Ragam motor 200-250cc untuk yang ingin ''naik kelas''

KTM RC200, hadir di Indonesia meramaikan pasar motor sport.
KTM RC200, hadir di Indonesia meramaikan pasar motor sport. | KTM

Motor bermesin 200-250cc kerap dijadikan incaran oleh para pemotor baru yang ingin "naik kelas". Biasanya mereka mengawali bermotor dengan jenis bebek, lalu pindah ke motor sport bermesin 150cc dan kemudian ke kelas di atasnya.

Menurut data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), yang dikutip detikOto, sepanjang April dan Mei penjualan motor sport mulai melebihi jenis bebek. Sebuah pertanda semakin banyak pengguna motor yang ingin merasakan motor bermesin lebih besar dan bertenaga.

Memang motor sport yang laris masihlah yang bermesin 150cc, tetapi itu berarti tak lama lagi bakal bertambah yang ingin merasakan motor bermesin lebih besar.

"Dominasi komunitas sekarang memang menyasar pada motor 150 cc, namun sudah banyak yang punya rencana untuk naik kelas, cuma lagi nunggu produk yang tepat aja, dan harganya itu lho, nunggu juga yang pas," kata Denmas Brian, penggawa komunitas Asosiasi Honda Jakarta (AHJ) pada Beritagar.id, Senin (3/10).

Untuk para pemotor yang ingin "naik kelas" ke 200-250cc, inilah beberapa sepeda motor dari berbagai merek dan varian yang bisa ditimbang untuk dimiliki.

Kawasaki Ninja dan seri Z

Kawasaki Z250SL
Kawasaki Z250SL | Kawasaki Motor Indonesia

Pabrik asal Jepang ini bisa dibilang menawarkan pilihan motor versi 250cc yang paling banyak di pasar lokal.

Kawasaki Motor Indonesia (KMI) juga bisa dibilang merupakan Agen Pemegang Merek (APM) yang pertama mengimpor secara resmi motor sport kelas seperempat liter ini ke Indonesia.

Saat ini ada dua pilihan utama untuk Anda yang ingin menjajal motor 250cc produksi Kawasaki, yakni bermesin silinder tunggal dan ganda. (Perbedaan motor silinder tunggal dengan ganda bisa dibaca di sini.)

Untuk yang bersilinder tunggal, ada Ninja RR Mono, yang sudah beredar sejak Februari 2014, dan versi telanjangnya (naked) Z250SL dirilis Mei 2014.

Keduanya menggunakan mesin injeksi 249 cc, DOHC dengan tenaga maksimal 28 hp.

Saat ini keduanya menjadi andalan penjualan KMI di Indonesia untuk menggantikan motor Ninja RR 2-tak 150cc yang mulai tak diproduksi lagi.

RR Mono ditujukan pada penggemar motor sport sementara Z250SL ditujukan untuk pengguna sehari-hari yang membutuhkan motor lincah dan agresif.

KMI menjual motor ini dengan harga termahal yakni Rp47,8 juta, dan terendah Rp41,5 juta.

Kawasaki Z250 : First Impression : PowerDrift /PowerDrift

Bagi penggemar motor dua silinder, ada Ninja 250 yang bergaya sport dan Z250 yang merupakan versi telanjang untuk pengguna urban, seperti dipaparkan narablog Iwan Banaran.

Motor jenis sport fairing ini sempat mengalami transformasi mesin dari karbuator ke Injeksi pada 2012. Kini, dengan spesifikasi mesin 249cc, 2 silinder, DOHC, motor ini dikatakan mampu berlari setara 32 tenaga kuda.

Ninja 250 dijual pada rentang harga Rp58,8-69,4 juta OTR Jakarta, sementara seri Z dibanderol Rp53,4 juta untuk tipe standar, dan Rp59,4 untuk tipe yang dilengkapi rem jenis ABS.

Kawasaki Pulsar 200NS

Kawasaki Pulsar 200NS
Kawasaki Pulsar 200NS | Kawasaki Motor Indonesia

Produk ini merupakan kongsi antara Kawasaki dengan produsen kendaraan asal India, Bajaj Auto Limited (BAL).

BAL sebelumnya pernah menancapkan bisnis sendiri di Indonesia, melalui produk Pulsar 135, 180 dan 220. Namun seiring berjalannya waktu, sejak akhir 2013 jenama negeri Hindustan itu akhirnya memutuskan untuk menitipkan dagang mereka kepada KMI.

Akan tetapi kongsi ini sepertinya tidak menguntungkan kedua belah pihak. Dikabarkan Otomotif Kompas, perbedaan strategi pemasaran diduga jadi penyebab retaknya hubungan KMI dan BAL.

Pulsar 200 NS dengan label harga Rp23,9 juta yang masuk pada segmen produk yang berbeda fokus dengan KMI, yang kebanyakan memasarkan motor premium.

Bahkan, pada Juni KMI memotong harga ini hingga Rp15 juta untuk menghabiskan stok produk motor yang masih menggunakan mesin karburator ini.

Namun begitu, model ini kami anggap masih layak untuk menjadi pilihan Anda yang ingin merasakan karakter motor streetfighter namun dengan harga terjangkau.

Kawasaki D-TrackerX dan KLX 250S

Kawasaki KLX 250 & Kawasaki D Tracker X 250 Final Edition 2016 /Thomas Bondan Oto Motif

Segmen motor seperempat liter KMI akhirnya dilengkapi dengan jajaran produk motor off-road yang diperuntukkan untuk Anda yang ingin merasakan sensasi petualangan bermotor pada medan yang ekstrem.

D-Tracker X dan KLX 250S tampak serupa, bahkan dibekali mesin serupa, yakni mesin karburator 249cc, DOHC silinder tunggal, 6 percepatan. Akan tetapi kegunaan keduanya jelas berbeda.

D-Tracker X lebih memposisikan diri sebagai motor segala medan, yang dapat melaju agresif di aspal, namun juga mampu kompromi di medan gravel (berbatu dan berpasir).

Sementara itu model KLX murni diperuntukkan untuk medan ekstrem. Hal tersebut terlihat dari kontur ban yang mengotak dan menonjol.

KMI melepas D-Tracker X seharga Rp63,4 juta, sedangkan untuk model KLX 250S dibanderol lebih mahal, yakni Rp65,6 juta.

Honda CBR250R dan CBR250RR

Honda CBR250RR saat diperkenalkan AHM, Selasa 25 Juli 2016, di Jakarta.
Honda CBR250RR saat diperkenalkan AHM, Selasa 25 Juli 2016, di Jakarta. | Wahyu Putra A/Antara Photo

Pada 2011, Honda merilis model CBR250R yang telah mengusung mesin injeksi. Saat itu, motor yang menggendong kapasitas mesin 249cc tersebut disediakan secara CBU oleh Astra Honda Motor (AHM), sebagai pemasok resmi motor-motor Honda di Indonesia.

CBR 250R mengalami perubahan total pada tampilan pada 2014, yakni mengadopsi model lampu ganda.

Namun motor seharga Rp46,8 - 55,2 juta rupiah itu sepertinya tak mampu menjegal keperkasaan Kawasaki yang lebih berpengalaman bermain di segmen sport untuk lini dagang di Indonesia.

Mesin 250cc silinder tunggal memang kurang laku saat diterapkan pada CBR 250R. Ternyata menurut pandangan Kenji Kawai, Large Project Leader Honda Motorcycle R&D Center, Jepang, orang Indonesia lebih suka renyahnya deru mesin silinder ganda, karena secara tampilan akan lebih menunjang.

Honda pun akhirnya memperkenalkan secara resmi CBR250RR di Indonesia pada 25 Juni lalu.

2017 All New #Honda CBR250RR Official Video /Moto Catalog

Berbagai teknologi canggih dibenamkan pada motor sport yang diproduksi di pabrik Honda di Karawang, Jawa Barat ini, termasuk teknologi puntiran gas Ride By Wire Throttle System.

Direktur Pemasaran AHM, Margono Tanuwijaya,mengatakan bahwa ada dua tipe yang akan dipasarkan, yakni tipe standar dan tipe ABS. Harganya berada pada kisaran Rp63 sampai Rp68 juta untuk tipe standar, dan Rp64 sampai Rp74 juta untuk tipe ABS.

Yamaha R25, MT25, dan skutik XMax

R25 menyandang status #PemenangSesungguhnya dengan teknologi DOHC yang super canggih di mesin-nya.#R25 #Motor #Sport #Yamaha

A photo posted by Yamaha Motor Indonesia (@yamahaindonesia) on

Yamaha Motor Manufacturing Indonesia (YIMM) menghadirkan jajaran motor dengan kapasitas mesin 250cc buatan lokal yang sudah diekspor ke beberapa negara, mulai dari model sport fairing, streetfighter, hingga skutik.

Model pertama, Yamaha YZF-R25 secara resmi diperkenalkan di Indonesia pada Mei 2014.

Mengutip Liputan6, motor yang dipamerkan dalam gelaran Tokyo Motor Show 2013 itu hadir dengan desain agresif yang terlihat dari bentuk lampu depan ganda yang meruncing serta tangki yang mirip saudara tuanya Yamaha R6.

Motor yang mengusung mesin DOHC dua silinder injeksi ini mampu menghasilkan output tenaga sebesar 36 hp.

Yang membedakan produk MT-25 dan R25 adalah tampilan secara fisik. Seperti disebutkan di atas bahwa R25 murni mengusung model motor sport fairing, sedangkan MT-25 lebih menonjolkan karakter naked bike.

YIMM melepas model R25 dengan banderol Rp53 juta, untuk tipe standar. Sedangkan untuk memboyong tipe ABS, dana yang harus disiapkan adalah Rp59 juta.

Dan belakangan para penikmat motor skutik di Indonesia dikejutkan oleh upaya YIMM untuk memproduksi secara lokal, generasi lanjutan dari keluarga Max.

Setelah NMax yang laris manis diboyong para pemotor di Indonesia, kini YIMM tengah mempersiapkan XMax yang merupakan skutik dengan kapasitas mesin 250cc.

Walau membenarkan bahwa tengah mempersiapkan skutik 250 cc, Asisten GM Marketing YIMM, Mohammad Masykur, belum mau berbicara banyak.

"Kami akan menambah varian Max series. Model apa? Kan ada Yamaha XMax, TMax. Tapi nantinya posisinya bisa di atas Yamaha NMax," kata Masykur seperti dikutip Solopos.com.

Suzuki Inazuma dan Burgman 200

Suzuki hanya mengeluarkan satu jenis motor 250cc di Indonesia, yakni Inazuma, yang sudah hadir sejak Agustus 2012.

Motor berknalpot ganda tersebut menyasar kepada para penyuka touring, karena hadir dengan model cruiser.

Mengusung skema motor sport touring, Seperti dipaparlan Okezone desain lampu depan yang futuristik dan agresif membuat penampilan motor ini terlihat tangguh dan penuh tenaga.

Inazuma dibekali mesin injeksi dua silinder berkapasitas 250 cc, yang dikabarkan mampu menghasilkan tenaga 24 PS pada 8.500 rpm serta torsi 22 Nm pada 6.500 rpm. Jantung mekanis tersebut disandingkan dengan transmisi enam percepatan.

SIS melepas Inzuma dengan harga Rp49,5 juta OTR Jakarta

Suzuki Burgman Indonesia Cornering di puncak with Burgmanian /Budi Man

Sementara itu, pada produk lainnya, SIS menyasar pada kelas skutik dengan kapasitas mesin 200 cc dengan menghadirkan Burgman 200 yang masuk dalam kategori Big Bike mereka.

Dengan berat 161 kg, motor ini memiliki jantung pacu SOHC silinder tunggal injeksi. Tak heran motor ini belum banyak wara-wiri di jalanan Indonesia, mengingat harganya yang juga tinggi, yakni dibanderol Rp57,2 juta.

Harga yang cukup mahal untuk jenis motor matik 200 cc, bahkan 2 kali lipat harga Yamaha NMax (skuter 155 cc, selisih 45 cc) yang hanya Rp23,5 Juta

TVS Apache RTR 200 4V

Jenama India yang mencoba menyasar ke segmen ini datang dari keluarga Apache, dengan persembahan terbaru, yakni RTR 200 4V.

Diperkenalkan pada 20 Januari 2016, Head of Marketing TVS Motor Company Indonesia, Rizal Tandju, menjelaskan bahwa Apache RTR 200 4V yang diluncurkan di Indonesia adalah produksi pabrik TVS di Indonesia, bukan India.

Motor ini menggendong mesin injeksi 4-tak berkapasitas 197,75cc SOHC silinder tunggal, dengan konfigurasi tersebut motor ini diklaim mampu menyemburkan tenaga 21 hp. Dengan dukungan transmisi 5 percepatan plus letupan torsi puncak sebesar 18,1 Nm pada 7.000rpm.

TVS Apache RTR 200 4V - Racing DNA Unleashed /TVS Apache RTR - Official

Menurut International Business Times, saat membuat mesin motor ini TVS mendapat bantuan dari BMW Motorrad. TVS memang sudah menjalin kerja sama produksi motor dengan jenama kenamaan dari Jerman tersebut sejak 2013.

Produk yang merupakan populasi motor 200 cc ini pun mampu berakselerasi dari diam hingga 60km/jam dalam waktu 3,9 detik.

Apache RTR 200 dibanderol TVS Motor Company Indonesia seharga Rp23,9 juta, OTR Jakarta.

Kami anggap terbilang mahal, karena dengan harga tersebut berarti para calon pembeli kemungkinan besar akan membandingkannya dengan Yamaha V-ixion Advance (Rp24 jutaan) dan Honda New CB150R streetfire (Rp25-26 jutaan), yang sudah lebih dulu hadir di Indonesia

KTM Duke dan RC series

2013 KTM 200 Duke [Official] /RateMotorcycle

Jenama terakhir yang bermain di ranah ini adalah produsen asal Austria, KTM.

Model motor-motor tersebut adalah Duke 200 yang dibanderol seharga Rp33 juta, dan KTM RC200 dilabeli harga Rp37 juta. Sedangkan untuk seri Duke 250 bisa diboyong dengan merogoh kocek Rp44 juta, lebih murah Rp4 juta dari seri RC250. Semuanya OTR Jakarta.

Secara spesifikasi, seri Duke 200 maupun RC200 tampak serupa, yang membedakan keduanya hanylah tampilan desain.

Model Duke lebih mengedepankan motor berkarakter supermoto, sedangkan seri RC lebih menonjolkan aura motor balap.

Keduanya mengadopsi mesin 4-tak berkapasitas 200cc DOHC, 1 silinder, dengan pendingin cair, serta dilengkapi dengan 6 perpindahan percepatan manual.

Mesin tersebut mampu memuntahkan tenaga 25 hp pada 8000 rpm, dengan torsi maksimum 19 Nm. Dengan bobot kosong 128 kg, motor ini mampu menampung 11 liter bahan bakar.

Keduanya juga dilengkapi suspensi yang mengusung teknologi up-side down (USD) untuk peredam kejut bagian depan, dan monoshock adjustable --dengan penyetelan-- untuk peredam kejut belakang. Keduanya melengkapi lengan ayun aluminium yang mampu menopang roda dengan pelek 17 inci.

Sedangkan Duke maupun RC250, Mengutip Otomotifnet dan narablog Iwan banaran, mengambil platform dengan teknologi rangka yang serupa dengan Moto3 KTM.

Dibekali mesin berkapasitas 248,8cc DOHC 4-valve, mesin keduanya hanya memiliki bobot 37,2 kg yang terbilang ringan. Dengan bobot total 139 kg, diklaim memiliki power to weight ratio terbaik di kelasnya.

KTM membekali keduanya dengan teknologi ABS dengan Bosch 9MB Two Channel. Sedangkan kaliper remnya menggunakan ByBre 4-piston dengan diameter piringan 300 mm depan dan belakang 230 mm.

Ban Pirelli Diablo Rosso II juga menjadi nilai tambah sebagai ban standar. Menopang pelek 17 inci, keduanya hadir dengan ukuran 110/70 untuk depan dan 150/60 pada bagian belakang.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR