ATURAN LALU LINTAS

Polisi tindak tegas orang yang mengemudi sambil merokok

Ilustrasi orang yang berkendara sambil merokok.
Ilustrasi orang yang berkendara sambil merokok. | SOMKKU /Shutterstock

Saat ini kita masih kerap menyaksikan para pengemudi yang merokok sembari menjalankan kendaraannya, baik motor maupun mobil. Kini, tampaknya mereka harus menghentikan kebiasaan tersebut.

Pasalnya, kepolisian, khususnya Polda Metro Jaya, akan menindak tegas mereka yang kedapatan mengemudi sembari merokok. Demikian disampaikan Kasubdit BinGakKum Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto, seperti dikutip GridOto.

Perilaku tersebut dianggap membahayakan dan pengendara yang tertangkap merokok saat mengemudi, menurut Budiyanto, akan dikenai sanksi berupa denda administratif.

Apa landasan hukum dalam melarang pengemudi untuk merokok? Memang tidak ada peraturan yang secara tegas dan jelas menyatakan bahwa hal tersebut dilarang undang-undang.

Namun, Budiyanto menjelaskan, pihak kepolisian bisa menindak orang yang mengemudi sembari merokok tersebut berdasarkan pasal 106 Undang-Undang No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Pada ayat satu (1) tertulis, "Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi".

Penuh konsentrasi yang dimaksud dalam pasal tersebut, dijelaskan Budiyanto, adalah mengemudi tanpa terganggu perhatiannya. Merokok, sambungnya, termasuk salah satu kegiatan yang bisa mengganggu konsentrasi saat mengemudi, seperti halnya mengonsumsi alkohol, lelah dan mengantuk sehabis mengonsumsi obat.

Hal lain yang termasuk mengganggu konsentrasi adalah penggunaan ponsel dan menonton televisi yang dipasang di kendaraan

Artinya, semua kegiatan yang disebut di atas dilarang dilakukan jika Anda tengah mengemudi. Karena, menurut Budiyanto, akan berbahaya bagi diri sendiri dan orang lain.

Bara api, abu rokok, atau puntung yang dibuang sembarangan, misalnya, berpotensi mengganggu pengemudi itu sendiri, juga pengemudi kendaraan lain yang ada di belakangnya atau pejalan kaki.

Budiyanto juga menegaskan bahwa para pengemudi harus memastikan dirinya fit dan bugar saat akan dan ketika mengemudikan kendaraan. Karena jika abai, sudah ada pasal yang akan menindak tegas perbuatan melanggar hukum tadi.

"Pasal pelanggaran terhadap setiap orang yang mengemudikan kendaraan tidak wajar dan penuh konsentrasi, juga diatur ketentuan pidananya Pasal 283 UU No 22 th 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan," ujarnya.

Dalam pasal itu tertulis, "Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah)".

Berpotensi menyebabkan kecelakaan

Selain merugikan pengendara lain, merokok sambil berkendara juga dinilai bisa menyebabkan terjadinya kecelakaan. Demikian disampaikan Koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman) Edo Rusyanto.

"Merokok sambil mengemudi adalah salah satu aktivitas yang berpotensi merusak konsentrasi. Saat konsentrasi terganggu berpeluang meningkatkan terjadinya kecelakaan lalu lintas jalan," kat Edo kepada KompasOtomotif.

Menurut Edo, salah satu upaya penting dalam memangkas risiko kecelakaan lalu lintas adalah menerapkan konsep berkendara rendah risiko (low risk riding). Konsep ini bertumpu pada menjaga konsentrasi saat mengemudi dengan meninggalkan atau mengabaikan hal-hal yang merusak konsentrasi.

Mengenai kebiasaan berkendara sambil merokok, Edo menyarankan Anda yang masih suka melakukannya untuk mengubah kebiasaan itu. Jika pun terpaksa harus merokok, maka menepilah sejenak di pinggir jalan.

"Jangan lupa, lengah dan tidak tertib berkendara merupakan pemicu terbesar kecelakaan di Indonesia. Jalan raya kita masih mencatat 280-an kecelakaan per hari yang merenggut 70-an nyawa per hari," tegas Edo.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR