KESELAMATAN BERKENDARA

Polisi ajak komunitas perempuan ikut tekan angka kecelakaan

Sejumlah anggota Polwan menaiki motor gede saat "Millennial Road Safety Festival" di Alun-alun Jember, Jawa Timur, Minggu (24/2/2019). Millenial Road Safety Festival di Jember merupakan kampanye tertib dan selamat berlalu lintas untuk kalangan milenial usia 15 - 35 tahun, yang dimeriahkan dengan aneka atraksi seperti Polwan berkendara motor gede, dan polisi cilik.
Sejumlah anggota Polwan menaiki motor gede saat "Millennial Road Safety Festival" di Alun-alun Jember, Jawa Timur, Minggu (24/2/2019). Millenial Road Safety Festival di Jember merupakan kampanye tertib dan selamat berlalu lintas untuk kalangan milenial usia 15 - 35 tahun, yang dimeriahkan dengan aneka atraksi seperti Polwan berkendara motor gede, dan polisi cilik. | Seno /Antara Foto

Sejak 2 Februari hingga 31 Maret 2019, Kepolisian RI menyelenggarakan Millennial Road Safety. Acara itu bertujuan mengingatkan soal keselamatan berkendara di jalanan, terutama kepada generasi muda dan serentak diadakan di 34 kota di Indonesia.

Di Jakarta, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menggandeng Woman Cycling Community (WCC), komunitas pesepeda khusus untuk perempuan yang telah dibentuk dari 2015, untuk ikut mengampanyekan keselamatan berkendara.

Puncak acara diselenggarakan pada Minggu (10/3/2019) di BMW Motorrad Flagship Store Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan.

Pemilihan komunitas perempuan bukan tanpa alasan. Salah satu alasan terkuat adalah stigma yang melekat di masyarakat bahwa perempuan adalah "langganan tetap" dalam pelanggaran lalu lintas.

"Dengan kita ajak otomatis dia akan memberikan tauladan dong. Sadar dengan dirinya sendiri sebelum dia kampanyekan, harus tertib dengan dirinya sendiri dulu baru ke orang lain, pasti dia menjadi pelopor tertib berlalu lintas," kata Wakil Dirlantas Polda Metro Jaya I Made Agus Prasatya Wariskan, seperti dikutip detikcom, Minggu (10/3).

Alasan lain Polda Metro Jaya mengajak komunitas ini karena karena perempuan dianggap lebih peduli dengan masalah terkini dan dapat menyebarkan pengetahuan yang mereka dapat dengan cepat.

"Ibu-ibu sangat open terhadap masalah-masalah terkini, sekarang kita manfaatkan komunitas ini, Ibu-ibu ini sebagai agen kita, jangan sampai anak-anak saudara-saudara kita menjadi korban," lanjut Agus lagi.

Ketua WCC, Tabita Sumenep pun menanggapi positif adanya kegiatan ini. Menurutnya, pesepeda bisa jadi langkah awal untuk mengajak pengendara lain ikut tertib di jalan raya.

"Pararel antara sahabat di jalan dan kita mengedukasikan teman-teman lagi riding sambil selfie, kan itu menyebabkan kecelakaan. Terus kalau kita lagi riding kita lihat motor lain jangan saling berantem, kadang kita lihat motor suka teriak-teria," ujar Tabita dalam wawancara dengan Okezone, Minggu (10/3).

"Kita sabahat di jalan benar-benar pengin mengajak sesama pengguna jalanan umum untuk menjadi sahabat di jalan."

Tabita juga menegaskan bahwa WCC pun memiliki visi dan misi yang sama dengan Dirlantas Polda Metro Jaya untuk menurunkan angka kecelakaan lalu lintas. Apalagi komunitasnya juga memiliki banyak anggota dari generasi milenial.

Hal ini selaras dengan data statistik Polda Metro Jaya. Kecelakaan lalu lintas dari tahun 2014 hingga 2018 didominasi oleh generasi millennial dengan angka 17.910 korban.

Selain itu, kendaraan sepeda juga cukup kecil persentase kecelakaannya, yakni hanya sekitar 894 unit, jika dibandingkan dengan kecelakaan pada sepeda motor yang mencapai 34.965 unit.

Angka tersebut sempat membuat DKI Jakarta menjadi kota kelima di Indonesia dengan angka kecelakaan lalu lintas tertinggi, yakni sebanyak 1.400 pada periode April-Juni 2018. Nomor satu dipegang oleh Jawa Timur dengan angka 6.323 kecelakaan, yang merugikan sekitar Rp8,4 miliar.

Millennial Road Safety 2019 di Jakarta diawali dengan bersepeda, yang dibagi menjadi dua kategori. Pertama adalah peserta dengan jarak tempuh 50 kilometer, lalu 30 kilometer yang rutenya dibuat memutar kawasan Jakarta Selatan.

Acara itu dihadiri oleh 300 peserta dan dimeriahkan pula oleh para pesohor Tanah Air seperti Nirina Zubir, Sigi Wimala, dan Kelly Tandiono.

Tak berhenti sampai di situ, dalam waktu dekat rencananya WCC akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Polda Metro Jaya terkait program selanjutnya yang akan diberikan kepada masyarakat.

Tak hanya di Jakarta

Selain Jakarta, Millennial Road Safety juga diselenggarakan secara serentak di 34 kota di Indonesia, antara lain: Sidoarjo, Pati, Yogyakarta, Aceh, Bali, dan banyak lagi.

Di Aceh, acara ini turut menggandeng para pelajar SMA dan sederajat untuk turut mengkampanyekan keselamatan di jalan raya.

Kadisdik Aceh pun menilai MRSF merupakan kampanye efektif untuk membangun budaya tertib lalu lintas, khususnya di kalangan generasi milenial.

Mayoritas kota menyambut baik dilangsungkannya acara ini. Namun, tak demikian dengan Yogyakarta. Pasalnya, di Kota Gudeg itu, Millennial Road Safety digelar di area yang membuat masyarakat justru terganggu aktivitasnya, mulai dari kemacetan, hingga sulitnya ibadah di salah satu gereja karena jalanan ditutup.

Usai acara, Kabid Humas Polda DIY, AKBP Yuliyanto pun akhirnya meminta maaf kepada masyarakat yang terganggu dengan acara Millennial Road Safety Festival itu.

"Kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, jika pelaksanaan kegiatan kemarin mengganggu kegiatan dan aktivitas masyarakat. Ini menjadi koreksi dan bahan evaluasi kami dalam penyelenggaraan kegiatan lain ke depannya" ujar Yuliyanto melalui sambungan telepon kepada detikcom, Senin (11/3/2019).

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR