu.

Tohari mengatakan lokasi SPLU PLN dapat dilihat di google map--dengan kata kunci SPLU PLN. Sistem pembayaran pada SPLU ini pun menggunakan teknologi Near Field Communication (NFC), sehingga dapat memakai uang elektronik dari berbagai bank.

PLN, lanjut Tohari, menyatakan bakal terus mengembangkan bentuk dan model SPLU menjadi lebih baik.

Tak hanya itu, PLN pun telah berencana membangun SPLU dengan fitur pengisian cepat (fast charging).

"...Waktu pengisian rata-ratanya hanya 20 menit," kata Ikhsan.

Bahkan untuk mempelajari bagaimana teknologi yang mendukung SPLU itu, akhir tahun lalu BMW Group Indonesia (BGI) mendonasikan BMW i Wallbox Plus sebagai bagian dari proses transfer teknologi dan pembelajaran bersama kepada pihak PLN.

BMW Group Indonesia, jenama pertama yang menjual mobil plug-in hybrid di Indonesia, berharap dukungan edukasi teknologi tersebut dapat membantu pengembangan infrastruktur yang memadai untuk kendaraan listrik di wilayah Jakarta dan memberikan kemudahan bagi seluruh pengguna kendaraan listrik.

Berapa biaya isi di SPLU?

Tarif pengisian daya di SPLU di wilayah Jakarta saat ini, seperti ditulis Tribun Otomotif, adalah Rp1.640 per kWh.

Namun Ikhsan menyatakan tarif tersebut bakal disesuaikan, mengacu pada aturan yang berlaku. Berapa angka pastinya, ia belum mau membocorkan.

Aturan yang dimaksud Ikhsan adalah Peraturan Presiden Nomor 22 Tahun 2017 tentang Rencana Umum Energi Nasional (RUEN). Namun Perpres itu tak secara detail memaparkan tarif pengisian daya di SPLU.

Pada Pasal 7 Perpres tersebut hanya disebutkan bahwa tarif tenaga listrik untuk kendaraan bermotor listrik akan diatur oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral atau ESDM.

Berapapun tarifnya kelak, Ikhsan meminta agar para manufaktur dan investor tak perlu ragu lagi untuk mendorong pengembangan dan produksi kendaraan listrik di Indonesia.

“Ini sudah kami siapkan (SPLU). Jadi investor, pemerintahan, dan masyarakat juga tidak perlu ragu lagi untuk menggunakan kendaraan listrik,” pungkas Ikhsan.

Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) /PLN
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR